Konser Untuk Dikenang

Apa hal tergila yang kamu lakukan sebelum hari pernikahanmu?

Gue.. Nonton konser! Lima hari sebelum menikah.

Konser Westlife di ICE BSD.

In the middle of very very tiring preparation, gue gak mau kehilangan kesempatan melihat idola masa remaja gue. Boyband terbesar di jamannya. Yang video cerita personilnya gue tonton berulang-ulang. Yang lagu-lagunya bisa gue hapal diluar kepala. Yang berjasa mendorong kaum muda (saat itu) belajar bahasa inggris. Dan juga menyatukan cewek-cewek rumpi karena kita bisa memilih satu di antara lima personil Westlife untuk dikhayalkan di sekolah.

Continue reading “Konser Untuk Dikenang”

Melepaskan Masa Lalu

My father never saw me graduated from university.. My mother never witnessed my wedding ceremony.. Then what will life do to me..?

I don’t know.. Only time will tell.

And it is my responsibility to continue surviving.

Sudah bertahun-tahun lamanya semenjak ditinggal orang tua, tapi entah kenapa sedihnya masih berasa. Gue kira gue bakalan lupa. Ternyata engga tuh. Yaa memang tidak sesakit seperti satu dua tahun di awal. Tapi rongga kosong itu masih ada, dan belum bisa digantikan oleh siapapun.

Apakah gue lemah? Iya banget. Sedikit cerita tentang hidup, untuk kematian masing-masing orang tua gue, masa berduka gue itu selama satu tahun penuh. Jadi kalau ditotal ada dua tahun dalam hidup gue cuman buat sedih-sedihan. Patah hati, semangat, dan harapan. Terdengar lebay tapi kisah nyata.

Continue reading “Melepaskan Masa Lalu”

Renunganku

Aku sempat malu mengemis bantuan
PadaMu wahai Sang Maha Kecukupan
Aku pikir segalanya bisa diselesaikan
Dengan peluhku yang ku anggap kekuatan

Aku sempat bangga memiliki ilmu
Tentang ajaranMu wahai Sang Maha Agung
Merasa ucapanku yang paling puguh
Padahal hanya berbekal sedikit doa dan buku

Aku sempat tidak percaya satu dua perkara
Mana mungkin Sang Maha Mengatur sanggup bercanda
Aku kira suatu saat engkau pasti bersabda
Oh ternyata anganku yang tidak sempurna

Continue reading “Renunganku”

Anabul

Punya hewan peliharaan gak?

Gue punya. Burung tiga ekor.

Sharing yuu.. Tentang cara merawat, pakan, cara menunjukan kasih sayang, dan lain-lain boleh juga. Kalau jaman now, manggil hewan peliharaan ini dengan sebutan anabul. Alias anak berbulu.

Kenapa gue suka burung.. Kayaknya nih bemula dari hobi bokap gue melihara perkutut, robin, murai, dan apalagi deh gak hapal. Dari kecil biasa ngeliat bokap berinteraksi sama burung-burung kesayangannya, jadi terbawa sampai gue sekarang.

Continue reading “Anabul”

Selamat Datang, Terima Kasih

Hai kawan-kawan semua
Aku ada cerita
Tentang cinta yang pernah datang
Gemerlap sesaat
Melayang sekenanya
Tersenyum walau tak ada lawan
Terngiang-ngiang kala diam

Hai kawan-kawan semua
Ternyata cinta tersebut hanya sementara
Ku menghadapi benturan kenyataan
Bahwa dia yang ku gadang paling menawan
Tidak berusaha memilikiku seutuhnya
Tidak tahu alasannya
Tidak jelas arahnya

Aku pernah merengungi sebabnya
Apa karena aku bukan rupawan
Atau pendekatanku kurang berkenan
Ya mungkin saja
Aku tak bertanya padanya
Selesainya rangkaian jatuh cinta

Aku dan dia berbeda jalan sekarang
Tapi akan tetap kukenang
Pengalaman sulit dilupakan
Terima kasih atas kehadirannya
Walau tidak berbuah hubungan
Menjadi kisah cukup menyenangkan

Yah namanya juga pertama

Serunya Perjalanan Pulang

Nostalgia masa kecil, boleh ya?

Dulu keluarga gue rajin sekali pulang kampung. Atau mudik ya, istilah tepatnya. Tiap lebaran Idul Fitri pasti absen mudik.

