Makassar, Mimpi Jadi Kenyataan (1)

Whooossssaaahhhhhh..

Mimpi apa gue bisa menjejakkan kaki di kota Makassar dan Tana Toraja. Rasanya seperti khayalan yang terwujud. Kedengaran lebay sih tapi ini yang gue rasain. Masih sesak di dada. Ciiyeeeh.. Soalnya bertahun-tahun yang lalu gue pernah pengin ke Makassar sama Tana Toraja tapi gak ada barengan kesana. Yasudah dipendam sendiri deh. Dan akhirnya Oktober 2016 semuanya jadi kenyataan. Waktu landing di bandara Sultan Hasanuddin gue hampir nangis saking emosionalnya. Mungkin karena saat itu gue teringat nyokap.

Kota Makassar sih panas yaa, secara letaknya dekat pantai. Kami beruntung, kesana pas musim hujan jadi agak mendung. Alhamdulillah selama disana gak kehujanan hanya kena gerimis kecil. Kalau Toraja letaknya di pegunungan jadi dingin. Pas mandi pagi airnya brrrr!

Continue reading “Makassar, Mimpi Jadi Kenyataan (1)”

Jember Fashion Carnival 2016: Revival

Abis naik-naik ke puncak gunung, gue melanjutkan perjalanan ke kota Jember hanya untuk menonton parade kostum yang katanya bertaraf internasional. Gara-gara lihat iklan di internet ditambah baca blog orang, jadilah kami memaksa kaki untuk terus melangkah. Sekalian gitu maksudnya, mumpung masih di Jawa Timur. Dengan bekal salep otot geliga, mari lanjuuutt..

Waktu tempuh dari stasiun Malang menuju stasiun Jember sekitar lima jam. Lucunya (gue juga baru tahu) adalah kereta tawang alun ini berjalan balik arah di stasiun Bangil. Yang tadinya duduk menghadap ke depan jadi menghadap belakang. Karena perpindahan posisi lokomotif makanya transit di stasiun Bangil jadi agak lama. Orang-orang berhamburan keluar kereta dan ngacir keluar stasiun buat jajan cilok. Ini cilok terjauh yang pernah gue makan.

Continue reading “Jember Fashion Carnival 2016: Revival”

Nikah Adat Batak. Alamaakkk..

Pekanbaru, jarak terjauh gue dari rumah yang masih dalam negeri. Pertama kali menginjak pulau Sumatera nih. Akhirnya keluar pulau Jawa juga. Kasian yah hahaha.. Akibat jarang piknik, eksplorasi gue di Indonesia jadi belum banyak bahkan di pulau Jawa ini sendiri. Pengennya semua provinsi didatangin gitu, biar banyak pengalaman.

Bukan ke Pekanbaru yang jadi spotlight, karena alasan gue kesana adalah menemani teman kondangan ke temannya yang akan menikah. Gue rada gampangan soal jalan-jalan sih. Jadi gue gak kenal siapapun disana. Gue di kota Pekanbaru hanya satu hari terakhir sebelum flight pulang jam setengah tujuh sore ke Jakarta. Dua hari sebelumnya gue ke rumah si calon pengantin, juga ke acara pernikahan. Berangkat dari bandara Soekarno Hatta jam 08.30 pagi, asalnya jam 06.00 cuma kena reschedule.

Continue reading “Nikah Adat Batak. Alamaakkk..”

Sampai Ke Puncak, Akhirnya..

Maksud eike Puncak, Bogor, lhoo.. Udah lama bangeett gak main ke Puncak, terakhir kali tuh bertahun-tahun yang lalu. Yah secara gak ada yang ngajakin kesana. Dulu pun diajak Bokap gue jalan-jalan sekeluarga. Sebelumnya lagi acara sekolah. Yah bisa dihitung jari lah gue menjejakkan kaki disana. Nah ceritanya sebelum gue resign pada tahun lalu, gue ditawarkan untuk ikut acara anak-anak team IT di Puncak. Belakangan baru gue tahu bahwa acara tersebut disponsori salah satu vendor kantor.

Dalam dua hari satu malam, kami menginap di Via Renata. Pagi-pagi hari Sabtu gue udah nyampe kantor. Baru kali ini ke kantor sambil menghirup udara seger karena sepinya kendaraan bermotor di jalan MT. Haryono. Pas naik ke lantai 4, eh sebagian peserta sudah hadir. Terus gue disorakin deh karena ada alumni masuk lagi hahaha. Padahal kan cuma gara-gara ikut acara doang. Kami disuruh pakai polo shirt warna biru sebagai seragam outing.

Continue reading “Sampai Ke Puncak, Akhirnya..”

Makan Besar di Sailendra

image
bareng-pipit

Akhirnya bisa foto disini. Restoran ini ini terletak di dalam Hotel JW Marriot. Gue baru pertama kali masuk ke hotel ini. Ternyata lobby hotelnya bagus ya.. norak-mode-on

Ceritanya untuk pertama kali team IT selantai ada acara makan-makan bareng di luar kantor. Apakah sepenuhnya diambil dari budget kantor? tentu tidak. Kami menabung selama setahun, per bulannya setor Rp. 20.000 ke ibu sekretaris bos. Tapi akhirnya disubsidi sama pak Direktur sih. Emang sengaja ngumpulin duit buat kas begini, tujuannya supaya punya budget untuk acara senang-senang.

Pertama Kali ke Luar Negeri

Ini cerita yang terlambat tayang. Padahal gue melakukan perjalanan ini pada September 2012. Gara-garanya lagi buka folder foto jadul. Eng ing eengg.. wah gue belum pernah cerita tentang gue ke Malaysia. Sebetulnya sudah ada cuplikannya sedikit tapi kurang lengkap gitu.

Deg-degan dan excited bangeet. Semenjak punya paspor, inilah pertama kalinya cap tanda imigrasi terpampang nyata di lembaran buku paspor. Wooowwww akhirnya gue ke negara lain jugaaak. Tujuannya adalah Malaysia. Travelmate gue si Nisa udah bolak-balik kesono. Secara doi kuliah internasional yang sebagian kelasnya ada di Malaysia dan sebagian lagi disini, Tangerang Selatan. Jadi yaa gue yang buta sama sekali sangat bergantung sama Nisa. Kalau dipikir-pikir sih agak annoying yah, bergantung sama orang lain tapi kepengen semua harapannya tercapai. Itu baru gue realize sekarang. Hahahaha telat. Tapi gak apa-apa buat pengalaman travel selanjutnya.

Continue reading “Pertama Kali ke Luar Negeri”

Amazing Dieng

Going for hike for the first time. Itenary sudah dibuat oleh teman kantor, dan ketika gue ditawarin langsung mau. Istilahnya aji mumpung hehehe. Mumpung ada yang mikirin perjalanannya kita tinggal ngikut aja. Teman gue bilang kita bakal padat banget acaranya, gue jawab gak apa-apa. Jadilah enam cewek-cewek beraksi di luar kota (gue sendiri, Enjel, Dian, Dita, Devina, dan satu lagi lupa namanya, maaf yaa).

Kami cabut dari kantor jam empat sore menuju stasiun Pasar Senen, naik kereta malam supaya esok pagi sudah di stasiun Tawang Semarang. Dijemput oleh mantan teman sekantor kami, Sherly. Dia bawa kita muter-muter kota terus ke Hotel Simpang Lima Residences. Kamarnya lucu ada aquarium berisi ikan hias pada dinding sekat kamar mandi dengan kamar tidur.

Continue reading “Amazing Dieng”