Gagal Baking (Maning)

Diantara kegagalan demi kegagalan dalam membuat bolkus alias bolu kukus, maka kemarin gue mencoba sekali lagi. Siapa tahu tangan ini sedang gak dikutuk bikin boltet alias bolu bantet. Abis dari berapa kali percobaan yang hasilnya bisa dimakan cuma satu kali. Boltet lainnya akhirnya digoreng karena sayang dibuang. Kali ini gue gak terlalu pede bikin from scratch. Jadi terpikirlah ide bagaimana meminimalisir resiko. Salah satu solusi yang digunakan adalaaahh.. (jeng..jeng..jengg) pakai yang instant. Hahahah..

Dibawah ini merupakan gambaran usaha gue dalam menghasilkan bolkus. Tapi setelah baca petunjuk di belakang kemasannya, adonan ini harus ditambahkan beberapa bahan. Yaitu 100 ml mentega cair, satu butir telur, dan air putih lima sendok makan. Yah kirain tinggal kocok terus kukus. Gak mau repot heheheh. Ya sudah diikuti saja.

Continue reading “Gagal Baking (Maning)”

Advertisements

Family Gathering (Without Family)

Akhir Juli lalu, untuk pertama kalinya memberanikan diri mengikuti acara family gathering warga komplek tempat tinggal gue, tepatnya RT 04. Karena Atok gak mau ikutan jadinya berangkat sendiri. Tapi alasan utamanya adalah gue kepingin kelihatan terlibat dalam acara RT, setelah banyaknya bantuan dari tetangga saat mengurus acara almarhum orang tua gue. Hitung-hitung biar eksis gitu setelah gak ada nyokap.

Rombongan terdiri dari dua bis, berangkat jam enam pagi dari Indomaret depan komplek. Tujuannya ke Congo Cafe & Gallery, Dago Pakar, Bandung. Wah ternyata banyak juga yaa yang ikut.. dari balita sampai nenek-nenek. Namanya juga family gathering. Masuk kota Bandung sekitar jam sepuluh pagi. Seperti biasa, melewati gerbang tol Pasteur kendaraan udah mampet. Di dalam kota pun sama macetnya. Akhirnya sampai tempat tujuan sekitar jam sebelas siang.

Continue reading “Family Gathering (Without Family)”

Menginap di Dorm Hostel

There is always be the first time.. selalu ada waktu untuk pertama kali. Seperti trip ke Malang kemarin, gue pertama kalinya menginap di dorm hostel. Pilihan ini didasari fakta bahwa kami travelling with very limited budget. Dana terbatas namun keinginan melangit hahahaha. Sebelum jalan-jalan dimulai, gue mencari penginapan melalui aplikasi traveloka di gadget, dan memilih harga sewa kamar termurah dari daftar yang ada. Yang paling murah adalah tak lain tak bukan, kamar dorm. Karena akan menginap kamar dorm untuk pertama kali, gue dan travelmate mencari informasi melalui blog-blog yang bertebaran di jagat raya internet. Supaya gak bingung-bingung amat.

Dorm hostel bukan sesuatu yang baru. Tapi bagi yang awam, dormitory hostel adalah penginapan yang menyewakan kamarnya bukan atas nama satu orang, melainkan banyak orang. Karena yang disewakan bukan keseluruhan kamar, tapi hanya kasurnya. Iya, kita sewa satu kasur untuk satu orang. Sisanya sharing. Tapi beberapa dorm menyediakan loker disertai kunci untuk masing-masing tamu. Dan gak semua dorm menyediakan handuk mandi, jadi musti sewa lagi dengan biaya tambahan. Beda hostel bisa beda rule, tapi yang pasti gak boleh merokok di kamar. Komplen aja kalau ada yang nekad. Because its shared area.

Continue reading “Menginap di Dorm Hostel”

Pengalaman ke Pameran Otomotif IIMS 2013

Kenang-kenangan saat mengunjungi salah satu pameran mobil ternama di Indonesia, International Indonesia Motor Show, tahun 2013 yang lalu.

sumringah-dirangkul-rifat-sungkar

Oke, foto diatas seharusnya untuk kepentingan pribadi. Tapi entah kenapa diposting juga disini. Mungkin karena guenya terlihat bahagia. Yaiyaalaahhh! Tuh kami serasi kann.. hahahaha. Uughh melting gue..

Continue reading “Pengalaman ke Pameran Otomotif IIMS 2013”

Nonton Bioskop, What?

Kadang gue dengar orang ngomong begini, “eh kita nonton bioskop yuk”. Nonton bioskop?! Eh emang bioskop kalau ditonton bisa lebih menarik dibanding filmnya..? Ada-ada aja. Maafkan kenyinyiran gue pagi ini.

