Meramaikan HUT TNI AU 71 Tahun

Ini ceritanya masa kecil kurang bahagia. Kepengin nonton pesawat terbang aja bela-belain berdiri di bawah matahari terik yang bikin kulit belang. Gak sarapan pula langsung cuss jalan. Jauh lagi tempatnya. Kalau naik mobil bisa telat tuh ke acaranya. Secara jalanan arah bandara Halim Perdanakusumah lagi macyet bingits. Biarin deh dibilang norak yang penting puas nonton pesawat.

Awalnya gak kepikiran mau dateng ke acara ini. Spontan aja gitu pas denger masuknya ehem gratis. Hehehe. Cuma ampun deh cari parkir. Akhirnya kami ngikutin beberapa orang yang parkir di depan sekolah negeri 42. Katanya ada jalan tembusan yang lebih deket. Ternyata jalan tembus itu melewati kebun dan sawah sodara-sodara. Berasa lagi lebaran di kampung.

Continue reading “Meramaikan HUT TNI AU 71 Tahun”

Warna Warni Selembar Kerudung

Siapa yang sangka gue bisa begitu semangat belanja kerudung. Dahulu jangankan niat membeli, gue paling males disuruh pakai jilbab. Hawanya kemrungsung.. ribet.. gerah..

Aneh. Sekarang malah happy, malah pede. Merasa aman dan nyaman. Merasa tambah caem.. enelan.. Mungkin karena bagian yang gak sedap dipandang sudah ditutupi, lemak-lemak menjuntai atau rambut acakadut misalnya. Aneh banget rasanya.

Walaupun lagi bokek tapi keinginan mengoleksi kerudung begitu besar, so gue memaksakan untuk belanja. Dengan dalih, sebelumnya kan gak pernah beli beginian. Hahaha. Sebelum belanja, gue menjarah koleksi kerudung (alm.) nyokap. Lumayan masih banyak yang bagus. Tinggal melengkapi yang belum dipunya aja kan.

Continue reading “Warna Warni Selembar Kerudung”

Kalimantan Timur, Kado Awal Tahun (2)

Cerita sebelumnya..

Pada hari Minggu, acaranya jalan-jalan ke desa budaya Pampang. Lokasinya jauh dari jalan raya, mblusuk-mblusuk ke perkampungan masyarakat dayak. Niatnya pengin lihat orang suku dayak yang kuping panjang. Karena belum keluar, maka kami berfoto sama anak-anak suku dayak. Tapi hati-hati.. disini orangnya gak segan minta uang. Setiap foto ada tarifnya. Sewa baju adat (+/-) Rp. 25.000. Foto bersama anak-anak suku dayak (+/-) Rp. 60.000 untuk tiga kali foto. Saat gue antri toilet pun anak-anak tadi minta uang jajan. Belanja aksesoris khas dayak juga harus nawar.

Sebetulnya setiap hari Minggu jam dua siang, ada performance dari anak-anak suku dayak. Hari itu kami datang cukup pagi. Mau nonton sih tapi nunggunya kelamaan. Juga karena jarak menuju Bontang itu jauh, jadinya kami melanjutkan perjalanan sebelum acara dimulai.

Continue reading “Kalimantan Timur, Kado Awal Tahun (2)”

Kalimantan Timur, Kado Awal Tahun (1)

Uhuuyy pertama kali nginjek pulau kalimantan nih. Sebagai jalan-jalan pertama di tahun 2017, aduh seneng banget alhamdulillah. Apalagi disponsori oleh sepupu baik hati yang sudah lama menetap disana, makin happy deh. Berangkat hari Jumat dengan penerbangan LionAir pukul 07.50 dari bandara Soekarno Hatta menuju bandara Sepinggan, Balikpapan. Karena Kaltim masuk zona waktu WITA, maka jam tangan buru-buru deh diupdate. Kalau handphone biasanya otomatis mengikuti waktu setempat.

Bandara Sepinggan memang gak sebesar Soetta, tetapi mengundang kekaguman. Bersih dan keren, cuy. Yah mungkin karena Sepinggan masih baru dan gak sesibuk Soetta, tapi tetep aja kalau dibandingin Terminal 1A mahh.. *oke-lanjut* Kota Balikpapan ternyata gak besar cuma rapiiih banget. Karena terletak daerah pesisir pantai, kita bisa lihat laut dari pinggir jalan raya. Kapal besar maupun kecil lalu lalang. Dan karena Balikpapan itu kota minyak, jadi banyak perusahaan migas juga batubara berkantor disekitarnya. Uniknya tidak ada angkot disana, yang ada taksi. Sebutan untuk angkot, ya taksi. Kalau taksi beneran, disebutnya taksi argo. Hehehe.

Continue reading “Kalimantan Timur, Kado Awal Tahun (1)”

Resolusi Tahun Baru?

Haai..!! First blogpost of the year nih. Apa kabarmu di tahun 2017? Punya resolusi?

Hmm sebetulnya gue merasa ini terlalu cepat diungkapkan. Tapi.. gue mulai belajar berjilbab. Bismillahirrohmaanirrohiim. Gue kepengen pakai jilbab. Niat ini sudah mengendap selama satu bulan terakhir, but I didn’t tell anybody. Sebulan terakhir sering bicara dalam hati, “lihat perempuan berjilbab kok rasanya adem yah. Cantik gituh..”

Then I made the first move. Gue belanja manset, ciput, dan jilbab instan secara online di Hijabenka. Ini kode referral supaya kalian dapat diskon Rp. 25.000 pada pembelian pertama. Promosi tak dibayar lhooh..

