My father never saw me graduated from university.. My mother never witnessed my wedding ceremony.. Then what will life do to me..?

I don’t know.. Only time will tell.

And it is my responsibility to continue surviving.

Sudah bertahun-tahun lamanya semenjak ditinggal orang tua, tapi entah kenapa sedihnya masih berasa. Gue kira gue bakalan lupa. Ternyata engga tuh. Yaa memang tidak sesakit seperti satu dua tahun di awal. Tapi rongga kosong itu masih ada, dan belum bisa digantikan oleh siapapun.

Apakah gue lemah? Iya banget. Sedikit cerita tentang hidup, untuk kematian masing-masing orang tua gue, masa berduka gue itu selama satu tahun penuh. Jadi kalau ditotal ada dua tahun dalam hidup gue cuman buat sedih-sedihan. Patah hati, semangat, dan harapan. Terdengar lebay tapi kisah nyata.

Ramadhan tahun ini, gue mencoba melakukan yang mestinya dari dulu dilakukan. Memaafkan dan melepaskan. Dua kata doang tapi berat juga cyin. Berat di perasaan maksudnya. Gue butuh untuk membebaskan hati dan pikiran dari kejadian masa lalu yang gue anggap beban.

Carane piye? Ehem! Gue bukan ahli yaa, ataupun paham psikologi. Begini yang gue lakukan.. Gue meminta ke diri sendiri untuk memaafkan. Saat itu pasti gejolak batin. Ah enak aje dulu emak bapak gue udah blablabla. Tapi gak apa, emang prosesnya disitu. Perlu jujur, jujur, dan jujur. Udah gak ada cara lain. Keluarin semua emosinya.

Udah? Lalu gue menerima. Yaa emang itu yang gue rasain dan ingat. Yaa mungkin sekarang terlihat keliru tapi dulu kan kondisinya beda. Rada memalukan juga sih tapi yaudah terima aja. Pokoknya terima! Itu semua terjadi di masa lalu.

Gak cuma mengenai orang tua aja, amarah-amarah tentang hal lainnya juga gue coba ungkapkan. Setelah itu gue mulai melakukan bagian sulitnya..

Siap? “Aku memaafkan semua perlakuanmu. Dan aku mengikhlaskan semua kejadian di masa itu” Kemudian senyum 🙂

Asli lega banget jadinya.

Gampil kan hahaha.. Emang engga sih. Gue cuma ngeledek aja.

Lalu apakah gue terus-terusan bahagia setelah proses itu? Ya engga dong jaenab. Gue kan manusia kadang khilaf kadang hormonal gitu lho. Yang pasti ada rasa lapang di dada, juga bangga karena gue mampu menghadapi masalah terpendam.

Barusan nemu lagi nih, visual siklus yang mungkin sama dengan yang gue jalani.. Mudah-mudah kalian pun terbebas dari beban masa lalu.

taken from instagram

Leave a Comment ~~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.