Halo sepi ini saya lagi
Apa kabar kamu yang setia menanti
Saya sempat pergi eh ketemu kamu lagi
Yah akhirnya kita bergumul resah disini
Hanya saya dan kamu, sepi

Kali ini saya mencoba lebih waras
Tidak seperti dulu yang.. ah sudahlah
Saat itu saya sedang kalut
Dirubung pikiran dan kondisi kemelut
Banyak faktor eksternal ikut mencarut
Berkat pergulatan batin berlarut-larut

Tahun ini saya telah berdamai dengan hati
Prosesnya saya jalani dengan sangat privasi
Ternyata puncaknya jadi ringan sekali
Duh buat apa saya membawa dendam pribadi
Mereka rupanya hanya bisa menyakiti
Selama ini saya tertipu sama diri sendiri

Jadi bagaimana saya kali ini menyikapi sepi
Padahal beban hati sudah berkurang banyak sekali
Namun rasanya tetap pedih terbelit sunyi
Pada situasi yang belum pernah saya alami
Sudah menganggur lalu terjadi pandemi

Untuk apa pula saya menulis curahan hati ini
Apakah para pembaca kemudian seolah menemani?

Mungkin ini proses yang lain lagi
Sesuatu yang baru untuk saya lalui
Dan menjadi pelajaran hidup yang abadi
Hikmahnya bisa saya bagikan masa kini dan nanti

Leave a Comment ~~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.