Gue termasuk jarang nonton film di bioskop. Kalau gak diajak teman, paling nunggu film apa yang disuka. Di tempat tinggal gue, Ciputat, dahulu kala terdapat bioskop yang lokasinya di lantai paling atas gedung pertokoan Borobudur. Gue ingat nonton film Little Mermaid bareng (alm.) Bokap. Rasanya seneeeng banget. Sebelum akhirnya gedung itu terbakar (atau dibakar?) saat kerusuhan Mei 1997. Luluh lantak dan tak dibangun lagi hingga sekarang. Gue ingat bisa melihat kobaran api dari tempat jemuran baju di rumah. Waktu itu gue kelas 5 SD. Ah sudahlah kita gak bahas itu sekarang.

Continue reading “Nonton Bioskop, What?”

Zumba Exercise is Fun

Mari dengarkan gue bercerita tentang senam zumba dengan bahasa gado-gado. Pardon my english, hehehe.

I’d been hoping to attend dance class for very long time. Kalau gak salah tahun 2013, I found the information that in my office held a zumba session. I instantly interested. And within period 2013 to 2014, I joined the zumba session after office hour (setelah jam 5 sore). At that time, I lived near the office (renting room aka ngekost), so I had no problem with my way home at night. Gak khawatir kecapekan di jalan. Kalau rumahnya jauh bisa sampai rumah jam 9 lewat, terus besoknya masih ngantor pula.

Continue reading “Zumba Exercise is Fun”

ᕕ( ՞ ᗜ ՞ )ᕗ Walk Walk Walk

I’m not a runner, actually.. I’m a walker. 

Setiap orang punya olahraga kesukaan masing-masing. Kalau gue sukanya jalan, soalnya lari lebih capek, hehehe. Arena jogging pertama yang gue kenal adalah jalanan komplek tempat gue tinggal. Sebetulnya sih gak rutin olahraga karena dulu di sekolah ada pelajaran olahraga. Baru saat sudah bekerja, badan sering pegel-pegel akibat duduk di kantor seharian.

Satu manfaat yang gue cari saat jalan adalah menghilangkan stres. Lagi mikir mau olahraga dimana tiba-tiba teman kasih ide jogging di Taman Kota 1 BSD.

Continue reading “ᕕ( ՞ ᗜ ՞ )ᕗ Walk Walk Walk”

My Very Little Baby Steps

Hampir empat bulan gue nganggur. Dimana tabungan hampir habis, disitu terpikir cari uang lagi. Tapi gue masih gak mau kerja kantoran yang mana berangkat pagi pulang malam, dan seharian cuma duduk di depan monitor komputer. Keinginan gue tuh bisa kerja yang meaningful, minimal buat diri sendiri. Ih gue emosional banget ya. Mungkin karena tadi abis berantem mulut sama adek gue gara-gara keran air doang. Takut banget kalo misalnya sering-sering berantem nanti gak akur, secara orang tua udah meninggal. Tapi bener lho tentang omongan gue soal kerja tadi. Kepingin yang meaningful dan bermanfaat bagi orang lain. Belum kepikiran sih mau kerja apaan..

Lebih dari keinginan mau kerja ini itu, yang lebih dalam lagi yang gue inginkan adalah memahami diri sendiri. Bisa kompak sama jiwa aja udah seneng banget. Bayangin jika yang gue kerjakan adalah impian dari jaman dulu, atau ternyata yang gue kerjakan adalah kecintaan gue terhadap sesuatu. Masalahnya gue sering mempertahankan ekspektasi jauh ke atas. Mustinya kan baby step dulu yah. Nah ini gue sendiri sadar, terus gimana?  Kadang di dalam pikiran ada perdebatan tentang sosok gue ini seharusnya jadi kayak apa. Apa karena terlalu banyak keinginan namun minim pewujudan..
Continue reading “My Very Little Baby Steps”

Keep Being Happy

Sedikit kebanggaan ketika naik commuter line. Kayak di film gitu.. 😆 Melihat pengguna kereta yang punya berbagai latar belakang. Nebak-nebak kerjaan ini orang apa ya.. Gue punya mimpi bisa keliling eropa. Bisa naik kereta disana. Sebelum sampe sana, bersyukur dulu dengan yang ada sekarang. Mungkin besok ditambah rejeki sama Allah.

Bulan lalu gue mengajukan resign dari kantor sekarang. Last day gue tanggal 31 desember alias akhir tahun nanti. Gak bilang-bilang ke Budhe soalnya takut dimarahin. Walaupun tanggal di kalender seolah masih lama, tapi ngerasanya tinggal sebentar lagi. Apalagi bulan desember besok gue genap empat tahun kerja disana. Apakah akan ada kantor yang seperti ini lagi..? Yang gue omongin ini seneng-senengnya aja. Sedihnya? Gak mau gue ulang.  Continue reading “Keep Being Happy”