Tana Toraja, Mimpi Jadi Kenyataan (2)

Inhale… exhale… uhuuy akhirnya nyampe di toraja…

Maafin sikap norak gue diatas. Abis gak disangka ini terwujud juga seperti previous blog post. Perjalanan 8 jam dari Makassar yang ditempuh menggunakan bus malam seperti tak berasa. Iyalah selama perjalanan pada molor. Maaf gak foto interior bus tersebut namun boleh dicoba nih bus Metro Permai.

Kami disambut hujan gerimis sesampainya di kota Rantepao sekitar jam 6 pagi. Karena travelmate gue, Dita, sudah booking mobil beserta supirnya jadi langsung deh dijemput. Dengan harga Rp. 500.000 per 12 jam dan sudah termasuk bensin kami muter-muter Toraja. Karena gue sudah terbiasa pulang kampung waktu kecil dulu jadi lihat pepohonan hijau gak terlalu wow. Tapi tetep excited kok lihat batu-batu karst yang keren.

Continue reading “Tana Toraja, Mimpi Jadi Kenyataan (2)”

Makassar, Mimpi Jadi Kenyataan (1)

Whooossssaaahhhhhh..

Mimpi apa gue bisa menjejakkan kaki di kota Makassar dan Tana Toraja. Rasanya seperti khayalan yang terwujud. Kedengaran lebay sih tapi ini yang gue rasain. Masih sesak di dada. Ciiyeeeh.. Soalnya bertahun-tahun yang lalu gue pernah pengin ke Makassar sama Tana Toraja tapi gak ada barengan kesana. Yasudah dipendam sendiri deh. Dan akhirnya Oktober 2016 semuanya jadi kenyataan. Waktu landing di bandara Sultan Hasanuddin gue hampir nangis saking emosionalnya. Mungkin karena saat itu gue teringat nyokap.

Kota Makassar sih panas yaa, secara letaknya dekat pantai. Kami beruntung, kesana pas musim hujan jadi agak mendung. Alhamdulillah selama disana gak kehujanan hanya kena gerimis kecil. Kalau Toraja letaknya di pegunungan jadi dingin. Pas mandi pagi airnya brrrr!

Continue reading “Makassar, Mimpi Jadi Kenyataan (1)”