Family Gathering (Without Family)

Akhir Juli lalu, untuk pertama kalinya memberanikan diri mengikuti acara family gathering warga komplek tempat tinggal gue, tepatnya RT 04. Karena Atok gak mau ikutan jadinya berangkat sendiri. Tapi alasan utamanya adalah gue kepingin kelihatan terlibat dalam acara RT, setelah banyaknya bantuan dari tetangga saat mengurus acara almarhum orang tua gue. Hitung-hitung biar eksis gitu setelah gak ada nyokap.

Rombongan terdiri dari dua bis, berangkat jam enam pagi dari Indomaret depan komplek. Tujuannya ke Congo Cafe & Gallery, Dago Pakar, Bandung. Wah ternyata banyak juga yaa yang ikut.. dari balita sampai nenek-nenek. Namanya juga family gathering. Masuk kota Bandung sekitar jam sepuluh pagi. Seperti biasa, melewati gerbang tol Pasteur kendaraan udah mampet. Di dalam kota pun sama macetnya. Akhirnya sampai tempat tujuan sekitar jam sebelas siang.

Continue reading “Family Gathering (Without Family)”

Merdeka Dari Galau (Filosofi Ala Ala)

Bahas kemerdekaan negara kita tercinta, Indonesia, yuk! Hehehehe bercanda ding.. topiknya terlalu berat. *tunjuk-kepala-sendiri*

Bagaimana kalau kita membahas kerupuk. Iya, kerupuk. Makanan pendamping yang selalu dicari saat suasana kurang meriah. Makanan yang terkadang disalahkan atas meningkatnya kadar kolesterol atau berat badan seseorang. Makanan yang dikira tidak berpengaruh pada kondisi pencernaan, eh ternyata berpengaruh. Coba deh googling dengan keyword ‘bahaya makan kerupuk’.

Sekian banyak jenis kerupuk di Indonesia, kenapa yang jadi bahan perlombaan cuma si kerupuk putih. Karena bolong-bolong supaya gampang diikat tali rafia? Iya bener juga sih *gak-ada-perlawanan*. Tapi lagi-lagi, kerupuk yang ringan bobotnya, besar dampak sosialnya. Kok begitu? Pernah bawa atau dibawain oleh-oleh kerupuk khas daerah kan.. yang ngerubutin banyak kan.. Maksud gue dengan begitu jadi nambah pergaulan. Mungkin kenyataannya lebih kepada sok akrab karena ada makanan gratis.

Continue reading “Merdeka Dari Galau (Filosofi Ala Ala)”

I Never Be A Cool Kid

As long as I remember, the little me inside never settle to one solid ground. What caused? The answer is I put my serenity about how cool my friends is. Depend my life and my existence with what group of friends that I should belong. Never repeat my mistake, people. That is the most fragile ground. Friends could come and go, so do you.

If you do not satisfied with your life, it is not your peer fault. It is yours. They have insecurities like you. So it is  your parent fault? No, guys. It fully yours. Do not expect them to be container that holds all your fault. Just fix your heart and soul.

I am not trying to be religious person here, but we do moved by God’s hand. The peer pressure, lack of parental knowledge, school, break up, getting money, etc.. Everything we have been through is a lesson. Like you already know, my parent has passed away and now I am striving to find a new job. This is an ordeal for me. But in this condition, made me realize something. I ain’t need cool friends. I need a caring and helpful friends.

At the end of the day, it is you who can move the mountain or dive the deep blue sea. Still angry with your life? change your habit!

Medsos: Sombong Boleh, Norak Jangan

Seorang teman di media sosial bernama Path, pernah mengunggah status seperti ini, “Media sosial sesungguhnya adalah tempat berbagi dan pamer, yang membedakan adalah noraknya.” Wahahahahahaha. Gue ketawa dalam hati, ketawa ngakak malah. Seandainya teman gue itu ada dihadapan gue, bakal gue acungkan dua jempol sambil berurai air mata penuh haru. Lebay memang ilustrasi ekspresi gue. Tapi itu yang betul-betul akan gue lakukan seandainya dia disini. Sist, status elohhh benerrrr bangeudh..

