Jatuh Cinta di Taman Nasional Bromo Tengger

Bromo mountain is one of my bucketlist. The place I must visit before I die. Dan akhirnya kesampaian sampai puncak. I’m very happy. Ihiiiyyy.. 😀 😀 😀

Trip ke Malang kayaknya gak komplit kalau gak ikutan trip ke Bromo. Gue gak sengaja menemukan operator open trip yang menawarkan harga dibawah harga rata-rata open trip lainnya. Namanya Visit Bromo. Memang kami disuruh berkumpul di meeting point depan masjid alun-alun Malang, gak dijemput ke hostel. Tapi gak apa-apa yang penting murah hehehe. Jalan kaki paling sekitar 15 menit aja.

Jam setengah dua belas malam kami keluar hostel, sekalian mengembalikan kunci kamar. Karena jam kembali dari trip Bromo esok harinya pasti sudah melewati batas waktu checkout. Tapi kami diperbolehkan nitip barang-barang dan bersih-bersih sekembalinya dari Bromo. Baik deh si Mador hostel.

Continue reading “Jatuh Cinta di Taman Nasional Bromo Tengger”

Menginap di Dorm Hostel

There is always be the first time.. selalu ada waktu untuk pertama kali. Seperti trip ke Malang kemarin, gue pertama kalinya menginap di dorm hostel. Pilihan ini didasari fakta bahwa kami travelling with very limited budget. Dana terbatas namun keinginan melangit hahahaha. Sebelum jalan-jalan dimulai, gue mencari penginapan melalui aplikasi traveloka di gadget, dan memilih harga sewa kamar termurah dari daftar yang ada. Yang paling murah adalah tak lain tak bukan, kamar dorm. Karena akan menginap kamar dorm untuk pertama kali, gue dan travelmate mencari informasi melalui blog-blog yang bertebaran di jagat raya internet. Supaya gak bingung-bingung amat.

Dorm hostel bukan sesuatu yang baru. Tapi bagi yang awam, dormitory hostel adalah penginapan yang menyewakan kamarnya bukan atas nama satu orang, melainkan banyak orang. Karena yang disewakan bukan keseluruhan kamar, tapi hanya kasurnya. Iya, kita sewa satu kasur untuk satu orang. Sisanya sharing. Tapi beberapa dorm menyediakan loker disertai kunci untuk masing-masing tamu. Dan gak semua dorm menyediakan handuk mandi, jadi musti sewa lagi dengan biaya tambahan. Beda hostel bisa beda rule, tapi yang pasti gak boleh merokok di kamar. Komplen aja kalau ada yang nekad. Because its shared area.

Continue reading “Menginap di Dorm Hostel”

Main ke Museum Bank Indonesia

Di hari yang panas itu, kami memutuskan untuk jadi turis lokal kota Jakarta. Biar gak cuma wacana melulu kalau mau lihat-lihat kota tua. Awalnya mau ikut bis city tour tapi karena kurang persiapan alias males googling, akhirnya tujuan utama hanya ke kota tua. Dari daerah Ciputat naik bis transjabodetabek (gantinya bis APTB yang sudah dihapus) yang hanya sampai halte Blok M. Karena bis ini masih pakai bahan bakar solar, padahal di jalan Sudirman dan Thamrin sedang diadakan Car Free Day (gue pernah nyobain lho). Hanya bis yang berbahan bakar gas yang boleh lewat. Alhasil kami transit di Halte Blok M.

Ternyata si transjabodetabek ini mau masuk ke terminal musti muter-muter dulu. Mana macet pula. Mau protes juga gimana.. kan gak mungkin loncat dari bis cuma gara-gara gak sabar. Alhamdulillah menunggu bis transjakarta gak terlalu lama. Perjalanan berlanjut sampai halte Kota. Kami melewati jalan bawah tanah untuk menyebrang. Buat yang belum pernah lewat sini, tempatnya ramai kok. Tapi gak tahu yaa kalau malam hari. Jalurnya dihias daun-daun plastik gitu, bisa buat spot foto-foto. Ada banyak pedagang juga. Sayang gue gak ambil gambar pemandangannya. Kami beli roti buat ganjel perut yang mulai kukuruyuk. Lalu kami keluar menuju arah Museum Bank Indonesia.

Continue reading “Main ke Museum Bank Indonesia”

Pulang Kampung ke Kutoarjo

Pulang kampung atau mudik itu yang gue tunggu-tunggu setelah selesai puasa Ramadhan. Walaupun rumahnya berada di pelosok desa bukan di kotanya, tapi tetap bikin kangen. Perjalanan dari Ciputat dapat ditempuh menaiki bis Sumber Alam (langganan orang tua gue dulu kalau gak bawa mobil). Ini adalah sebagian kegiatan yang dapat kamu lakukan jika terdampar di kota kecil macam Kutoarjo, kampung halaman almarhumah nyokap gue.

Camera 360
ini-yang-asli

Continue reading “Pulang Kampung ke Kutoarjo”

Petunjuk Naik KRL ke Pasar Senen

Sekedar informasi, bagi yang mau ke Stasiun Pasar Senen tapi gak ada yang anterin pakai mobil, atau gak mau bayar ongkos taksi karena mahal, maka harus kenal dan sayang dengan KRL, alias kereta rel listrik. Nama kekiniannya adalah commuter line. Kenapa harus kenal? Karena menggunakan commuter line bisa mengirit ongkos banyak. Terus kok sayang? Harus disayang supaya gak ada tangan jahil yang merusak demi kenyamanan bersama.

