Makanan Lokal yang Kudu Banget Populer

(Awas blogpost ini mengandung jualan)

“Enak!” ujar paksu meyakinkan.

Gue masih bingung sambil merasa aneh. Masa jagung bisa dijadikan nasi sih. Gimana caranya..? Pasti aneh deh rasanya. Gue ngebatin sambil mengernyit dahi.

“…” gue diam karena masih ragu.

Tapi secara gestur gue menunjukan bahwa gue ingin mencobanya. Yah leo memang nalurinya selalu penasaran dan menyukai tantangan. Walaupun cepet bosen dan kapok juga.

“Oh emang kayak apa sih? Yaudah cobain aja” kata gue setengah kepo setengah sangsi.

Continue reading “Makanan Lokal yang Kudu Banget Populer”

Bagi yang Menghadiri Acara di Luar Rumah

Poster ini gue ambil dari internet. Sebagai informasi dan pengingat. Karena setelah enam bulan dikurung dalam rumah, rasanya gak mungkin kalau gak punya acara di luar rumah. Baik outdoor atau indoor.

Setelah menghadiri acara tersebut dan kembali pulang ke rumah, please practicing on what the posters said. Minimal jaga-jaga supaya gak nularin orang serumah.

Stay safe, stay healthy! :*

Selamat Satu Tahunan, Pak Suami

Ciyee pengantin baru niyee~

Baru setahun ya pak.

Gimana nih paksu kesan-kesannya mempersunting istrimu ini? Semoga tak pernah ada penyesalan ya.

Selamat ya paksu.. Karena kamu sudah zuperr zabarr menghadapi istrimu selama setahun ini. Padahal kita semua tahu bahwa satu-satunya kelebihan gue ada di lemak tubuh.

Selamat kepada paksu karena telah menjadi imam keluarga dan imam sholat, yang baik. Belum sempurna sih, ehem, tapi insya allah mendekati sempurna.

Continue reading “Selamat Satu Tahunan, Pak Suami”

Selamat Satu Tahunan, Sayang

Ciyee ciyee~

Sejarang itu gue nyebut kata “sayang”. Rasanya aneh ehehe..

Selamat melewati satu tahun pernikahan. Dan selamat menuju waktu tak terhingga untuk menjalaninya. ‘Till death do us apart, kata orang bule. Tapi gue sih pengennya nikah dunia akhirat, insya allah.

Selamat menyandang status sebagai istri, yang tugas utamanya taat pada suami dan beribadah kepada Allah. Berat cuy, tapi gue punya waktu seumur hidup untuk terus mencoba. Yah bismillahirrohmanirrohiim.

Selamat sudah belajar bersabar, belajar memahami, belajar menyesuaikan hati serta pikiran dalam berumah tangga. Jadi istri gak ada ujian kelulusan, kayaknya. Maka belajarnya lama dan teruuss sampe ajal nanti. Yok bismillah yok.

Continue reading “Selamat Satu Tahunan, Sayang”

Konser Untuk Dikenang

Apa hal tergila yang kamu lakukan sebelum hari pernikahanmu?

Gue.. Nonton konser! Lima hari sebelum menikah.

Konser Westlife di ICE BSD.

In the middle of very very tiring preparation, gue gak mau kehilangan kesempatan melihat idola masa remaja gue. Boyband terbesar di jamannya. Yang video cerita personilnya gue tonton berulang-ulang. Yang lagu-lagunya bisa gue hapal diluar kepala. Yang berjasa mendorong kaum muda (saat itu) belajar bahasa inggris. Dan juga menyatukan cewek-cewek rumpi karena kita bisa memilih satu di antara lima personil Westlife untuk dikhayalkan di sekolah.

Continue reading “Konser Untuk Dikenang”

Melepaskan Masa Lalu

My father never saw me graduated from university.. My mother never witnessed my wedding ceremony.. Then what will life do to me..?

I don’t know.. Only time will tell.

And it is my responsibility to continue surviving.

Sudah bertahun-tahun lamanya semenjak ditinggal orang tua, tapi entah kenapa sedihnya masih berasa. Gue kira gue bakalan lupa. Ternyata engga tuh. Yaa memang tidak sesakit seperti satu dua tahun di awal. Tapi rongga kosong itu masih ada, dan belum bisa digantikan oleh siapapun.

