Tana Toraja, Mimpi Jadi Kenyataan (2)

Inhale… exhale… uhuuy akhirnya nyampe di toraja…

Maafin sikap norak gue diatas. Abis gak disangka ini terwujud juga seperti previous blog post. Perjalanan 8 jam dari Makassar yang ditempuh menggunakan bus malam seperti tak berasa. Iyalah selama perjalanan pada molor. Maaf gak foto interior bus tersebut namun boleh dicoba nih bus Metro Permai.

Kami disambut hujan gerimis sesampainya di kota Rantepao sekitar jam 6 pagi. Karena travelmate gue, Dita, sudah booking mobil beserta supirnya jadi langsung deh dijemput. Dengan harga Rp. 500.000 per 12 jam dan sudah termasuk bensin kami muter-muter Toraja. Karena gue sudah terbiasa pulang kampung waktu kecil dulu jadi lihat pepohonan hijau gak terlalu wow. Tapi tetep excited kok lihat batu-batu karst yang keren.

Continue reading “Tana Toraja, Mimpi Jadi Kenyataan (2)”

Advertisements

Nongkrong, Melepas Jenuh Atau Ajang Gosip..?

Nongki-nongki syantiiekk setelah jam kantor emang nyenengin, apalagi kalau bareng temen dekat atau temen-temen satu angkatan di kantor. Ngomongin tentang kerjaan dan diluar kerjaan. Pokoknya seru, dan ngilangin stress. Apalagi karyawan yang belum kewong (kawin), kan bebaass tuh mau kemana aja. Asal besoknya bisa bangun pagi buat ngantor lagi.

Satu hal yang merekatkan hubungan pertemanan adalah obrolan yang nyambung. Kalau gak nyambung, gak sreg, apalagi gak cocok sama orangnya, byee.. Kita menjaga profesionalitas aja, tapi gak berbagi rahasia atau curhatan.

Continue reading “Nongkrong, Melepas Jenuh Atau Ajang Gosip..?”

Nikah Adat Batak. Alamaakkk..

Pekanbaru, jarak terjauh gue dari rumah yang masih dalam negeri. Pertama kali menginjak pulau Sumatera nih. Akhirnya keluar pulau Jawa juga. Kasian yah hahaha.. Akibat jarang piknik, eksplorasi gue di Indonesia jadi belum banyak bahkan di pulau Jawa ini sendiri. Pengennya semua provinsi didatangin gitu, biar banyak pengalaman.

Bukan ke Pekanbaru yang jadi spotlight, karena alasan gue kesana adalah menemani teman kondangan ke temannya yang akan menikah. Gue rada gampangan soal jalan-jalan sih. Jadi gue gak kenal siapapun disana. Gue di kota Pekanbaru hanya satu hari terakhir sebelum flight pulang jam setengah tujuh sore ke Jakarta. Dua hari sebelumnya gue ke rumah si calon pengantin, juga ke acara pernikahan. Berangkat dari bandara Soekarno Hatta jam 08.30 pagi, asalnya jam 06.00 cuma kena reschedule.

Continue reading “Nikah Adat Batak. Alamaakkk..”

Sampai Ke Puncak, Akhirnya..

Maksud eike Puncak, Bogor, lhoo.. Udah lama bangeett gak main ke Puncak, terakhir kali tuh bertahun-tahun yang lalu. Yah secara gak ada yang ngajakin kesana. Dulu pun diajak Bokap gue jalan-jalan sekeluarga. Sebelumnya lagi acara sekolah. Yah bisa dihitung jari lah gue menjejakkan kaki disana. Nah ceritanya sebelum gue resign pada tahun lalu, gue ditawarkan untuk ikut acara anak-anak team IT di Puncak. Belakangan baru gue tahu bahwa acara tersebut disponsori salah satu vendor kantor.

Dalam dua hari satu malam, kami menginap di Via Renata. Pagi-pagi hari Sabtu gue udah nyampe kantor. Baru kali ini ke kantor sambil menghirup udara seger karena sepinya kendaraan bermotor di jalan MT. Haryono. Pas naik ke lantai 4, eh sebagian peserta sudah hadir. Terus gue disorakin deh karena ada alumni masuk lagi hahaha. Padahal kan cuma gara-gara ikut acara doang. Kami disuruh pakai polo shirt warna biru sebagai seragam outing.

Continue reading “Sampai Ke Puncak, Akhirnya..”

Friendship is …

Mengutip salah satu twit yang gue follow..

Persahabatan harus didasari oleh kepercayaan. Kamu tidak bisa bersahabat jika kamu tidak mempercayai sahabatmu. – @pepatah

Gue sangat setuju! Do you trust me? 🙂 🙂

Karena persahabatan itu adalah pertemanan yang teruji oleh waktu. Dimana waktu yang dimaksud adalah bukan hanya senang-senang saja. Tapi oleh segala hal yang bikin kecewa, sakit hati, marah, cemburu, iri, dan lain-lain. Kamu atau sahabatmu akan kembali ke satu sama lain. Rasa sayang dan saling membutuhkan lebih kuat dari sifat buruk yang barusan disebut. Jauh di dasar hati akan muncul suatu pernyataan, yang mana menjadi alasan terkuat mengapa orang tersebut menjadi sahabat kalian.

Ditinggal Kawin (T_T)

Ini curhatan lenjeh seorang perempuan yang ditinggal kawin sahabatnya. Tiba-tiba saja merasa agak kesepian karena prioritas dirinya turun dibanding suami sahabatnya tersebut. Padahal wajar sewajar-wajarnya kalau sudah menikah pasti fokus membina rumah tangga. Soalnya kami tuh dekat begitu lama dan sering main bareng, ketika ada orang baru yang masuk di kehidupan kami, kok rasanya seperti dilengserkan uhuhuhu.. Gue ikut bahagia kok saat sahabat gue menikah. Beneran. Bahkan saat akad nikah berlangsung, gue tuh berbunga-bunga sekali. Cuma waktu resepsi muncul sebersit rasa sedih, ketika mereka berjalan diatas karet merah menuju pelaminan. Rasanya kayak byeeee taamm..

Continue reading “Ditinggal Kawin (T_T)”

Makan Besar di Sailendra

image
bareng-pipit

Akhirnya bisa foto disini. Restoran ini ini terletak di dalam Hotel JW Marriot. Gue baru pertama kali masuk ke hotel ini. Ternyata lobby hotelnya bagus ya.. norak-mode-on

Ceritanya untuk pertama kali team IT selantai ada acara makan-makan bareng di luar kantor. Apakah sepenuhnya diambil dari budget kantor? tentu tidak. Kami menabung selama setahun, per bulannya setor Rp. 20.000 ke ibu sekretaris bos. Tapi akhirnya disubsidi sama pak Direktur sih. Emang sengaja ngumpulin duit buat kas begini, tujuannya supaya punya budget untuk acara senang-senang.