Life Update

Baru kali ini gue menyadari kehebatan perempuan yang gak punya pembantu dan harus beberes rumah, dan harus bekerja kantoran. Karena ternyata melelahkan. Kalau udah begini, ngarep ada suami yang bisa diajak sepenanggungan #eaaaa.

Satu tahun lebih berada di rumah alias nganggur, akhirnya bisa bekerja lagi. Syukur alhamdulillah. Punya penghasilan lagi, punya temen baru, punya wawasan baru.. banyak banget yang bisa disyukuri. Tapi tantangan baru muncul.. weekend gue habis dengan bersih-bersih. Biasanya leluasa ngerjain kapan aja, sekarang semua musti kelar di hari sabtu minggu. Pada kenyataannya sih gak kelar juga karena capek badan.

Continue reading “Life Update”

Advertisements

Ngapain Aja Kala Sakit

Terinspirasi dari penyakit pilek yang gue derita beberapa hari ini.. Bingung-bingung pas lagi sakit dan mesti istirahat karena badan lemes? Jangan bingung.. Berikut kegiatan yang bisa dilakukan:

  1. Membaca buku atau ebook. Topiknya terserah kamu. Walau cuma tidur-tiduran tapi otak gak kosong.
  2. Update status di seluruh social media. Biar ada yang merhatiin terus diucapin “GWS yach..” padahal cuma formalitas.
  3. Menjahit lubang di pakaian. Bisa dikerjakan sambil duduk di kasur dan gak banyak gerakan. Yang penting adalah baju tersebut gak rombeng lagi.
  4. Menyulam atau merajut. Hanya untuk yang bisa aja, yang gak bisa skip ke nomor selanjutnya.
  5. Nonton video di youtube. Ini sih pas sehat juga yutub-an muluk.
  6. Dengerin radio. Siapa tahu dengar lagu baru yang cocok di kuping. Lumayan buat mood booster.
  7. Tidur. Apalagi kalau obatnya bikin ngantuk.
  8. Bersihin kamar dan rumah. Jangan-jangan kamarnya kotor sampai numpuk penyakit. Beberes gini sekalian nyari keringat supaya metabolisme tubuh meningkat.
  9. Meratapi nasib dan mengasihani diri. Teruuusss ajaa begitu sampai lebaran kuda. Kapan dewasanya..
  10. Berdoa supaya lekas sembuh. Aamiin.

Posted from WordPress for Android

Gagal Baking (Maning)

Diantara kegagalan demi kegagalan dalam membuat bolkus alias bolu kukus, maka kemarin gue mencoba sekali lagi. Siapa tahu tangan ini sedang gak dikutuk bikin boltet alias bolu bantet. Abis dari berapa kali percobaan yang hasilnya bisa dimakan cuma satu kali. Boltet lainnya akhirnya digoreng karena sayang dibuang. Kali ini gue gak terlalu pede bikin from scratch. Jadi terpikirlah ide bagaimana meminimalisir resiko. Salah satu solusi yang digunakan adalaaahh.. (jeng..jeng..jengg) pakai yang instant. Hahahah..

Dibawah ini merupakan gambaran usaha gue dalam menghasilkan bolkus. Tapi setelah baca petunjuk di belakang kemasannya, adonan ini harus ditambahkan beberapa bahan. Yaitu 100 ml mentega cair, satu butir telur, dan air putih lima sendok makan. Yah kirain tinggal kocok terus kukus. Gak mau repot heheheh. Ya sudah diikuti saja.

Continue reading “Gagal Baking (Maning)”

Hari Anak Nasional

Selamat hari anak nasional! \(^,^)/

Gue sebetulnya gak kompeten berkomentar tentang hak anak, karena gue sendiri belum mempunyai anak. Tetapi pertemuan dengan keponakan kemarin, membuat gue berpikir. Dan lagipula gue kan juga anak-anak. Anak-anak di masa lalu maksudnya.

Hmm.. anak-anak katanya tahap kehidupan paling bahagia. Alasannya gak perlu mikir berat soal masa depan, biaya hidup, nilai IPK dan sebagainya. Tugasnya cuma bermain dan belajar. Side jobnya, menyenangkan orang tua. Nah ini yang kadang bikin heran. Terutama gue yang belum beranak. Bukankah tugas orang tua yang harusnya menyenangkan anak? Eh tunggu. Orang tua pun juga manusia yang kepengin dibuat bahagia. Jadi yang ideal bagaimana?

Continue reading “Hari Anak Nasional”

Pulang Kampung ke Kutoarjo

Pulang kampung atau mudik itu yang gue tunggu-tunggu setelah selesai puasa Ramadhan. Walaupun rumahnya berada di pelosok desa bukan di kotanya, tapi tetap bikin kangen. Perjalanan dari Ciputat dapat ditempuh menaiki bis Sumber Alam (langganan orang tua gue dulu kalau gak bawa mobil). Ini adalah sebagian kegiatan yang dapat kamu lakukan jika terdampar di kota kecil macam Kutoarjo, kampung halaman almarhumah nyokap gue.

Camera 360
ini-yang-asli

Continue reading “Pulang Kampung ke Kutoarjo”

Shock Market / Pasar Kaget

Every Tuesday night, the shock market is held near my place. The atmosphere crowded by adults and children. Lots vendors selling foods, drinks, toys, etc.. I had bought the spicy green mussels for snacks, also toge goreng (aka fried beansprout) for dinner. For something I rarely eat, it taste yummy. The price is not so cheap but ok.

Because I lived here, I can walk to the shock market. If we riding a motorcycle and parking around the market, we have to pay to the unofficial guard (preman) whom owning these marketplace. For me, it’s like giving money to people who did not work hard. I was unwilling to do so. It’s okay to walk a few minutes to save money.

Continue reading “Shock Market / Pasar Kaget”

Bedanya Sakit Sendirian, dengan Sakit Dirawat Ortu

Ngapain lagi dibahas.. Yaa jelas bedalahh..

Hmmm..

Maksud gue adalah sakit sendiri itu sakit yang tidak diketahui oleh ortu, entah karena gak ngomong atau lagi pengen survive sendiri. Dalam kasus gue, awalnya gue mau ngetest sejauh mana bisa berjuang supaya sembuh dari sakit tanpa bantuan nyokap. Kenapa? Karena cuma pengen tahu aja. Hehe..

Pertama kali sakit pas di kost sendirian, gue bisa tuh cepet ngenalin tanda bahaya *halah* mau sakit. Kepala udah berat atau pusing, langsung hajar panadol ijo. Sehari saja udah sembuh. Horeee ngelewatin penyakit tanpa bantuan nyokap. Yippiiiie..

Continue reading “Bedanya Sakit Sendirian, dengan Sakit Dirawat Ortu”