Selamat Pagi! Pak, Bu..

Siapa yang masih nostalgia sama sekolahnya? Sama sesama alumninya? Sama guru-gurunya? Atau sekedar mengingat membayangkan betapa bahagianya sekolah dulu..? Acung tangan!

Jaman gue sekolah sih bahagia-bahagia aja. Gak punya beban hidup. Gak perlu bayar cicilan. Gak ada pengeluaran rumah tangga. Gak ditanya kapan nikah kapan punya anak. Masalah yang gue hadapi saat itu hanyalah menghadapi gebetan, nilai rapot dan pergaulan yang kadang jahat.

Terlepas dari masalah-masalah itu, gue bahagia kok. Jaman sekolah gue bisa bercanda sejayus-jayusnya. Nongkrong dan ngadem lama di perpustakaan. Bisa main sampai sore, selama belum dicariin sama nyokap. Ketemu teman setiap hari. Bahkan kalau libur panjang kenaikan kelas, yang gue kangenin cuma ketemu teman hahaha.

Continue reading “Selamat Pagi! Pak, Bu..”

Mencoba Mindful

Mindfulness. Apaan sih itu..??

Ini pemahaman cupu gue. Mindful artinya secara sadar. Artinya apapun yang lagi dikerjakan at the moment, maka otak dan hati setuju bahwa emang itu yang dikerjain. Berkegiatan secara sadar, gak pake mikirin hal-hal lain. Kelarin aja pekerjaannya. Baru nanti mikir lagi mau ngapain.

Sebenernya gak perlu gue jelasin panjang lebar, kalian bisa googling untuk mencari penjelasan yang lebih komplit dan konkrit. Nyoh! tinggal klik.

Karena gue sendiri adalah pemula dalam hal mindfulness ini. Masih ngeraba-raba dan dan terkadang masih sok multitsaking. Dulu gue merasa bahwa multitasking adalah kelebihan. Hahaha betapa terperangkapnya gue. Bahkan gue mencoba menerapkannya di kantor. Supaya apa? Supaya pekerjaan kelar dalam waktu bersamaan. Ckckck.

Continue reading “Mencoba Mindful”

Aduh Aduh Aduh

Gue pernah burnout parah sampai-sampai gue membenci gedung kantor tempat gue bekerja. Padahal apa salah bangunan itu ya. Hahaha. Pokoknya sebel. Sebel banget malah. Eh udah pada ngerti kan arti dari burnout. Intinya lelah level muak, begitu.

Untuk kasus gue.. Sejujurnya gue gak tahu sih akar masalahnya apa. Cuman gue bisa merunut dan mengira-ngira penyebab terjadinya burnout pada diri gue. Tiap orang pasti berbeda yaa.. Tapi kalau ada yang sama mungkin kita ditakdirkan curhat bareng. Hahaha.

Jauh sebelum terjadinya burnout, gue punya trauma yang terpupuk semenjak gue masih cilik. Mungkin istilahnya unfinished inner child problem. Aelah sok enggres nih gue. Ada kekecewaan kecil, berkali-kali, berulang-ulang, dan bukannya ngomong atau protes atau kompromi, malah gue pendam. Teruuss gue pendam bertahun-tahun. Tanpa sadar gue bawa sampai usia dewasa.

Continue reading “Aduh Aduh Aduh”

Hari Ayah

Kepada pria yang telah berkontribusi pada pembentukan gen dalam diri gue, terima kasih atas segalanya!

Curhat sedikit ah..

Bapak gue itu orangnya cerewet dan galak. Selain itu beliau juga mengidap darah tinggi, yang bikin dia rutin minum vitamin atau obat. Kombinasi yang lumayan bikin anak-anaknya takut. Hehe.

Sebagai anak pertama, perempuan pula, gue ngerasain berbagai ketakutan dan sakit hati ala anak kecil. Bisa jadi gue yang ngeyel gak nurut, bisa juga dia yang lagi senewen akibat kerjaan kantor. Iya, bapak gue karyawan biasa.

Tapi dibalik itu rasa sayang dia ke anak-anaknya terbukti dengan penyediaan fasilitas pendidikan. Masing-masing anaknya bisa sampai sarjana, walaupun dia sendiri gak ngeliat anak-anaknya wisuda. Fasilitas lainnya sih biasa aja. Bukan turunan orang kaya soalnya.

Yah gitu lah.. Sedikit cerita tentang bapak. Bagaimanapun cerewetnya dan galaknya, dia sudah memberikan yang terbaik.

Terima kasih, Pah!

Sampai ketemu lagi nanti di surga.

Makanan Lokal yang Kudu Banget Populer

(Awas blogpost ini mengandung jualan)

“Enak!” ujar paksu meyakinkan.

Gue masih bingung sambil merasa aneh. Masa jagung bisa dijadikan nasi sih. Gimana caranya..? Pasti aneh deh rasanya. Gue ngebatin sambil mengernyit dahi.