Continue reading “Resolusi Tahun Baru?”

Makassar, Mimpi Jadi Kenyataan (1)

Whooossssaaahhhhhh..

Mimpi apa gue bisa menjejakkan kaki di kota Makassar dan Tana Toraja. Rasanya seperti khayalan yang terwujud. Kedengaran lebay sih tapi ini yang gue rasain. Masih sesak di dada. Ciiyeeeh.. Soalnya bertahun-tahun yang lalu gue pernah pengin ke Makassar sama Tana Toraja tapi gak ada barengan kesana. Yasudah dipendam sendiri deh. Dan akhirnya Oktober 2016 semuanya jadi kenyataan. Waktu landing di bandara Sultan Hasanuddin gue hampir nangis saking emosionalnya. Mungkin karena saat itu gue teringat nyokap.

Kota Makassar sih panas yaa, secara letaknya dekat pantai. Kami beruntung, kesana pas musim hujan jadi agak mendung. Alhamdulillah selama disana gak kehujanan hanya kena gerimis kecil. Kalau Toraja letaknya di pegunungan jadi dingin. Pas mandi pagi airnya brrrr!

Continue reading “Makassar, Mimpi Jadi Kenyataan (1)”

Family Gathering (Without Family)

Akhir Juli lalu, untuk pertama kalinya memberanikan diri mengikuti acara family gathering warga komplek tempat tinggal gue, tepatnya RT 04. Karena Atok gak mau ikutan jadinya berangkat sendiri. Tapi alasan utamanya adalah gue kepingin kelihatan terlibat dalam acara RT, setelah banyaknya bantuan dari tetangga saat mengurus acara almarhum orang tua gue. Hitung-hitung biar eksis gitu setelah gak ada nyokap.

Rombongan terdiri dari dua bis, berangkat jam enam pagi dari Indomaret depan komplek. Tujuannya ke Congo Cafe & Gallery, Dago Pakar, Bandung. Wah ternyata banyak juga yaa yang ikut.. dari balita sampai nenek-nenek. Namanya juga family gathering. Masuk kota Bandung sekitar jam sepuluh pagi. Seperti biasa, melewati gerbang tol Pasteur kendaraan udah mampet. Di dalam kota pun sama macetnya. Akhirnya sampai tempat tujuan sekitar jam sebelas siang.

Continue reading “Family Gathering (Without Family)”

Jatuh Cinta di Taman Nasional Bromo Tengger

Bromo mountain is one of my bucketlist. The place I must visit before I die. Dan akhirnya kesampaian sampai puncak. I’m very happy. Ihiiiyyy.. 😀 😀 😀

Trip ke Malang kayaknya gak komplit kalau gak ikutan trip ke Bromo. Gue gak sengaja menemukan operator open trip yang menawarkan harga dibawah harga rata-rata open trip lainnya. Namanya Visit Bromo. Memang kami disuruh berkumpul di meeting point depan masjid alun-alun Malang, gak dijemput ke hostel. Tapi gak apa-apa yang penting murah hehehe. Jalan kaki paling sekitar 15 menit aja.

Jam setengah dua belas malam kami keluar hostel, sekalian mengembalikan kunci kamar. Karena jam kembali dari trip Bromo esok harinya pasti sudah melewati batas waktu checkout. Tapi kami diperbolehkan nitip barang-barang dan bersih-bersih sekembalinya dari Bromo. Baik deh si Mador hostel.

Continue reading “Jatuh Cinta di Taman Nasional Bromo Tengger”

Menginap di Dorm Hostel

There is always be the first time.. selalu ada waktu untuk pertama kali. Seperti trip ke Malang kemarin, gue pertama kalinya menginap di dorm hostel. Pilihan ini didasari fakta bahwa kami travelling with very limited budget. Dana terbatas namun keinginan melangit hahahaha. Sebelum jalan-jalan dimulai, gue mencari penginapan melalui aplikasi traveloka di gadget, dan memilih harga sewa kamar termurah dari daftar yang ada. Yang paling murah adalah tak lain tak bukan, kamar dorm. Karena akan menginap kamar dorm untuk pertama kali, gue dan travelmate mencari informasi melalui blog-blog yang bertebaran di jagat raya internet. Supaya gak bingung-bingung amat.

Dorm hostel bukan sesuatu yang baru. Tapi bagi yang awam, dormitory hostel adalah penginapan yang menyewakan kamarnya bukan atas nama satu orang, melainkan banyak orang. Karena yang disewakan bukan keseluruhan kamar, tapi hanya kasurnya. Iya, kita sewa satu kasur untuk satu orang. Sisanya sharing. Tapi beberapa dorm menyediakan loker disertai kunci untuk masing-masing tamu. Dan gak semua dorm menyediakan handuk mandi, jadi musti sewa lagi dengan biaya tambahan. Beda hostel bisa beda rule, tapi yang pasti gak boleh merokok di kamar. Komplen aja kalau ada yang nekad. Because its shared area.

Continue reading “Menginap di Dorm Hostel”

Pengalaman ke Pameran Otomotif IIMS 2013

Kenang-kenangan saat mengunjungi salah satu pameran mobil ternama di Indonesia, International Indonesia Motor Show, tahun 2013 yang lalu.

sumringah-dirangkul-rifat-sungkar

Oke, foto diatas seharusnya untuk kepentingan pribadi. Tapi entah kenapa diposting juga disini. Mungkin karena guenya terlihat bahagia. Yaiyaalaahhh! Tuh kami serasi kann.. hahahaha. Uughh melting gue..

Continue reading “Pengalaman ke Pameran Otomotif IIMS 2013”