Nonton WO Bharata

WO.. bukan wedding organizer, bukan juga walkover.

Tapi wayang orang. Iyes, Wayang Orang Bharata. Ada yang gak tahu? Silahkan di google dengan keyword Gedung Pertunjukan Wayang Orang Bharata Purwa.

Pengertian wayang orang itu sendiri kalian bisa google juga. Hehehe (tipe ngeblog males jelasin padahal tinggal copy paste).

Gue emang udah lama penasaran banget tentang WO Bharata ini. Ngajak teman sana sini gak ada yang mau. Gue harus maklum. Ini acara kebudayaan emang suka sedikit peminatnya jika dibandingkan dengan nonton black panther di bioskop XXI. Apalagi yang ditampilkan adalah budaya seni Jawa. Disampaikannya pun menggunakan bahasa Jawa halus kromo inggil. Yang gue gak ngerti, karena sanggupnya cuma sampai bahasa Jawa ngoko (kasar). FYI, my parents both came from Central Java so I used to listen bilingual language at home. One is Bahasa, and the other is Javanese of course. Though doesn’t make me speak Javanese fluently, but I do understand.

Continue reading “Nonton WO Bharata”

The New Year Resolution Club

Hai.. lama gak bersua..

Udah 2018 aja yah..

Detik malam pergantian tahun ini gue lewati dengan nonton firework dari pinggir jalan. Gratis. Beberapa jam sebelumnya, gue berkumpul di rumah salah satu teman bersama teman-teman dekat dari jaman SMA. My inner circle. I try to reenact the new year eve jaman muda dulu. Masak-masak, ngobrol-ngobrol. Tapi kami kemudian tahu, although we still the same person, kondisi sudah berubah. Ada anak krucil yang musti pulang duluan. Then I understand… The memory we preserved is the prettiest memory for ourself. Mengulang pun rasanya sudah tidak sama. Gue bertanya dalam hati, kenapa gue kepingin kayak dulu lagi, jika semua bergerak maju. Sambil nonton firework, gue merenung. My job is to create new pretty memories, in my own path.

Tahun baru, resolusi baru. Katanya..

Continue reading “The New Year Resolution Club”

Jajan Tak Terencana

31 Maret (pagi) – Sarapan kepepet di Eka Hospital. Kopi item dan bacang daging. Kopinya sih biasa aja, tapi bacangnya yummeh! Ukurannya gede pula. Apa karena udah lama gak makan bacang nih, jadi enak banget. Berawal dari sekedar mau ke ATM, eh lihat orang keluar masuk ke salah satu tempat makan, jadi kepingin cobain. Sebelahnya ada Starbak sih, terlalu mahal western buat mood gw saat itu. (Spring Leaf Cafe Eka Hospital: Bacang + Black Coffee, incl tax = RP 24.365)

Continue reading “Jajan Tak Terencana”

Besok Udah Senin.

Menakutkan gak sih.. Mbak-mbak kantoran mana suaranyaa..? Tiba-tiba kepingin curcol mengenai isu mingguan tersebut. Pliiss jangan muntah yaa dengan ke-sotoy-an gue..

Rutinitas.

Some people love routine job, some people easily tired of it. Salah sendiri ngelamar pekerjaan itu. Lagipula pas apply lowongan kan gak terbayang kerjanya, tapi lebih ke gajinya. Hahaha. Mau gimana lagi, wong butuh duitnya.. Kalau punya boss asik sebetulnya bisa tuh minta variasi kerja, supaya berkembang en gak suntuk. Atau karena kerjaan yang sudah benar-benar membosankan. No passion sama sekali. Istilah “ingatlah saat kau memulainya” udah gak mempan. Yah siap-siap update CV deh.

Continue reading “Besok Udah Senin.”

Seninya Maksi Sendirian

The art of maksi (makan siang) alone.. is..

