(Awas blogpost ini mengandung jualan)

“Enak!” ujar paksu meyakinkan.

Gue masih bingung sambil merasa aneh. Masa jagung bisa dijadikan nasi sih. Gimana caranya..? Pasti aneh deh rasanya. Gue ngebatin sambil mengernyit dahi.

“…” gue diam karena masih ragu.

Tapi secara gestur gue menunjukan bahwa gue ingin mencobanya. Yah leo memang nalurinya selalu penasaran dan menyukai tantangan. Walaupun cepet bosen dan kapok juga.

“Oh emang kayak apa sih? Yaudah cobain aja” kata gue setengah kepo setengah sangsi.

Namanya juga belum tahu ya. Mesti ada aja yang dipertanyakan, diragukan. Seumur hidup makan jagung sebagai cemilan tradisional atau sayuran. Nyokap (almh.) suka ngerebus jagung manis sebagai pengganti sarapan gue. Selain itu jagung hadir di sayur asem dan sayur bening. Pernah makan jagung dengan olahan lain juga, tapi sifatnya jajan.

Tapi jagung buat pengganti nasi putih?? Markicob sob!

Ngomong-ngomong percakapan ini benar-benar terjadi walaupun kalimatnya gak inget persisnya. Terjadi di kampung halaman paksu di Karangawen, Demak. Jawa Tengah bagian utara. Sedangkan orang tua gue berasal juga dari Jawa Tengah bagian selatan. Jadi wajar kalau makanan khasnya berbeda meski sama-sama orang Jawa.

Paksu kembali dari beli nasi jagung. Gue menyambut dengan senang. Faktor lapar juga mempengaruhi hehehe. Melihat kresek yang ditenteng lumayan besar gue kontan nyeletuk, “Buset banyak amat belinya”

Ternyata di daerah sini, nasi jagung dibungkus dengan daun jati yang lebar-lebar itu. Dan porsinya wow big sekali. Ndak mungkin satu kali makan langsung habis. Nasi jagung ini disajikan dengan lauk dan sayur terpisah. Lauknya peyek ikan asin, sayurnya urap daun pepaya sama toge. Tradisional banget ya. Aromanya seperti masakan keluarga di kampung, sederhana tapi sedap. Lalu ini bagian pentingnya nih.. Makan.

Suapan pertama.

“Enak kok!” kata gue girang. Ternyata gue suka sama masakan ini. Paksu tersenyum. Dan gue lanjut makan. Semua rasanya ngeblend gitu lho.

Seperti yang sudah diduga, porsi besar banget dan sisanya bisa untuk makan sore. Masih ada beberapa porsi nasi jagung yang belum dibuka. Kakaknya paksu melontarkan ide, “dijadikan nasi goreng saja”. Sebuah ide brilian yang belum gue sadari saat itu. Lalu paksu yang bersemangat bertanya tentang detil nasi jagung goreng ke kakaknya. “Itu di depan ada yang jual nasi goreng, minta dia gorengin aja” kata kakak ipar gue.

“Hah! Kayak apa itu nasi jagung digoreng? Bumbunya apa??” batin gue. Jelas-jelas gue bingung gak paham kenikmatan yang gue sangsikan itu. Muka sih udah gak kontrol ya. Ya abis.. aneh banget, NASI JAGUNG DIGORENG? Bro, please.

Tapi bukan laki gue kalau gak kekeuh pendirian atas sesuatu yang dia yakini. Berangkatlah dia ke tukang nasgor habis sholat maghrib. Gue sih yaudalah yaa, hasilnya enak ya syukur tapi kalau rasanya ngaco tinggal ngomel tipis-tipis.

Gak seberapa lama, kembalilah dia sambil nyengir. Mengajak semua makan nasgor aneh yang baru gue dengar hari itu.

Oke, aromanya udah kayak nasgor abang-abang biasanya. Tampilannya.. sungguh baru pertama kali gue lihat nasgor tapi ambyar kayak pasir. Ah apa resikonya sih ini, gue meyakinkan diri sendiri. Lalu gue makan.

Gak ngomong apa-apa soalnya gue fokus nyuap mulu. Berdosa sih gue ngata-ngatain dalam hati siang tadi. Anjir ini ENAK BANGET COY. Fix ini favorite. Aduh apa ya kata-kata selebgram pas review makanan.. Seenak itu! Jujur enak banget! Rasanya mau pingsan! Ya begitulah.. intinya ai lyke it.

Teruntuk sobat nasgor, kalian harus coba nasi jagung goreng sih. Gak ada penyesalan. 😉

Dari kejadian hari itu gue dan paksu memutuskan untuk jualan saja. Selain kesukaan sekeluarga, nasi jagung ternyata punya manfaat bermacam-macam. Ayo silakan googgling dengan keyword ‘manfaat nasi jagung’.

Dengan begitu gue mau mempopulerkan nasi jagung sebagai alternatif nasi beras. Kata siapa nasi cuma dari beras, itu anda ketinggalan informasi.

Berminat nasi jagung nih? Gue nyetok di rumah nih. Ordernya bisa lewat :
Whatsapp : 0857 7662 5368
Shopee & Tokopedia : Sindhoet

Kuy makan kenyang anti begah.
Harganya murah manfaatnya mewah.
Gak takut gula darah. (Pengidap diabetes dianjurkan makan nasi jagung yah)

Bukan cuma jalan raya yang ada alternatifnya, karbo juga! 🙂

Leave a Comment ~~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.