I Never Be A Cool Kid

As long as I remember, the little me inside never settle to one solid ground. What caused? The answer is I put my serenity about how cool my friends is. Depend my life and my existence with what group of friends that I should belong. Never repeat my mistake, people. That is the most fragile ground. Friends could come and go, so do you.

If you do not satisfied with your life, it is not your peer fault. It is yours. They have insecurities like you. So it is  your parent fault? No, guys. It fully yours. Do not expect them to be container that holds all your fault. Just fix your heart and soul.

I am not trying to be religious person here, but we do moved by God’s hand. The peer pressure, lack of parental knowledge, school, break up, getting money, etc.. Everything we have been through is a lesson. Like you already know, my parent has passed away and now I am striving to find a new job. This is an ordeal for me. But in this condition, made me realize something. I ain’t need cool friends. I need a caring and helpful friends.

At the end of the day, it is you who can move the mountain or dive the deep blue sea. Still angry with your life? change your habit!

Hari Anak Nasional

Selamat hari anak nasional! \(^,^)/

Gue sebetulnya gak kompeten berkomentar tentang hak anak, karena gue sendiri belum mempunyai anak. Tetapi pertemuan dengan keponakan kemarin, membuat gue berpikir. Dan lagipula gue kan juga anak-anak. Anak-anak di masa lalu maksudnya.

Hmm.. anak-anak katanya tahap kehidupan paling bahagia. Alasannya gak perlu mikir berat soal masa depan, biaya hidup, nilai IPK dan sebagainya. Tugasnya cuma bermain dan belajar. Side jobnya, menyenangkan orang tua. Nah ini yang kadang bikin heran. Terutama gue yang belum beranak. Bukankah tugas orang tua yang harusnya menyenangkan anak? Eh tunggu. Orang tua pun juga manusia yang kepengin dibuat bahagia. Jadi yang ideal bagaimana?

Continue reading “Hari Anak Nasional”

Very Long Heart Story

Saya tahu ini telat diucapkan. Apalagi menyatakan hanya lewat media sosial, yang seharusnya dilayangkan dalam doa setiap sholat. Tapi jauh sebelum tulisan ini dibuat, saya tahu saya sudah mengagumi kedua orang tua saya, bahkan secara tidak sadar. Dengan segala perbuatan mereka yang pernah membuat saya menangis dan sakit hati, tapi yang jauh lebih menyakitkan adalah tidak sempatnya saya untuk membuat mereka merasakan buah dari kerja keras mereka selama ini. Apakah sekarang ini saya termasuk orang yang berhasil? Saya rasa belum. Tapi saya tahu bahwa saya adalah orang yang beruntung. Seperti doktrin kebanyakan orang Jawa, apa aja dibuat untung. Misalnya, sudah yatim piatu, untung masih punya rumah dari orang tua. Continue reading “Very Long Heart Story”

Medsos: Sombong Boleh, Norak Jangan

Seorang teman di media sosial bernama Path, pernah mengunggah status seperti ini, “Media sosial sesungguhnya adalah tempat berbagi dan pamer, yang membedakan adalah noraknya.” Wahahahahahaha. Gue ketawa dalam hati, ketawa ngakak malah. Seandainya teman gue itu ada dihadapan gue, bakal gue acungkan dua jempol sambil berurai air mata penuh haru. Lebay memang ilustrasi ekspresi gue. Tapi itu yang betul-betul akan gue lakukan seandainya dia disini. Sist, status elohhh benerrrr bangeudh..

Continue reading “Medsos: Sombong Boleh, Norak Jangan”

Keep Being Happy

Sedikit kebanggaan ketika naik commuter line. Kayak di film gitu.. 😆 Melihat pengguna kereta yang punya berbagai latar belakang. Nebak-nebak kerjaan ini orang apa ya.. Gue punya mimpi bisa keliling eropa. Bisa naik kereta disana. Sebelum sampe sana, bersyukur dulu dengan yang ada sekarang. Mungkin besok ditambah rejeki sama Allah.

Bulan lalu gue mengajukan resign dari kantor sekarang. Last day gue tanggal 31 desember alias akhir tahun nanti. Gak bilang-bilang ke Budhe soalnya takut dimarahin. Walaupun tanggal di kalender seolah masih lama, tapi ngerasanya tinggal sebentar lagi. Apalagi bulan desember besok gue genap empat tahun kerja disana. Apakah akan ada kantor yang seperti ini lagi..? Yang gue omongin ini seneng-senengnya aja. Sedihnya? Gak mau gue ulang.  Continue reading “Keep Being Happy”

Friendship is …

Mengutip salah satu twit yang gue follow..

Persahabatan harus didasari oleh kepercayaan. Kamu tidak bisa bersahabat jika kamu tidak mempercayai sahabatmu. – @pepatah

Gue sangat setuju! Do you trust me? 🙂 🙂

Karena persahabatan itu adalah pertemanan yang teruji oleh waktu. Dimana waktu yang dimaksud adalah bukan hanya senang-senang saja. Tapi oleh segala hal yang bikin kecewa, sakit hati, marah, cemburu, iri, dan lain-lain. Kamu atau sahabatmu akan kembali ke satu sama lain. Rasa sayang dan saling membutuhkan lebih kuat dari sifat buruk yang barusan disebut. Jauh di dasar hati akan muncul suatu pernyataan, yang mana menjadi alasan terkuat mengapa orang tersebut menjadi sahabat kalian.