Mau Nikah – Bagian 2

Ada kelanjutannya gaesss..

Nikah itu mudah dan murah, suwer! Asalkan kamu cuma mau sah di KUA dan gak ada keinginan lain-lain. Mudahnya itu kamu cuma datang ke KUA, terus nikah di ruangan yang disediakan. Murah? Gratis woy!! Asal di kantor KUA dan di jam kerja.

Walopun gue kemarin hanya nikah sederhana aja, tapi ternyata ada aja keperluannya. Nyatanya menyenangkan semua pihak itu juga tak mudah, tapi bukan berarti tak mungkin. Kompromi yes.. Untuk segala hal yang kiranya bisa dikompromikan.

Continue reading “Mau Nikah – Bagian 2”

Mau Nikah – Bagian 1

Buat yang mau mengurus administrasi pernikahan, berikut pengalaman gue yang mudah-mudahan bisa menjadi pencerahan buat kamu-kamu calon pengantin..

Pertama. Minta blanko surat pernyataan belum pernah menikah. Bisa ke KUA atau RT RW kalau ada. Karena pada surat pernyataan ini, perlu cap dari RT dan RW tempat tinggal kamu.

Kedua. Minta surat pernyataan mau menikah ke RT, dan di tanda tangani oleh ketua RT dan ketua RW.

Ketiga. Lengkapi semua persyaratan, termasuk fotokopi KTP, ijazah terakhir, akte lahir, kartu keluarga dan foto background biru ukuran 2×3 sebanyak 4 lembar dan 4×6 sebanyak 2 lembar.

Keempat. Kumpulkan semua berkas itu ke kelurahan. Nanti kelurahan akan mengeluarkan surat pernyataan.

Kelima. Pengecekan kesehatan di puskesmas atau klinik swasta juga bisa. Demi pengiritan biaya, gue ke puskesmas sesuai domisili KTP biar grratisss. Minta sertifikat kesehatan calon pengantin jangan lupa. Perempuan sih cuma cek tensi, cek darah untuk HIV, dan suntik TT.

Keenam. Kalo kamu yang numpang nikah, kayaknya harus ke kecamatan. Kalo gue, engga. Karena gak numpang nikah.

Ketujuh. Ajukan seluruh berkas ke KUA. Tapi.. Udah rembukan sama keluarga yak! Mau nikah di tanggal dan jam berapa.

Sekian. Semoga bermanfaat.

#mudahbukan #alasiscasoewitomo

Hari Anak Nasional

Selamat hari anak nasional! \(^,^)/

Gue sebetulnya gak kompeten berkomentar tentang hak anak, karena gue sendiri belum mempunyai anak. Tetapi pertemuan dengan keponakan kemarin, membuat gue berpikir. Dan lagipula gue kan juga anak-anak. Anak-anak di masa lalu maksudnya.

Hmm.. anak-anak katanya tahap kehidupan paling bahagia. Alasannya gak perlu mikir berat soal masa depan, biaya hidup, nilai IPK dan sebagainya. Tugasnya cuma bermain dan belajar. Side jobnya, menyenangkan orang tua.

Nah ini yang kadang bikin heran. Terutama gue yang belum beranak. Bukankah tugas orang tua yang harusnya menyenangkan anak? Eh tunggu. Orang tua pun juga manusia yang kepengin dibuat bahagia. Jadi yang ideal bagaimana?

Continue reading “Hari Anak Nasional”

Trust is Matter

Missing you.
Saya kangen sama kamu. 😶😶😶😶

Oh apa yang kalian lakukan jika sedang ldr-an selama kira-kira 2 minggu? Sudah dua hari ini gue merasakan perasaan yang gimanaaa gituu. Deg-degan, penasaran, gak sabar.

Biasanya setiap hari bertemu, lalu tiba-tiba si dia pulang kampung karena ada saudaranya yang meninggal. Teman mengobrol di rumah jadi hilang deh. Dia yang menjadi partner diskusi serta berantem selama ini. Bercanda tentang diri sendiri sampai ngeledekin orang lain.

Tapi ada bagian senengnya, seneng karena dia jadi ada perbaikan gizi, karena dimasakin sama ibunya. Kalau makanan di rumah sini ibaratnya tuh rumah rasa ngekost, alias makanannya gak cihuy kayak dimasakin emak. Masak sendiri, makan sendiri. Dia masih lumayan karena ada pengalaman masak, gue mah minim pengalamannya. Kalau gak bisa dikatakan minus haha.

Hmm jadi ingat enaknya punya ibu. Bangun tidur udah disiapin makanan, pulang sekolah atau kerja juga udah disiapin makanan. Gue gak menyesal kok dengan keadaan ibu gue yang sudah almarhum, cuma lagi nostalgia aja.  Continue reading “Trust is Matter”

Ditinggal Kawin (T_T)

Ini curhatan lenjeh seorang perempuan yang ditinggal kawin sahabatnya.

Tiba-tiba saja merasa agak kesepian karena prioritas dirinya turun dibanding suami sahabatnya tersebut. Padahal wajar sewajar-wajarnya kalau sudah menikah pasti fokus membina rumah tangga. Soalnya kami tuh dekat begitu lama dan sering main bareng, ketika ada orang baru yang masuk di kehidupan kami, kok rasanya seperti dilengserkan uhuhuhu..

Gue ikut bahagia kok saat sahabat gue menikah. Beneran. Bahkan saat akad nikah berlangsung, gue tuh berbunga-bunga sekali. Cuma waktu resepsi muncul sebersit rasa sedih, ketika mereka berjalan diatas karet merah menuju pelaminan. Rasanya kayak byeeee taamm..

Continue reading “Ditinggal Kawin (T_T)”

Kangen Setengah Mati

maaf, saya tak cukup kreatif untuk menyatakannya padamu. jadi, setelah googling (hahaha) saya nemu karya ini di blog orang lain. memang bukan dari fikiranku sendiri. namun polanya persis sama sekali.

here we go..

aku kangen setengah mati
dan tak bisa menggambarkan rasanya
padahal aku hanya ingin duduk menyandar di lenganmu
memain-mainkan jarimu, menyatukannya dengan jariku

sementara itu,

bicaralah sebanyak kau ingin bicara
berceritalah sebanyak kau ingin bercerita
aku punya banyak waktu
ruang jiwa yang luas
dan telinga yang selalu terjaga
untukmu

atau mungkin kita tak perlu bicara
karena kediaman kita bercerita

(di-edit sedikit biar cocok sama suasana hati)

EHEM. jomblo bukan berarti ga boleh kangen kaann.. lagipula, ga selamanya puisi cinta untuk pacar, atau calon pacar, atau mantan calon pacar. jadi yang ini buat.. (eng-ing-eengg)

sumber: http://haleygiri.multiply.com/journal/item/245/kangen_setengah_mati