I love Theme Park

I love theme park! Seingat gue baru satu kali sih ke theme park, tapi langsung suka. Bukan kepada wahana permainannya, tapi suasana dan event di dalamnya.

Pada Maret 2012 lalu, gue bersama teman-teman kantor refreshing ke Kota Bandung. Dari Jakarta berangkat menggunakan travel Day Trans. Kami menyewa sebuah rumah untuk menginap lalu seorang teman meminjam mobil kantor buat jalan-jalan. Pertama-tama kita menuju Trans Studio Bandung. Harga tiketnya agak mahal, sekitar Rp. 240.000 untuk dua orang. Kalau belinya pakai kartu dari bank mega nanti dapat diskon. Yang kita dapatkan adalah kartu tanda masuk, jadi jika ingin kesana lagi tinggal isi ulang nominalnya. Tiket masuk ini all in, jadi tidak ada pembelian tiket lagi di tiap wahana. Kecuali makanan, minuman atau souvenir itu gak termasuk di harga tiket. Continue reading “I love Theme Park”

Me Heart Wardah’s Lip Products

Pingin deh pamer sesuatu yang girlie banget.. Seperti lipstick dan lipgloss baru saya ini.. huehehehe

image
penampakan

Untuk membuktikan bahwa gue itu juga peduli sama urusan dandan. Mari membahas secara ringkas tentang perona bibir saya ini. (Koleksi lipen lainnya ada di post terbaru disini)

Masih dalam hawa pamer ūüėÜ saat belanja kebutuhan rumah tangga tadi siang, gue dibeliin lipstik en lipgloss sama mama tercincah. Merknya Wardah. Untuk lipstick gue pilih exclusive 47 light rose. Dan lipglossnya gue pilih wondershine 04. Which is memang pasangan si lipstik.

Pas pertama coba, langsung demen sama warnanya. Kata mbak spg sih kurang cerah warnanya. Tapi gue sukanya warna soft en netral. Dan juga hal paling mutlak adalah menutupi warna hitam bibir gue. Soalnya dulu pernah punya lipstik yang gak nutup bibir hitam gue. Alhasil kurang bagus jadinya.

Kembali ke laptop.. Gue bahagia telah memiliki lipstik baru ini. Udah lama gak punya lipstik warna pink. Selain lipgloss Revlon shine thats pink gue. Tapi lipgloss Wardah ini pinknya beda kok.. *indefense*

Gue juga punya Revlon colorburst rosy nude, Revlon lip butter berry smoothie, Revlon colorstay creamy coral (yang kalau dipake jadi kering bibir). Sama Oriflame giordani pink passion. Yang ini sebetulnya hadiah ulang tahun sih.

image
setelah-dipulas

Kalo dipulas ke bibir jadinya begitu deh.. Ga terlalu keliatan yah? Namanya juga warna soft en netral.

Udah sejam lebih pake lipstik plus sedikit lipgloss di bibir, gak terasa kering. Artinya cocok nih! Aseeek.

Posted from WordPress for Android

Antara Struk dan Rekening

Pernah gak, pas buka lemari baju serasa masuk toko? Soalnya tag harga atau merknya belum dilepas dari bajunya. Digantung begitu saja dilemari. Jangankan dicuci, dipakai saja belum. Hmm, pernah gaak..?

Gue pernah hahaha. Tahu alasannya kan.. Untuk mengingatkan diri sendiri bahwa kemarin-kemarin baru beli baju baru, jadi jangan beli lagi. Tapi kadang iman kurang kuat, akhirnya gue beli baju lagi. Hahaha. Tapiii bukan dalam waktu dekat lho yaa *self-defense*.

Semakin gue berpikir musti ngirit karena pengeluaran sudah banyak, semakin gue ingin belanja. Terus lihat diskon gede. Terus bajunya lucu. Terus terus.. Aaaargh..
Continue reading “Antara Struk dan Rekening”

Bloodtype, Alias Golongan Darah

Gue punya temen yang percaya banget sama kepribadian menurut golongan darah. Bahwa golongan darah tertentu mempunyai ciri khas. Maka doi selalu berusaha membaca gerak gerik kawan-kawannya, terus nebak golongan darah kita apa.