1. Tidak perlu memulai percakapan, dan menjaga percakapan tetap seru sepanjang jam maksi.

2. Jadi ansos tanpa beban. Dont care sama gosip kantor atau isu sosial.

3. Apdet blog tanpa ada yang kepo. Lumayan kan biar blog gak berdebu.

4. Mengkhayal suka-suka, gak ada yang bully.

5. Gak ada yang komen makanan yang kita makan. Mau tampilannya amburadul atau komposisi di luar akal sehat, bodo amat.

6. Bisa memperhatikan karakter orang lain. Atau teman-teman di seberang meja sana lagi ngomongin gue apa gak. *Pingin banget cyin diomongin*

7. Kesepian sih memang tapi bisa lebih menikmati makanan. Karena fokusnya gak terpecah.

8. Maksi sendirian gak dosa.

Udah itu aja. Kenyang euy..

Meramaikan HUT TNI AU 71 Tahun

Ini ceritanya masa kecil kurang bahagia. Kepengin nonton pesawat terbang aja bela-belain berdiri di bawah matahari terik yang bikin kulit belang. Gak sarapan pula langsung cuss jalan. Jauh lagi tempatnya. Kalau naik mobil bisa telat tuh ke acaranya. Secara jalanan arah bandara Halim Perdanakusumah lagi macyet bingits. Biarin deh dibilang norak yang penting puas nonton pesawat.

Awalnya gak kepikiran mau dateng ke acara ini. Spontan aja gitu pas denger masuknya ehem gratis. Hehehe. Cuma ampun deh cari parkir. Akhirnya kami ngikutin beberapa orang yang parkir di depan sekolah negeri 42. Katanya ada jalan tembusan yang lebih deket. Ternyata jalan tembus itu melewati kebun dan sawah sodara-sodara. Berasa lagi lebaran di kampung.

Continue reading “Meramaikan HUT TNI AU 71 Tahun”

Life Update

Baru kali ini gue menyadari kehebatan perempuan yang gak punya pembantu dan harus beberes rumah, dan harus bekerja kantoran. Karena ternyata melelahkan. Kalau udah begini, ngarep ada suami yang bisa diajak sepenanggungan #eaaaa.

Satu tahun lebih berada di rumah alias nganggur, akhirnya bisa bekerja lagi. Syukur alhamdulillah. Punya penghasilan lagi, punya temen baru, punya wawasan baru.. banyak banget yang bisa disyukuri. Tapi tantangan baru muncul.. weekend gue habis dengan bersih-bersih. Biasanya leluasa ngerjain kapan aja, sekarang semua musti kelar di hari sabtu minggu. Pada kenyataannya sih gak kelar juga karena capek badan.

Continue reading “Life Update”

Resolusi Tahun Baru?

Haai..!! First blogpost of the year nih. Apa kabarmu di tahun 2017? Punya resolusi?

Hmm sebetulnya gue merasa ini terlalu cepat diungkapkan. Tapi.. gue mulai belajar berjilbab. Bismillahirrohmaanirrohiim. Gue kepengen pakai jilbab. Niat ini sudah mengendap selama satu bulan terakhir, but I didn’t tell anybody. Sebulan terakhir sering bicara dalam hati, “lihat perempuan berjilbab kok rasanya adem yah. Cantik gituh..”

Then I made the first move. Gue belanja manset, ciput, dan jilbab instan secara online di Hijabenka. Ini kode referral supaya kalian dapat diskon Rp. 25.000 pada pembelian pertama. Promosi tak dibayar lhooh..

Continue reading “Resolusi Tahun Baru?”

New Year Eve, Six Years Ago

Time flies sooo fast!

Found this pictures on facebook. Oh My God, ini kan waktu merayakan tahun baru di rumah Nisa. Malam pergantian tahun 2009 ke 2010. Satu-satunya perayaan malam tahun baru di rumah teman, tanpa orang tua. Jadi kangen sama masa muda. Ternyata dulu gue lumayan cakep, hihihi.

Kami masih berempat, formasi awal genk.  Berlokasi di rumah Nisa, kita disana ngobrol-ngobrol, foto-foto, sampai malam tiba kita keluar rumah terus heboh sendiri di halaman.  Kayaknya waktu itu di sepanjang jalan cuma kita yang berisik. Untung gak dikomplain tetangga.

Melihat foto-foto ini membuat gue membayangkan jaman dulu. Rasanya menyenangkan, dan hidup belum ribet kayak sekarang. Sebetulnya gak ribet sih, cuma harus dipikirkan betul langkah yang harus diambil. So, ready for the next resolution?