Berharaplah hanya pada Tuhan.
Katanya sambil melenggang melambaikan tangan.

Tuhan yang mana.
Aku berseru bertanya.

Dia berbalik dan tersenyum tipis.
Aku menunggu penjelasannya yang terbiasa logis.

Bibirnya mulai mengeluarkan kata-kata.
Tuhan manapun yang kau yakini, karena disitulah kau akan kembali.

Aku terisak mengharap lebih.
Lalu bagaimana dengan rajutan kasih, yang katamu menutupi pedih.

Kakinya melangkah mundur.
Maaf, terkadang usaha keras pun hasilnya kurang mujur.
Dan akhirnya kita akan munculkan tanya.
Seperti katamu tadi, Tuhan yang mana.

Leave a Comment ~~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.