Makan Apa di Jepang (2)

Selain makanan berat di postingan sebelumnya, kami beli beberapa makanan siap saji pengganjal perut yang dibeli di minimart terdekat. Tokonya banyak kok disana, hampir tiap kelurahan mungkin. Kalau disini semacam indoapril atau alfamei gitu lah. Hampir segala rupa barang kecil-kecil dijual.

IMG_20180511_064021.jpg

Ini onigiri biasa tapi isinya telur ikan salmon, nama kerennya salmon roe filling. Sebenernya isian onigiri tuh ada banyak macemnya, tapi karena takut non halal yaa ambil yang mainstream aja. Gue beli ini dan yang isi natto (lupa difoto). Beli karena penasaran. Rasanya? telur ikannya terlalu lembek menurut gue. Apa karena digencet dalam nasi jadinya gak meletus di mulut yah.. terus rasanya cenderung asin. Nah yang natto nih.. rasanya aneh menurut gue. Aftertastenya pahit gitu di mulut. First time banget lihat dan makan natto juga sih, jadi gak punya komparasinya. Misalnya makan yang versi freshnya mungkin lebih enak.

Continue reading “Makan Apa di Jepang (2)”

Advertisements

Makan Apa di Jepang (1)

Nyari makanan halal di Jepang gampang-gampang-susah. Karena memang kami gak prepare spesifik mau makan apa, so mengandalkan google maps aja. Makanan apa sih yang mudah dan murah, dan paling sering dicari orang.. onigiri! Untuk onigiri sendiri, gue lebih suka yang beli di Lawson dari pada di Seven Eleven. Yang beli di Daily Yamazaki, Shirakawa-go, juga enak. Pilihan rasa pun gak jauh-jauh, salmon flake dan tuna mayo. Tapi selain onigiri yang terkenal bagi para backpacker, inilah makanan yang kami makan.

IMG_20180509_181859.jpg

Kota pertama yang kami singgahi adalah Osaka. Nah di sekitaran area Dotonbori, ada Naritaya Ramen. Ramennya halal. Di foto kelihatannya sedikit yaa, tapi aslinya kenyang banget padahal pilih porsi reguler. Toppingnya rame banget.. ada daging ayam, telur, sayuran, selembar nori dan potongan tipis-tipis warna putih yang gue gak tahu namanya. Enak. Kuah kaldu dan mienya gue suka. Lucunya hampir seluruh tamunya tuh orang Indonesia. Minusnya.. yaa jadi gak berasa di Jepang. Lagu yang diputar aja Akad-nya Payung Teduh hehe. Teh hijaunya enak, gak bau amis atau aneh-aneh. Dimeja juga sudah disediakan air putih pakai es. Kayaknya di Jepang air putih tuh disajikan dingin gitu, bukan suhu ruangan. Tambah pesen fried gyoza, yang rasanya biasa aja.

Continue reading “Makan Apa di Jepang (1)”