Serunya Perjalanan Pulang

Nostalgia masa kecil, boleh ya?

Dulu keluarga gue rajin sekali pulang kampung. Atau mudik ya, istilah tepatnya. Tiap lebaran Idul Fitri pasti absen mudik.

Kami berangkat pas setelah shubuh, tepat di hari raya. Jalanan masih sangat sepi dan gelap. Barang bawaan, jangan ditanya, pasti buanyak banget. Koper-koper isi pakaian sudah disiapkan beberapa hari sebelumnya. Makanan bekal pun sudah dipikirkan oleh nyokap gue. Sehari sebelum hari keberangkatan, bokap udah beres nyusun barang bawaan di atas mobil, ditutup kain terpal, diikat dengan tali tambang. Khas orang mudik banget kan.

Sejujurnya, kegiatan ini menjadi favorit gue banget. Kalau kedua bokap nyokap gue bisa mendengar, gue mau bilang terima kasih atas jasa-jasa mereka. Mau repot-repot melakukan perjalanan jarak jauh. Dari Tangsel ke Kutoarjo, terus lanjut Yogyakarta beberapa hari kemudian.

Continue reading “Serunya Perjalanan Pulang”

Happy Eid Al-Fitr

Taqabballahu minna wa minkum!

Selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H.

Minal aidin walfadzin.. Mari sambut hari kemenangan dengan kebiasaan yang jauh lebih baik! Alhamdulillah selesai perjuangan sebulan penuh menahan hawa nafsu dan memperbaiki diri.

Tahun 2020 memang berbeda, dan kita dipaksa untuk melihat dari kacamata yang beda pula. Ada sisi lain yang selama ini tak terpikirkan, jadi opsi-opsi menarik dan doable selama pandemi. Kita lebih bisa melihat, mendengar serta merasakan persatuan dalam keberagaman. See? You just become wiser than before!

Gak apa-apa. Gak ada yang berkurang dari Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini. Malah banyak pelajaran yang bisa diambil. Walau kumpul keluarganya via virtual dan sholat eid-nya juga di dalam rumah, but we still love each other as brothers and sisters.

Mohon maaf lahir dan batin ya. Dari gue, untuk kamu semua dimanapun berada.

❤ Hari raya #dirumahaja ❤

Ziarah Makam Sunan Kudus

Makam ini terletak di (tentu saja) kota Kudus. Beneran di tengah kota. Dekat sekali dengan pusat perdagangan, dan banyak sekolah pesantren di sekitarnya. Para peziarah juga membludak banyaknya. Padahal gue sampai disana sudah sore, sekitar jam 5. Tapi katanya ini emang makam sunan yang jarang sepi.

Tukang parkirnya sudah mahir mengatur kendaraan. Bagi pengendara motor juga ada parkiran sendiri, tapi bagi yang bawa mobil masih diarahkan parkir paralel di pinggir jalan. Jalanannya pun ruame banget. Menyebrang aja kesusahan. Pegadang kaki lima sama yang bertempat di ruko-ruko ini kayaknya udah paham, arus wisatawan di makam sunan Kudus.

Oh yang beda dengan ziarah gue sebelumnya di Cirebon, makam sunan Gunung Jati, adalah tidak adanya pemalakan sumbangan. Alhamdulillah!

Continue reading “Ziarah Makam Sunan Kudus”

Berlabuh dan Bertolak

Kau yang memberi luka, kau yang membawa tawa
Oh trauma..
Jika kedua rasa itu terus kau dera
Ku tersakiti bersamaan dengan ku bahagia

Kemudian.. Kau pergi begitu saja
Meninggalkan jejak-jejak angkara murka
Lalu kemana hawa hatiku kan membawa

Aku tersesak dalam limpahan emosi
Limbung kebingungan membanjiri
Mengapa ini semua terjadi
Padaku yang kurang kuat ini

Mencoba memahami arti
Takdir yang digariskan Sang Maha Suci
Beri aku waktu satu kali
Sampai kebijaksanaan terselami
Dan tenteram sudah kudapati

Selamat Libur Para Pegawai

Mengenang waktu gue masih bekerja kantoran, yang ketika ketemu tanggal merah udah kayak ketemu harta karun. Hmm kangen kerja kantoran.. Termasuk tanggal merah hari buruh setaiap 1 Mei ini. Gue sama teman-teman sekantor punya becandaan begini “Mustinya kita ikutan demo.. kan kita buruh..” hahaha 😀  geli kalau diingat-ingat.

Becandaan itu muncul karena etos kerja kita yang kadang kejar-kejaran sama deadline, sampai pulang malam pun hal wajar. Berangkat langit masih gelap, pulang juga sudah gelap. Walaupun gak melulu lemburan sih, ada kalanya pulang tenggo biar hidup seimbang dan badan tetap sehat.

Continue reading “Selamat Libur Para Pegawai”

Happy Fasting, Fren

Saudaraku, selamat menjalani ibadah Ramadhan.

Jangan lupa baca doa sahur sebelum tidur. Jaga-jaga biar gak kelewat baca doa kalau ngantuk berat pas sahur.

Jangan lupa banyakin mengaji alquran. Pahalanya berkali-kali lipat. Berkahnya berkali-kali lipat.