“…” gue diam karena masih ragu.

Tapi secara gestur gue menunjukan bahwa gue ingin mencobanya. Yah leo memang nalurinya selalu penasaran dan menyukai tantangan. Walaupun cepet bosen dan kapok juga.

“Oh emang kayak apa sih? Yaudah cobain aja” kata gue setengah kepo setengah sangsi.

Continue reading “Makanan Lokal yang Kudu Banget Populer”

Terbayangi Sepi

Halo sepi ini saya lagi
Apa kabar kamu yang setia menanti
Saya sempat pergi eh ketemu kamu lagi
Yah akhirnya kita bergumul resah disini
Hanya saya dan kamu, sepi

Kali ini saya mencoba lebih waras
Tidak seperti dulu yang.. ah sudahlah
Saat itu saya sedang kalut
Dirubung pikiran dan kondisi kemelut
Banyak faktor eksternal ikut mencarut
Berkat pergulatan batin berlarut-larut

Continue reading “Terbayangi Sepi”

Bagi yang Menghadiri Acara di Luar Rumah

Poster ini gue ambil dari internet. Sebagai informasi dan pengingat. Karena setelah enam bulan dikurung dalam rumah, rasanya gak mungkin kalau gak punya acara di luar rumah. Baik outdoor atau indoor.

Setelah menghadiri acara tersebut dan kembali pulang ke rumah, please practicing on what the posters said. Minimal jaga-jaga supaya gak nularin orang serumah.

Stay safe, stay healthy! :*

Selamat Satu Tahunan, Pak Suami

Ciyee pengantin baru niyee~

Baru setahun ya pak.

Gimana nih paksu kesan-kesannya mempersunting istrimu ini? Semoga tak pernah ada penyesalan ya.

Selamat ya paksu.. Karena kamu sudah zuperr zabarr menghadapi istrimu selama setahun ini. Padahal kita semua tahu bahwa satu-satunya kelebihan gue ada di lemak tubuh.

Selamat kepada paksu karena telah menjadi imam keluarga dan imam sholat, yang baik. Belum sempurna sih, ehem, tapi insya allah mendekati sempurna.

Continue reading “Selamat Satu Tahunan, Pak Suami”

Selamat Satu Tahunan, Sayang

Ciyee ciyee~

Sejarang itu gue nyebut kata “sayang”. Rasanya aneh ehehe..

Selamat melewati satu tahun pernikahan. Dan selamat menuju waktu tak terhingga untuk menjalaninya. ‘Till death do us apart, kata orang bule. Tapi gue sih pengennya nikah dunia akhirat, insya allah.

Selamat menyandang status sebagai istri, yang tugas utamanya taat pada suami dan beribadah kepada Allah. Berat cuy, tapi gue punya waktu seumur hidup untuk terus mencoba. Yah bismillahirrohmanirrohiim.

Selamat sudah belajar bersabar, belajar memahami, belajar menyesuaikan hati serta pikiran dalam berumah tangga. Jadi istri gak ada ujian kelulusan, kayaknya. Maka belajarnya lama dan teruuss sampe ajal nanti. Yok bismillah yok.

Continue reading “Selamat Satu Tahunan, Sayang”

Konser Untuk Dikenang

Apa hal tergila yang kamu lakukan sebelum hari pernikahanmu?

Gue.. Nonton konser! Lima hari sebelum menikah.

Konser Westlife di ICE BSD.

In the middle of very very tiring preparation, gue gak mau kehilangan kesempatan melihat idola masa remaja gue. Boyband terbesar di jamannya. Yang video cerita personilnya gue tonton berulang-ulang. Yang lagu-lagunya bisa gue hapal diluar kepala. Yang berjasa mendorong kaum muda (saat itu) belajar bahasa inggris. Dan juga menyatukan cewek-cewek rumpi karena kita bisa memilih satu di antara lima personil Westlife untuk dikhayalkan di sekolah.

Continue reading “Konser Untuk Dikenang”

Melepaskan Masa Lalu

My father never saw me graduated from university.. My mother never witnessed my wedding ceremony.. Then what will life do to me..?

I don’t know.. Only time will tell.

And it is my responsibility to continue surviving.

Sudah bertahun-tahun lamanya semenjak ditinggal orang tua, tapi entah kenapa sedihnya masih berasa. Gue kira gue bakalan lupa. Ternyata engga tuh. Yaa memang tidak sesakit seperti satu dua tahun di awal. Tapi rongga kosong itu masih ada, dan belum bisa digantikan oleh siapapun.

Apakah gue lemah? Iya banget. Sedikit cerita tentang hidup, untuk kematian masing-masing orang tua gue, masa berduka gue itu selama satu tahun penuh. Jadi kalau ditotal ada dua tahun dalam hidup gue cuman buat sedih-sedihan. Patah hati, semangat, dan harapan. Terdengar lebay tapi kisah nyata.

Continue reading “Melepaskan Masa Lalu”