Hari Anak Nasional

Selamat hari anak nasional! \(^,^)/

Gue sebetulnya gak kompeten berkomentar tentang hak anak, karena gue sendiri belum mempunyai anak. Tetapi pertemuan dengan keponakan kemarin, membuat gue berpikir. Dan lagipula gue kan juga anak-anak. Anak-anak di masa lalu maksudnya.

Hmm.. anak-anak katanya tahap kehidupan paling bahagia. Alasannya gak perlu mikir berat soal masa depan, biaya hidup, nilai IPK dan sebagainya. Tugasnya cuma bermain dan belajar. Side jobnya, menyenangkan orang tua. Nah ini yang kadang bikin heran. Terutama gue yang belum beranak. Bukankah tugas orang tua yang harusnya menyenangkan anak? Eh tunggu. Orang tua pun juga manusia yang kepengin dibuat bahagia. Jadi yang ideal bagaimana?

Continue reading “Hari Anak Nasional”

Trust is Matter

Missing you.
Saya kangen sama kamu. 😶😶😶😶

Oh apa yang kalian lakukan jika sedang ldr-an selama kira-kira 2 minggu? Sudah dua hari ini gue merasakan perasaan yang gimanaaa gituu. Deg-degan, penasaran, gak sabar. Biasanya setiap hari bertemu, lalu tiba-tiba si dia pulang kampung karena ada saudaranya yang meninggal. Teman mengobrol di rumah jadi hilang deh. Dia yang menjadi partner diskusi serta berantem selama ini. Bercanda tentang diri sendiri sampai ngeledekin orang lain.

Tapi ada bagian senengnya, seneng karena dia jadi ada perbaikan gizi, karena dimasakin sama ibunya. Kalau makanan di rumah sini ibaratnya tuh rumah rasa ngekost, alias makanannya gak cihuy kayak dimasakin emak. Masak sendiri, makan sendiri. Dia masih lumayan karena ada pengalaman masak, gue mah minim pengalamannya. Kalau gak bisa dikatakan minus. Hmm jadi ingat enaknya punya ibu. Bangun tidur udah disiapin makanan, pulang sekolah atau kerja juga udah disiapin makanan. Gue gak menyesal kok dengan keadaan ibu gue yang sudah almarhum, cuma lagi nostalgia aja.  Continue reading “Trust is Matter”

Friendship is …

Mengutip salah satu twit yang gue follow..

Persahabatan harus didasari oleh kepercayaan. Kamu tidak bisa bersahabat jika kamu tidak mempercayai sahabatmu. – @pepatah

Gue sangat setuju! Do you trust me? 🙂 🙂

Karena persahabatan itu adalah pertemanan yang teruji oleh waktu. Dimana waktu yang dimaksud adalah bukan hanya senang-senang saja. Tapi oleh segala hal yang bikin kecewa, sakit hati, marah, cemburu, iri, dan lain-lain. Kamu atau sahabatmu akan kembali ke satu sama lain. Rasa sayang dan saling membutuhkan lebih kuat dari sifat buruk yang barusan disebut. Jauh di dasar hati akan muncul suatu pernyataan, yang mana menjadi alasan terkuat mengapa orang tersebut menjadi sahabat kalian.