Continue reading “Medsos: Sombong Boleh, Norak Jangan”

No Title.

The most beautiful makeup of woman is passion. But cosmetics are easier to buy. – Yves Saint Laurent

Nemu quote ini dari instagram. Betapa mengena di kehidupan gue karena saat ini pun lagi mencari apa passion gue. Terkadang inginnya terjun ke hal kreatif, tapi juga penasaran dengan bisnis. Apa gue jadiin satu aja ya..

Sekilas membaca posting blog lama, sepertinya gue tertarik dengan membuat perhiasan dan pakaian yaa. Apa musti gue coba cari info untuk kursusnya?

Posted from WordPress for Android

My Mind Rejected My Own Mind

Recently I think that I turned out good as well. For being not surrender for living in this body. I’ve bullied since elementary school. That is why I got the introvert side. I have difficulty to trust other people. I like to have friends, but making sure that my closest friend circle as little as possible. What is my greatest fear? rejection. Writing that word already making me cringe. I hate rejected by people. So all this time, I really try to not begging for something from someone else. What if they reject my request? this is always stuck in my head. I just running my job until I cannot breathe then hoping somebody else will see me so they will offering help. It’s not right, I can feel it. But I’m scare. What should I do to get rid this mindset from my brain..

Home Sweet Home

Hmm.. okeey..
Gue nganggur sekarang.
Bukan bangga, bukan sombong.
Gue butuh istirahat. Waktu untuk berada di rumah lebih lama.
Merasakan apa yang rutin dikerjakan di rumah. Capeknya juga magernya.
Setelah apa yang sudah terjadi beberapa tahun ke belakang. Gue butuh sesuatu yang baru di tahun baru 2016.
Terus duitnya gimana? Mulai menipis sih. Mulai ketar-ketir.
Tapi, gue menikmatinya. Masa-masa jobless di rumah.
Entah kapan mau apply kerja lagi.
Oh ternyata membiayai seluruh kebutuhan rumah tangga itu.. mehong yee cyiin.
Semoga rumah yang dibangun orang tua gue ini tetap bertahan selamanya.

Posted from WordPress for Android

Keep Being Happy

Sedikit kebanggaan ketika naik commuter line. Kayak di film gitu.. 😆 Melihat pengguna kereta yang punya berbagai latar belakang. Nebak-nebak kerjaan ini orang apa ya.. Gue punya mimpi bisa keliling eropa. Bisa naik kereta disana. Sebelum sampe sana, bersyukur dulu dengan yang ada sekarang. Mungkin besok ditambah rejeki sama Allah.

Bulan lalu gue mengajukan resign dari kantor sekarang. Last day gue tanggal 31 desember alias akhir tahun nanti. Gak bilang-bilang ke Budhe soalnya takut dimarahin. Walaupun tanggal di kalender seolah masih lama, tapi ngerasanya tinggal sebentar lagi. Apalagi bulan desember besok gue genap empat tahun kerja disana. Apakah akan ada kantor yang seperti ini lagi..? Yang gue omongin ini seneng-senengnya aja. Sedihnya? Gak mau gue ulang.  Continue reading “Keep Being Happy”

A Very Boring Story

New blog post after one year…

Terbangun dengan perasaan sepi itu gak menyenangkan. Sedih malah.

Saya bangun tidur, pagi hari, mau siap-siap berangkat ke kantor, dan gak bisa menghentikan reflek dalam hati, “kok mama gak bangunin ya?” Terus ingat bahwa mama saya sudah almarhum. “Oiya mama udah gak ada..”

Blog post sebelum inilah yang mempengaruhi membuat cerita curhatan diatas. Setahun yang lalu saya masih kondangan bareng nyokap. Saya ingat lokasinya di gedung darmawangsa. Ngeluh kakinya sakit makanya pake sendal teplek. Kalau dulu saya lebih perhatian lagi, mestinya dulu saya bawa ke dokter. Hmm sudah lewat, sudahlah.  Continue reading “A Very Boring Story”