Earth Hour 2020

Mencintai tempat tinggal kita, bumi, caranya sederhana.. ya dijaga kebutuhannya.

Manusia punya kebutuhan, bumi juga punya kebutuhan. Jadi harus seimbang. Karena kalau timpang, hanya mementingkan salah satu saja, jadinya akan bencana. Oh bukan cuma manusia yang punya keperluan di muka bumi, ada hewan dan tumbuhan. Tapi diantara tiga mahluk tersebut, cuma manusia yang punya kecerdasan terbanyak. Yang sayangnya.. paling sering merusak. Sengaja maupun gak sengaja.

Ini ada perayaan simbolis namanya Earth Hour, 28 Maret jam 19.30-21.30 saja. Kita akan mematikan lampu supaya emisi karbon berkurang. Kepada rakyat republik onlen, yuk ikutan.

20200118_085448_00007566008589651001650.png

Teruntuk Waktu

Banyak artikel bilang, semua orang punya waktunya

Waktu untuk apa?

Apakah..

Berkarir dan berpunya..?

Berumah tangga dan bernyawa..?

Melesat dengan karyanya..?

Menjelma rupawan dari itik buruk rupa..?

Atau,

Berdamai dengan para penyerang di masa lalunya..?

Untuk yang masih mencari kapan tiba baginya

Kapankah ia..

Hanya perjalanan menuju kesana yang bisa menjawabnya

Namun harap dingat-ingat

Waktu tidak dirancang bertahan selamanya

(Belum Tahu Mau Judul Apa)

Aku ingin free dari keterbatasan ekonomi, batinku seraya memandang hilir mudik mbak-mbak berkulit bening di mall. Wajah mereka sama sekali tidak menunjukan kekhawatiran jumlah saldo tabungan. Penuh senyum dan kibasan rambutnya itu lho, terlihat lembut dan bebas.

Aku yang duduk di tempat duduk umum, melihat nanar pada tentengan belanjaannya. Ah seandainya aku bisa memiliki kenikmatan duniawi itu. Jangankan isi dompet, narik uang di atm saja aku deg-degan. Mana nyali aku berbelanja di toko-toko mall ini.

Oh juga mereka yang sedang senda gurau di merchant makanan minuman. Sungguh lahap dan asyik menikmati kelezatan yang di suguhkan. Entah apa yang diobrolkan, yang pasti bukan harga di buku menu. Ah seandainya aku bisa merasakan kebahagiaan duniawi itu.

Aku duduk melihat pemandangan itu semua dan membanding-bandingkan nasib, aku dibandingkan mereka.

Sesaat kepalaku pening, dadaku sesak, dan timbul rasa sedih. Beberapa menit rasa-rasa itu menusuk semakin dalam, sampai akhirnya aku tersadar.

Dimana letak syukurku? Apa kabar dengan resolusi self-loveku? Aku berkata pada diriku sendiri, sudahlah tak perlu meratapi keadaan. Karena bahwasanya tuhan sebaik prasangka umatnya.

Cerita ini dikarang saat saya butuh membunuh waktu di sebuah mall besar kota Jakarta. Bukan curahan hati, suer deh. Hanya mengambil angle jikalau saya adalah tokoh tersebut.

#bukancurhat #ceritapendek

(Kayaknya nice juga deh ngarang cerpen sembari nonton orang lalu lalang. Bisa dicoba di lain kesempatan)

Kasih Sayang Ke Diri Sendiri Dulu

Tanggal 14 Februari, sejak tahun 496 masehi, diperingati sebagai hari kasih sayang sedunia. Menunjukan kasih sayang ke teman, saudara, atau orang tua dengan cara kasih cokelat.. banyak yang pernah kan. Gue pribadi sih gak pernah merayakan valentine, tapi beberapa teman gue ikut-ikutan ngerayain. Sekarang ini gue pengen ngobrolin tentang kasih sayang, di hari kasih sayang, kepada manusia yang paling sering disakiti dan dibohongi. Siapa? Ya diri sendiri.

Udah berapa banyak air mata penyesalan, air mata amarah terpendam, dan air mata-air mata lainnya yang menetes karena berbagai alasan. Mulai dari hati yang sakit, ujung-ujungnya jadi sakit badan. Mulai dari gak sayang sama diri sendiri, akhirnya jadi putus asa. Jangan ya. Gak boleh.

Continue reading “Kasih Sayang Ke Diri Sendiri Dulu”

Mau Nikah – Bagian 3

Hai para capeng alias calon penganten. Bagian terakhir dari cerita nikahan nih. (Bagian sebelumnya ada di blogpost pertama dan kedua)

Blog post ini akan singkat syekali karena gue gak ikutan dalan proses planning maupun eksekusi. Iya, ini tuh acara resepsi nikah di kampung suami. Ada yang pakai istilah ngunduh mantu, tapi kalau kami niatnya perkenalan ke para keluarga dan tetangga yang kemarin gak hadir pas akad nikah.

Request gue kepada keluarga suami cuma sedikit. Kepingin pakai adat Jawa Tengah dan gak usah manggil biduan dangdut. Kenapa? Pengen ngerasain dirias dan prosesi adat, supaya gak penasaran hihihi. Nyokap gue pun dulu nikahnya pakai adat Jawa Tengah.

Continue reading “Mau Nikah – Bagian 3”

My Kind of Playlist (2019)

Tahun lalu Spotify merekap lagu kesukaan gue disini

Yang 2019 udah keluar dongs dan ini nih daftarnya

Pas buka listnya, terus lihat lagu Labirin dari Tulus ada di nomor satu.. Ya iyalah aing ngefans sama lagu ituuu! Sesuka itu sampai repeat lagunya berulang-ulang.

Lagu fav kita samaan gak gaes?

Teruntuk Hati

Dear hatiku,

Kita sudah melewati banyak kejadian

Mulai dari sekolah menengah pertama hingga usiaku kini, tiga puluh dua

Jalannya berlika-liku dan naik turun

Ada masa penuh tawa tapi juga banyak murung

Ku hanya ingin bilang..

TERIMA KASIH

Atas segala dayamu untuk terus bertahan

Aku tahu dan sadar, banyak instruksimu yang aku acuhkan

Tapi TERIMA KASIH ya

Sampai kini pun kamu masih mampu merasa dan mengira

Bersedia diajak susah dan mau bercengkrama

Ku mohon hatiku, bersabarlah denganku

Aku baru mulai belajar melepas beban

Supaya jalan kita kedepan.. lebih bahagia

Tipe Pemikir

Setelah 10 tahun usia dewasa gue, gue baru tahu dan sedikit mengerti karakter kepribadian diri sendiri. Kalau pernah baca blogpost gue di masa lalu yang galau nan menggelikan, berarti gue belum ketemu informasinya aja. Atau mungkin lagi masa atau fase peralihan, atau pencarian jati diri. Toh setiap manusia tidak pernah ajeg. Kita semua bisa (banget) berubah seiring dengan lingkungan dan waktu.

Beberapa malam yang lalu, saat gue menganggur dan bingung mau ngapain, gue menemukan sebuah keyword yang membawa gue kepada website psikologi namanya.. lupa. (Update: https://my-personality-test.com/). Disitu gue menjawab banyak pertanyaan tentang kebiasaan dan sifat gue. Yaa kayak website-website psikologi apa-karakter-kamu gitu. Dan hasilnya gue adalah INTP. Introvert Intuitive Thinking Perceiving. Hmm!

Continue reading “Tipe Pemikir”