Kalimantan Timur, Kado Awal Tahun (2)

Cerita sebelumnya..

Pada hari Minggu, acaranya jalan-jalan ke desa budaya Pampang. Lokasinya jauh dari jalan raya, mblusuk-mblusuk ke perkampungan masyarakat dayak. Niatnya pengin lihat orang suku dayak yang kuping panjang. Karena belum keluar, maka kami berfoto sama anak-anak suku dayak. Tapi hati-hati.. disini orangnya gak segan minta uang. Setiap foto ada tarifnya. Sewa baju adat (+/-) Rp. 25.000. Foto bersama anak-anak suku dayak (+/-) Rp. 60.000 untuk tiga kali foto. Saat gue antri toilet pun anak-anak tadi minta uang jajan. Belanja aksesoris khas dayak juga harus nawar.

Sebetulnya setiap hari Minggu jam dua siang, ada performance dari anak-anak suku dayak. Hari itu kami datang cukup pagi. Mau nonton sih tapi nunggunya kelamaan. Juga karena jarak menuju Bontang itu jauh, jadinya kami melanjutkan perjalanan sebelum acara dimulai.

Continue reading “Kalimantan Timur, Kado Awal Tahun (2)”

Kalimantan Timur, Kado Awal Tahun (1)

Uhuuyy pertama kali nginjek pulau kalimantan nih. Sebagai jalan-jalan pertama di tahun 2017, aduh seneng banget alhamdulillah. Apalagi disponsori oleh sepupu baik hati yang sudah lama menetap disana, makin happy deh. Berangkat hari Jumat dengan penerbangan LionAir pukul 07.50 dari bandara Soekarno Hatta menuju bandara Sepinggan, Balikpapan. Karena Kaltim masuk zona waktu WITA, maka jam tangan buru-buru deh diupdate. Kalau handphone biasanya otomatis mengikuti waktu setempat.

Bandara Sepinggan memang gak sebesar Soetta, tetapi mengundang kekaguman. Bersih dan keren, cuy. Yah mungkin karena Sepinggan masih baru dan gak sesibuk Soetta, tapi tetep aja kalau dibandingin Terminal 1A mahh.. *oke-lanjut* Kota Balikpapan ternyata gak besar cuma rapiiih banget. Karena terletak daerah pesisir pantai, kita bisa lihat laut dari pinggir jalan raya. Kapal besar maupun kecil lalu lalang. Dan karena Balikpapan itu kota minyak, jadi banyak perusahaan migas juga batubara berkantor disekitarnya. Uniknya tidak ada angkot disana, yang ada taksi. Sebutan untuk angkot, ya taksi. Kalau taksi beneran, disebutnya taksi argo. Hehehe.

Continue reading “Kalimantan Timur, Kado Awal Tahun (1)”