Jangan lupa bahwa puasa itu menahan syahwat, bukan cuma gak makan dan gak minum. Jenis syahwatnya kamu tahu sendiri deh.

Jangan gak sholat. Sholat berjamaah di bulan puasa tuh nikmat lho.

Minta maaf ke orang tua, sahabat, siapapun yang kamu punya kesalahan. Biar jalanin puasa dengan hati tenang karena lega.

Minta ridho ke Allah SWT, karena niat jalanin ibadah biar ikhlas terus.

Buat yang sudah berkeluarga, kerjasama ya. Gak usah esmosi, suami atau istri kamu sama lemesnya kayak kamu kok.

Kita sama-sama saling mendoakan ya..

wp-15794956431467670717104803274028.png

Earth Hour 2020

Mencintai tempat tinggal kita, bumi, caranya sederhana.. ya dijaga kebutuhannya.

Manusia punya kebutuhan, bumi juga punya kebutuhan. Jadi harus seimbang. Karena kalau timpang, hanya mementingkan salah satu saja, jadinya akan bencana. Oh bukan cuma manusia yang punya keperluan di muka bumi, ada hewan dan tumbuhan. Tapi diantara tiga mahluk tersebut, cuma manusia yang punya kecerdasan terbanyak. Yang sayangnya.. paling sering merusak. Sengaja maupun gak sengaja.

Ini ada perayaan simbolis namanya Earth Hour, 28 Maret jam 19.30-21.30 saja. Kita akan mematikan lampu supaya emisi karbon berkurang. Kepada rakyat republik onlen, yuk ikutan.

20200118_085448_00007566008589651001650.png

Teruntuk Waktu

Banyak artikel bilang, semua orang punya waktunya

Waktu untuk apa?

Apakah..

Berkarir dan berpunya..?

Berumah tangga dan bernyawa..?

Melesat dengan karyanya..?

Menjelma rupawan dari itik buruk rupa..?

Atau,

Berdamai dengan para penyerang di masa lalunya..?

Untuk yang masih mencari kapan tiba baginya

Kapankah ia..

Hanya perjalanan menuju kesana yang bisa menjawabnya

Namun harap dingat-ingat

Waktu tidak dirancang bertahan selamanya

(Belum Tahu Mau Judul Apa)

Aku ingin free dari keterbatasan ekonomi, batinku seraya memandang hilir mudik mbak-mbak berkulit bening di mall. Wajah mereka sama sekali tidak menunjukan kekhawatiran jumlah saldo tabungan. Penuh senyum dan kibasan rambutnya itu lho, terlihat lembut dan bebas.

Aku yang duduk di tempat duduk umum, melihat nanar pada tentengan belanjaannya. Ah seandainya aku bisa memiliki kenikmatan duniawi itu. Jangankan isi dompet, narik uang di atm saja aku deg-degan. Mana nyali aku berbelanja di toko-toko mall ini.

Oh juga mereka yang sedang senda gurau di merchant makanan minuman. Sungguh lahap dan asyik menikmati kelezatan yang di suguhkan. Entah apa yang diobrolkan, yang pasti bukan harga di buku menu. Ah seandainya aku bisa merasakan kebahagiaan duniawi itu.

Aku duduk melihat pemandangan itu semua dan membanding-bandingkan nasib, aku dibandingkan mereka.

Sesaat kepalaku pening, dadaku sesak, dan timbul rasa sedih. Beberapa menit rasa-rasa itu menusuk semakin dalam, sampai akhirnya aku tersadar.

Dimana letak syukurku? Apa kabar dengan resolusi self-loveku? Aku berkata pada diriku sendiri, sudahlah tak perlu meratapi keadaan. Karena bahwasanya tuhan sebaik prasangka umatnya.

Cerita ini dikarang saat saya butuh membunuh waktu di sebuah mall besar kota Jakarta. Bukan curahan hati, suer deh. Hanya mengambil angle jikalau saya adalah tokoh tersebut.

#bukancurhat #ceritapendek

(Kayaknya nice juga deh ngarang cerpen sembari nonton orang lalu lalang. Bisa dicoba di lain kesempatan)

Kasih Sayang Ke Diri Sendiri Dulu

Tanggal 14 Februari, sejak tahun 496 masehi, diperingati sebagai hari kasih sayang sedunia. Menunjukan kasih sayang ke teman, saudara, atau orang tua dengan cara kasih cokelat.. banyak yang pernah kan. Gue pribadi sih gak pernah merayakan valentine, tapi beberapa teman gue ikut-ikutan ngerayain. Sekarang ini gue pengen ngobrolin tentang kasih sayang, di hari kasih sayang, kepada manusia yang paling sering disakiti dan dibohongi. Siapa? Ya diri sendiri.

Udah berapa banyak air mata penyesalan, air mata amarah terpendam, dan air mata-air mata lainnya yang menetes karena berbagai alasan. Mulai dari hati yang sakit, ujung-ujungnya jadi sakit badan. Mulai dari gak sayang sama diri sendiri, akhirnya jadi putus asa. Jangan ya. Gak boleh.

Continue reading “Kasih Sayang Ke Diri Sendiri Dulu”