Apakah gue lemah? Iya banget. Sedikit cerita tentang hidup, untuk kematian masing-masing orang tua gue, masa berduka gue itu selama satu tahun penuh. Jadi kalau ditotal ada dua tahun dalam hidup gue cuman buat sedih-sedihan. Patah hati, semangat, dan harapan. Terdengar lebay tapi kisah nyata.

Continue reading “Melepaskan Masa Lalu”

Renunganku

Aku sempat malu mengemis bantuan
PadaMu wahai Sang Maha Kecukupan
Aku pikir segalanya bisa diselesaikan
Dengan peluhku yang ku anggap kekuatan

Aku sempat bangga memiliki ilmu
Tentang ajaranMu wahai Sang Maha Agung
Merasa ucapanku yang paling puguh
Padahal hanya berbekal sedikit doa dan buku

Aku sempat tidak percaya satu dua perkara
Mana mungkin Sang Maha Mengatur sanggup bercanda
Aku kira suatu saat engkau pasti bersabda
Oh ternyata anganku yang tidak sempurna

Continue reading “Renunganku”

Anabul

Punya hewan peliharaan gak?

Gue punya. Burung tiga ekor.

Sharing yuu.. Tentang cara merawat, pakan, cara menunjukan kasih sayang, dan lain-lain boleh juga. Kalau jaman now, manggil hewan peliharaan ini dengan sebutan anabul. Alias anak berbulu.

Kenapa gue suka burung.. Kayaknya nih bemula dari hobi bokap gue melihara perkutut, robin, murai, dan apalagi deh gak hapal. Dari kecil biasa ngeliat bokap berinteraksi sama burung-burung kesayangannya, jadi terbawa sampai gue sekarang.

Continue reading “Anabul”

Selamat Datang, Terima Kasih

Hai kawan-kawan semua
Aku ada cerita
Tentang cinta yang pernah datang
Gemerlap sesaat
Melayang sekenanya
Tersenyum walau tak ada lawan
Terngiang-ngiang kala diam

Hai kawan-kawan semua
Ternyata cinta tersebut hanya sementara
Ku menghadapi benturan kenyataan
Bahwa dia yang ku gadang paling menawan
Tidak berusaha memilikiku seutuhnya
Tidak tahu alasannya
Tidak jelas arahnya

Aku pernah merengungi sebabnya
Apa karena aku bukan rupawan
Atau pendekatanku kurang berkenan
Ya mungkin saja
Aku tak bertanya padanya
Selesainya rangkaian jatuh cinta

Aku dan dia berbeda jalan sekarang
Tapi akan tetap kukenang
Pengalaman sulit dilupakan
Terima kasih atas kehadirannya
Walau tidak berbuah hubungan
Menjadi kisah cukup menyenangkan

Yah namanya juga pertama

Serunya Perjalanan Pulang

Nostalgia masa kecil, boleh ya?

Dulu keluarga gue rajin sekali pulang kampung. Atau mudik ya, istilah tepatnya. Tiap lebaran Idul Fitri pasti absen mudik.

Kami berangkat pas setelah shubuh, tepat di hari raya. Jalanan masih sangat sepi dan gelap. Barang bawaan, jangan ditanya, pasti buanyak banget. Koper-koper isi pakaian sudah disiapkan beberapa hari sebelumnya. Makanan bekal pun sudah dipikirkan oleh nyokap gue. Sehari sebelum hari keberangkatan, bokap udah beres nyusun barang bawaan di atas mobil, ditutup kain terpal, diikat dengan tali tambang. Khas orang mudik banget kan.

Sejujurnya, kegiatan ini menjadi favorit gue banget. Kalau kedua bokap nyokap gue bisa mendengar, gue mau bilang terima kasih atas jasa-jasa mereka. Mau repot-repot melakukan perjalanan jarak jauh. Dari Tangsel ke Kutoarjo, terus lanjut Yogyakarta beberapa hari kemudian.

Continue reading “Serunya Perjalanan Pulang”