Kami berangkat pas setelah shubuh, tepat di hari raya. Jalanan masih sangat sepi dan gelap. Barang bawaan, jangan ditanya, pasti buanyak banget. Koper-koper isi pakaian sudah disiapkan beberapa hari sebelumnya. Makanan bekal pun sudah dipikirkan oleh nyokap gue. Sehari sebelum hari keberangkatan, bokap udah beres nyusun barang bawaan di atas mobil, ditutup kain terpal, diikat dengan tali tambang. Khas orang mudik banget kan.

Sejujurnya, kegiatan ini menjadi favorit gue banget. Kalau kedua bokap nyokap gue bisa mendengar, gue mau bilang terima kasih atas jasa-jasa mereka. Mau repot-repot melakukan perjalanan jarak jauh. Dari Tangsel ke Kutoarjo, terus lanjut Yogyakarta beberapa hari kemudian.

Continue reading “Serunya Perjalanan Pulang”

Happy Eid Al-Fitr

Taqabballahu minna wa minkum!

Selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H.

Minal aidin walfadzin.. Mari sambut hari kemenangan dengan kebiasaan yang jauh lebih baik! Alhamdulillah selesai perjuangan sebulan penuh menahan hawa nafsu dan memperbaiki diri.

Tahun 2020 memang berbeda, dan kita dipaksa untuk melihat dari kacamata yang beda pula. Ada sisi lain yang selama ini tak terpikirkan, jadi opsi-opsi menarik dan doable selama pandemi. Kita lebih bisa melihat, mendengar serta merasakan persatuan dalam keberagaman. See? You just become wiser than before!

Gak apa-apa. Gak ada yang berkurang dari Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini. Malah banyak pelajaran yang bisa diambil. Walau kumpul keluarganya via virtual dan sholat eid-nya juga di dalam rumah, but we still love each other as brothers and sisters.

Mohon maaf lahir dan batin ya. Dari gue, untuk kamu semua dimanapun berada.

❤ Hari raya #dirumahaja ❤

Ziarah Makam Sunan Kudus

Makam ini terletak di (tentu saja) kota Kudus. Beneran di tengah kota. Dekat sekali dengan pusat perdagangan, dan banyak sekolah pesantren di sekitarnya. Para peziarah juga membludak banyaknya. Padahal gue sampai disana sudah sore, sekitar jam 5. Tapi katanya ini emang makam sunan yang jarang sepi.

Tukang parkirnya sudah mahir mengatur kendaraan. Bagi pengendara motor juga ada parkiran sendiri, tapi bagi yang bawa mobil masih diarahkan parkir paralel di pinggir jalan. Jalanannya pun ruame banget. Menyebrang aja kesusahan. Pegadang kaki lima sama yang bertempat di ruko-ruko ini kayaknya udah paham, arus wisatawan di makam sunan Kudus.

Oh yang beda dengan ziarah gue sebelumnya di Cirebon, makam sunan Gunung Jati, adalah tidak adanya pemalakan sumbangan. Alhamdulillah!

Continue reading “Ziarah Makam Sunan Kudus”

Berlabuh dan Bertolak

Kau yang memberi luka, kau yang membawa tawa
Oh trauma..
Jika kedua rasa itu terus kau dera
Ku tersakiti bersamaan dengan ku bahagia

Kemudian.. Kau pergi begitu saja
Meninggalkan jejak-jejak angkara murka
Lalu kemana hawa hatiku kan membawa

Aku tersesak dalam limpahan emosi
Limbung kebingungan membanjiri
Mengapa ini semua terjadi
Padaku yang kurang kuat ini

Mencoba memahami arti
Takdir yang digariskan sang maha suci
Beri aku waktu satu kali
Sampai kebijaksanaan terselami
Dan tenteram sudah kudapati

Selamat Libur Para Pegawai

Mengenang waktu gue masih bekerja kantoran, yang ketika ketemu tanggal merah udah kayak ketemu harta karun. Hmm kangen kerja kantoran.. Termasuk tanggal merah hari buruh setaiap 1 Mei ini. Gue sama teman-teman sekantor punya becandaan begini “Mustinya kita ikutan demo.. kan kita buruh..” hahaha 😀  geli kalau diingat-ingat.

Becandaan itu muncul karena etos kerja kita yang kadang kejar-kejaran sama deadline, sampai pulang malam pun hal wajar. Berangkat langit masih gelap, pulang juga sudah gelap. Walaupun gak melulu lemburan sih, ada kalanya pulang tenggo biar hidup seimbang dan badan tetap sehat.

Continue reading “Selamat Libur Para Pegawai”