Resolusi tahun 2021!

Bosen gak sih bikin resolusi tahun baru mulu, tapi gak semuanya tercapai..? Jawabannya: soalnya kamu ngarepnya muluk-muluk. Realistis aja fren. Supaya action plannya gak menyiksa. Sotoy ya? Emang ahaha.

Oke, resolusi gue untuk tahun 2021 adalah.. Aging gracefully. Sebab setelah melihat-lihat akun IG Andien Aisyah, gue tuh kayak woowww.. Ni emak-emak gak malu soal umur tapi cuantiik masyaallah.

Ya memang level gue dan dia itu jauh sekali ya, bund. Tak bisa dibandingkan, bund. Mbak Andien di khayangan, gue di dasar panci mejikom. Tapi minimal gue bisa lah mengikuti beberapa gaya, yang dishare di medsos aja tentunya. Coz I’m no stalker hehe.

Sebagai perempuan usia 30-an, perubahan fisik ini mulai terasa. Yang pertama adalah lebih cepet capek. Dulu lembur-lembur pulang pagi masih hayuk. Sekarang lembur jam tujuh malam mata udah sepet banget. Punggung dan pundak udah minta rebahan. Jam delapan udah nguap-nguap gak kuat kerja.

Perubahan yang kedua, lebih penakut. Makin gak berani ambil resiko, banyak takutnya, terutama yang menyangkut resiko fisik. Dulu mah penasaran pada banyak hal. Pengen coba ini itu. Duluuu waktu masih pertengahan umur 20-an dengan segala cita-cita tinggi dan sifat naif.

Perubahan ketiga yang gue paling rasakan adalah cara gue menyikapi perbedaan. Sekarang gue lebih paham kalau ada yang bilang “there is a difference and that is fine”. Ya karena manusia diciptakan unik. Udah gitu, tiap individu punya pengalaman hidup dan fase-fase yang tidak serentak dengan manusia lainnya.

Dengan semua perubahan ini, gue kudu mindful yakaann. Gue harus sadar sepenuhnya bahwa bertambah tua adalah hal yang tidak bisa dilawan maupun disangkal. Kalau gak mau tambah tua, ya mati muda. Astagfirullah. Maapin hamba ya Allah.

Maka pertambahan usia ini mulai gue terima dengan apa adanya. Dan pasti angkanya akan terus bertambah. Sampai waktu yang ditentukan Allah nanti.

Pertanyaannya.. Udah fix tambah tuwir, lalu gue mau ngapain? Ya menua dengan anggun dong.

How? Nah ini.. Lagi nyari tahu kudu ngapain aja. Tapi ada beberapa hal yang terpikir oleh gue, yaitu:

Self-love. Dengan tidak menyakiti pikiran sendiri, tidak menyakiti hati sendiri, dan tidak menyakiti fisik sendiri. I’m the priority of my own project.

Self-care. Dengan merawat pikiran sendiri, merawat hati sendiri, dan merawat fisik sendiri. Hanya mengizinkan yang apik-apik saja yang boleh masuk ke pikiran, hati dan fisik.

Self-development. Dengan memoles keterampilan berpikir, merasa, dan berpenampilan. Karena keanggunan itu paket komplit.

Self-respect. Dengan memberi hormat kepada diri sendiri. Merasa diri ini terhormat. Menghormati apapun yang tubuh ini sudah alami, dan apapun yang tubuh ini perlukan bukan sekedar ingin.

Hmm nulisnya mudah sih, tapi pas ujian datang.. Beuuhh syuulliiit bund. Karena bagi orang yang sudah hobi menyakiti diri sendiri, bertahun-tahun, itu udah kayak kenyamanan semu.

Berarti sekarang udah tegar sekuat karang di lautan? Gak gitu mikirnya jaenab. Ini kan lifetime improvement, pasti ada naik ada turun.

Udah ah.. Itu aja. Hehe.

Leave a Comment ~~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.