Continue reading “Petunjuk Naik KRL ke Pasar Senen”

Cari Tiket Pesawat Murah

Little clue about how to find the cheapest flight on the internet.. here we go..

Kita buka halaman website bernama www.skyscanner.co.id

Capture1
homepage

Klik tab penerbangan, lalu silahkan memilih agenda penerbangan anda apakah pulang pergi, sekali jalan atau multikota. Pertama-tama kita akan mencoba cari tiket pulang pergi. Untuk bandara keberangkatan gue pilih Soetta, karena bandara inilah yang paling memungkinkan dari rumah.

Continue reading “Cari Tiket Pesawat Murah”

(Wajib) Bawa Uang Receh saat Ziarah ke Gunung Jati

Ya Allah gue sadar gak boleh begini.. (ง`0´)ง aaarrggghhh. Ceritanya sih sepele.. gara-gara recehan!

Karena ternyata uang receh itu sangat penting saat kita berkunjung ke tempat ziarah. Di lokasi tersebut akan banyak sekali manusia memegang wadah kecil ditangannya dan menyodorkan kepada kita, para pengunjung atau turis lokal, supaya menaruh uang alias nyumbang. Untuk alasan pemeliharaan tempat makam sebetulnya gue ikhlas aja menyumbang. Tapi kalau mintanya maksa, gue jadi sebel. Dan kalau ada tiket resmi masih mending, lah kalau duitnya lari ke kantong masing-masing gimana.

Ya Allah jadi ngomongin gini.. gak berkah deh duit dua ribu rupiah gue..

Semua berawal dari kenaifan dan kebodohan gue.
Continue reading “(Wajib) Bawa Uang Receh saat Ziarah ke Gunung Jati”

Nikah Adat Batak. Alamaakkk..

Pekanbaru, jarak terjauh gue dari rumah yang masih dalam negeri. Pertama kali menginjak pulau Sumatera nih. Akhirnya keluar pulau Jawa juga. Kasian yah hahaha.. Akibat jarang piknik, eksplorasi gue di Indonesia jadi belum banyak bahkan di pulau Jawa ini sendiri. Pengennya semua provinsi didatangin gitu, biar banyak pengalaman.

Bukan ke Pekanbaru yang jadi spotlight, karena alasan gue kesana adalah menemani teman kondangan ke temannya yang akan menikah. Gue rada gampangan soal jalan-jalan sih. Jadi gue gak kenal siapapun disana. Gue di kota Pekanbaru hanya satu hari terakhir sebelum flight pulang jam setengah tujuh sore ke Jakarta. Dua hari sebelumnya gue ke rumah si calon pengantin, juga ke acara pernikahan. Berangkat dari bandara Soekarno Hatta jam 08.30 pagi, asalnya jam 06.00 cuma kena reschedule.

Continue reading “Nikah Adat Batak. Alamaakkk..”

Cerita Jalan-Jalan ke Semarang

Lupa sih kapan tepatnya ke kota ini. Gue sempat dua kali kesana. Eh tiga kali. Pertama bareng teman kantor, yang kedua bareng si Mas dan Atok. Karena rumah si Mas dekat kota Semarang, kita sempet-sempetin main kesana. Tapi yang terakhir acara duka, jadi gak dihitung wisata.

Semarang kotanya yaa panas. Sebagai salah satu kota besar di Jawa Tengah, boleh banget dikunjungi. Gue sih belum menjelajah seluruh tempat disana. Foto-foto juga jarang. Tapi kepingin cerita tentang Semarang. Gimana nih.. Gak apa-apa lah yaa.. boleh kan.. boleh dong.. *maksa* Ini adalah daftar tempat-tempat yang bisa kamu kunjungi saat ke kota Semarang:

Continue reading “Cerita Jalan-Jalan ke Semarang”

Sampai Ke Puncak, Akhirnya..

Maksud eike Puncak, Bogor, lhoo.. Udah lama bangeett gak main ke Puncak, terakhir kali tuh bertahun-tahun yang lalu. Yah secara gak ada yang ngajakin kesana. Dulu pun diajak Bokap gue jalan-jalan sekeluarga. Sebelumnya lagi acara sekolah. Yah bisa dihitung jari lah gue menjejakkan kaki disana. Nah ceritanya sebelum gue resign pada tahun lalu, gue ditawarkan untuk ikut acara anak-anak team IT di Puncak. Belakangan baru gue tahu bahwa acara tersebut disponsori salah satu vendor kantor.

Dalam dua hari satu malam, kami menginap di Via Renata. Pagi-pagi hari Sabtu gue udah nyampe kantor. Baru kali ini ke kantor sambil menghirup udara seger karena sepinya kendaraan bermotor di jalan MT. Haryono. Pas naik ke lantai 4, eh sebagian peserta sudah hadir. Terus gue disorakin deh karena ada alumni masuk lagi hahaha. Padahal kan cuma gara-gara ikut acara doang. Kami disuruh pakai polo shirt warna biru sebagai seragam outing.

Continue reading “Sampai Ke Puncak, Akhirnya..”