Aku sempat malu mengemis bantuan
PadaMu wahai Sang Maha Kecukupan
Aku pikir segalanya bisa diselesaikan
Dengan peluhku yang ku anggap kekuatan

Aku sempat bangga memiliki ilmu
Tentang ajaranMu wahai Sang Maha Agung
Merasa ucapanku yang paling puguh
Padahal hanya berbekal sedikit doa dan buku

Aku sempat tidak percaya satu dua perkara
Mana mungkin Sang Maha Mengatur sanggup bercanda
Aku kira suatu saat engkau pasti bersabda
Oh ternyata anganku yang tidak sempurna

Aku sempat ragu pada jalan rejeki
Wahai Sang Maha Pemberi, kapan aku menerima apa yang berhak aku miliki
Lelah ini sudah tak sanggup aku jalani
Sebetulnya aku belum meminta dengan baik

Aku sempat bersedih meratapi suratan
Bukankah persona itu anugrah dari Sang Maha Pencipta
Lalu mengapa aku menjalani berbagai rundungan
Ah aku belum mengenal makna mencinta

Aku sempat gagal melihat kebahagiaan
Berprasangka Sang Maha Kuasa hanya bagikan pada sebagian
Dan aku termasuk pada yang bukan
Sempitnya aku menilai kesenangan

Oh Sang Maha Pengasih..
Mampukan aku ‘tuk lebih ikhlas pada upayaku
Mampukan aku ‘tuk lebih ramah pada masalahku
Mampukan aku ‘tuk lebih sabar pada amarahku

Oh Sang Maha Penyayang, aku sungguh berterima kasih

Leave a Comment ~~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.