Very Long Heart Story

Saya tahu ini telat diucapkan. Apalagi menyatakan hanya lewat media sosial, yang seharusnya dilayangkan dalam doa setiap sholat. Tapi jauh sebelum tulisan ini dibuat, saya tahu saya sudah mengagumi kedua orang tua saya, bahkan secara tidak sadar. Dengan segala perbuatan mereka yang pernah membuat saya menangis dan sakit hati, tapi yang jauh lebih menyakitkan adalah tidak sempatnya saya untuk membuat mereka merasakan buah dari kerja keras mereka selama ini. Apakah sekarang ini saya termasuk orang yang berhasil? Saya rasa belum. Tapi saya tahu bahwa saya adalah orang yang beruntung. Seperti doktrin kebanyakan orang Jawa, apa aja dibuat untung. Misalnya, sudah yatim piatu, untung masih punya rumah dari orang tua. Continue reading “Very Long Heart Story”

I Should Be One of The Cool Women

I am not qualified to write this, but hey! we gonna try anyway..

images.jpg

Hari Kartini.

Hal pertama yang gue ingat tentang hari kartini adalah pakai baju adat ke sekolah. Mulai dari taman kanak-kanak sampai SMP. Ketika SMA sudah gak wajib lagi pakai baju adat. Sebetulnya gue sih suka pakai baju adat Indonesia. Buat gue ini ibarat kostum, yang bisa bikin tampil beda dibanding setiap hari pakai seragam. Alasan mengapa setiap memperingati hari kartini kok disuruh memakai baju adat, gue sendiri belum tahu. Nikmati saja hehehe.  Continue reading “I Should Be One of The Cool Women”

No Title.

The most beautiful makeup of woman is passion. But cosmetics are easier to buy. – Yves Saint Laurent

Nemu quote ini dari instagram. Betapa mengena di kehidupan gue karena saat ini pun lagi mencari apa passion gue. Terkadang inginnya terjun ke hal kreatif, tapi juga penasaran dengan bisnis. Apa gue jadiin satu aja ya..

Sekilas membaca posting blog lama, sepertinya gue tertarik dengan membuat perhiasan dan pakaian yaa. Apa musti gue coba cari info untuk kursusnya?

Posted from WordPress for Android

My Very Little Baby Steps

Hampir empat bulan gue nganggur. Dimana tabungan hampir habis, disitu terpikir cari uang lagi. Tapi gue masih gak mau kerja kantoran yang mana berangkat pagi pulang malam, dan seharian cuma duduk di depan monitor komputer. Keinginan gue tuh bisa kerja yang meaningful, minimal buat diri sendiri. Ih gue emosional banget ya. Mungkin karena tadi abis berantem mulut sama adek gue gara-gara keran air doang. Takut banget kalo misalnya sering-sering berantem nanti gak akur, secara orang tua udah meninggal. Tapi bener lho tentang omongan gue soal kerja tadi. Kepingin yang meaningful dan bermanfaat bagi orang lain. Belum kepikiran sih mau kerja apaan..

Lebih dari keinginan mau kerja ini itu, yang lebih dalam lagi yang gue inginkan adalah memahami diri sendiri. Bisa kompak sama jiwa aja udah seneng banget. Bayangin jika yang gue kerjakan adalah impian dari jaman dulu, atau ternyata yang gue kerjakan adalah kecintaan gue terhadap sesuatu. Masalahnya gue sering mempertahankan ekspektasi jauh ke atas. Mustinya kan baby step dulu yah. Nah ini gue sendiri sadar, terus gimana?  Kadang di dalam pikiran ada perdebatan tentang sosok gue ini seharusnya jadi kayak apa. Apa karena terlalu banyak keinginan namun minim pewujudan..
Continue reading “My Very Little Baby Steps”

Minta Maaf Sama Lingkar Pinggang dan Melaksanakan Lainnya

Hari ini dan kemarin, adalah pemanjaan bagi lidah serta penyiksaan bagi perut. Of course laah gue nyicip (baca: lahap) segala makanan yang disajikan dengan sepenuh hati oleh bunda tercinta dan budhe-budhe tercayang.

Sambil melihat mesra ke arah perut, mulai esok hari balancing asupan makanan lagi yaa. Apalagi abis puasa sebulan (dikurangi 7 hari jebol) mustinya tubuh sudah dalam keadaan ter-detoks alami. Harus dipertahankan.. Oh yeah.

Juga.. memanfaatkan momentum awal yang fitri, gue membangkitkan kembali angan dan cita untuk..  Continue reading “Minta Maaf Sama Lingkar Pinggang dan Melaksanakan Lainnya”

Dududu~~

Bosen!!

Kejenuhan dalam pekerjaan kantor itu munculnya gak oke banget. Lagi banyak tugas, lagi banyak deadline, lagi banyak krang-kring-krang-kring bunyi telpon masuk, ehh jenuuuh.. Pengen sesuatu yang fun, penuh kegembiraan dalam ngerjainnya.

<

p style=”text-align:justify;”>Eits, mana ada sih yang begitu seterusnya. Fase-fase yang dilalui kan macem-macem. Dari semangat, lalu rajin, terus bangga sama hasilnya, kemudian ngerjain itu-itu aja sampe bosan. Nah titik jenuh ini yang nyebelin. Kayak hidup segan tapi mati tak mau.

Continue reading “Dududu~~”

Cukup Cerdaskah Saya?

Bersyukurlah di pagi hari, saat engkau baru terbangun dari tidurmu.
Bersyukurlah dimana pun dan atas apapun.

Gue pernah diajari untuk selalu bersyukur dengan apapun yang menimpa diri kita. Untuk hal menyenangkan sih cukup gampang. Tapii kalo hal yang sulit diterima, bersyukur kayak jadi opsi terakhir..

Gue belum pernah ngerasain jadi anak yang cerdasnya luar biasa. Jadi gini, gue pernah dengar beberapa cerita tentang anak-anak, yang dia itu cepat sekali menangkap pelajaran, kalo diajari cepat pahamnya, gak pernah belajar tapi masuk IT di UI, de el el.

Sepertinya anak-anak itu diberi olehNya suatu kelebihan tiada tara. Hmm.. Enak banget yah jadi orang kayak gitu. Kalopun jadi orang kantoran juga pasti gak banyak kesulitan menghadapi tantangan. Diajari sekali duakali, langsung lancar.

Jadi.. Kecerdasan itu anugrah atau diasah? Ku ndak tahu hehe..

Posted from WordPress for Android

Pengen Dihadiahi Ini!

Beberapa hal yang selalu gue pengenin sepanjang masa adalah..

~ Koleksi novel sidney sheldon
~ Sepatu, tapi yang sesuai selera gue :p
~ Tiket gratis pergi-pulang beserta akomodasinya menuju eropa
~ Dibayarin lasik mata
~ Seperangkat alat musik. Siapa tau gue jadi niat belajar musik..
~ Kacamata yang buagus dari merk terkenal
~ Voucher gratis perawatan rambut seumur hidup
~ Voucher makan di sushi tei seumur hidup

Daftarnya sih gak berhenti disitu aja. Pasti berkembang sesuai usia dan jaman. Nanti akan gue post lagi keinginan lainnya, kalau ada.. Hihi..

Posted from WordPress for Android