Gue sih ketebak. Haha..

Terus gue sempetin diri browsing tentang perilaku atau sifat dari masing-masing golongan darah. Dan banyak artikel di internet yang bilang beda golongan darah maka beda pula ciri-cirinya.

Oohh baru ngerti sayah..

Gue? Hmm.. Kasih tau ga yaa..

Golongan darah B. Yang katanya mempunyai tingkah laku ‘cuek saja atau hajar sekalian’.

Yang ngerasa angkat tangan hayooo

Gue belum cari tau banyak tentang hal ini siih. Tapi temen-temen bisa nyari di internet. Twitter juga ada. Ada yang mau sharing golongan darah plus sifat-sifatnya?

Cii-luk-baa.. Dadaaaaa..

Posted from WordPress for Android

Melarikan Diri ke Solo

April 2011 lalu, ada suatu ketika dimana kepala gue hampir pecah. Bukan dalam arti yang sebenarnya, tapi rasanya suntuk luar biasa. I have to escape now!! Terus gue memutuskan akan mengunjungi teman sejak SMP, Nur Widiya, yang sedang melanjutkan kuliah di Solo. Niatnya sih sudah dari lama mau main kesana, hanya momen yang pas belum datang.

Sebelum berangkat gue cari-cari informasi ke teman gue itu. Setelah dipikir-pikir, karena gue berangkat sendiri, maka moda perjalanan gue ke Solo mencontek apa yang biasa digunakan oleh dia. Jadilah gue memesan tiket bus malam Rosalia Indah, di pool daerah Ciputat karena dekat rumah, tipenya super eksekutif. Pertama kali keluar kota naik bus sendirian, yeaayy..

Ini pertama kali gue naik bus super eksekutif. Alasan teman gue, kalau kita jalan sendirian transportasinya musti yang nyaman. Harganya emang mahal namun interior busnya oke. Hanya satu yang gue kurang suka, AC-nya dingin banget. Disarankan memakai kaos kaki walau nanti diberikan selimut.¬† Continue reading “Melarikan Diri ke Solo”

Amazing Dieng

Going for hike for the first time. Itenary sudah dibuat oleh teman kantor, dan ketika gue ditawarin langsung mau. Istilahnya aji mumpung hehehe. Mumpung ada yang mikirin perjalanannya kita tinggal ngikut aja. Teman gue bilang kita bakal padat banget acaranya, gue jawab gak apa-apa. Jadilah enam cewek-cewek beraksi di luar kota (gue sendiri, Enjel, Dian, Dita, Devina, dan satu lagi lupa namanya, maaf yaa).

Kami cabut dari kantor jam empat sore menuju stasiun Pasar Senen, naik kereta malam supaya esok pagi sudah di stasiun Tawang Semarang. Dijemput oleh mantan teman sekantor kami, Sherly. Dia bawa kita muter-muter kota terus ke Hotel Simpang Lima Residences. Kamarnya lucu ada aquarium berisi ikan hias pada dinding sekat kamar mandi dengan kamar tidur.

Continue reading “Amazing Dieng”

Tamasya ke Kebun Raya Bogor

Gue, Yussy, Dyah, dan Yunita kepingin jalan-jalan bareng tapi bukan ke mall. Abis kita mejanya sederetan tapi gak pernah jalan bareng, kecuali mejanya si Dyah karena dia posisinya di ruang developer. Akhirnya diputuskan mau ke Kebun Raya Bogor. Begitu denger tujuannya mau kemana, si Dita, teman satu deretan juga, gak mau ikutan. Mungkin kurang menarik bagi dia. Yaudah berempat aja cuuss.

Pada hari H, gue minta dianterin sampai halte busway Setiabudi, karena kereta arah Bogor berangkatnya dari Stasiun Kota. Ini pertama kalinya gue kesana, rasanya deg-degan baru pertama kali ke stasiun Kota, sendirian lagi. Sampai disana sudah ada Yunita sama Yussy. Gak lama kemudian muncul Dyah.

Continue reading “Tamasya ke Kebun Raya Bogor”