Nostalgia masa kecil, boleh ya?

Dulu keluarga gue rajin sekali pulang kampung. Atau mudik ya, istilah tepatnya. Tiap lebaran Idul Fitri pasti absen mudik.

Kami berangkat pas setelah shubuh, tepat di hari raya. Jalanan masih sangat sepi dan gelap. Barang bawaan, jangan ditanya, pasti buanyak banget. Koper-koper isi pakaian sudah disiapkan beberapa hari sebelumnya. Makanan bekal pun sudah dipikirkan oleh nyokap gue. Sehari sebelum hari keberangkatan, bokap udah beres nyusun barang bawaan di atas mobil, ditutup kain terpal, diikat dengan tali tambang. Khas orang mudik banget kan.

Sejujurnya, kegiatan ini menjadi favorit gue banget. Kalau kedua bokap nyokap gue bisa mendengar, gue mau bilang terima kasih atas jasa-jasa mereka. Mau repot-repot melakukan perjalanan jarak jauh. Dari Tangsel ke Kutoarjo, terus lanjut Yogyakarta beberapa hari kemudian.

Kenapa jadi kegiatan favorit? Karena itu saatnya road trip manjhaa. Naik mobil bokap, disetirin bokap, makan bekalnya nyokap, bisa bobok di mobil lagi ehehe. Dengerin lagu campursari kesukaan orang tua, bikin gue familiar sama lagunya Mantos.

Total perjalanan sekitar 10-12 jam. Tergantung kemacetan selama di jalan. Jaman duluu gak ada jalan tol. Palingan tol Kanci itu pun ada baru tahun berapa. Tol Cipali, mana adaaa. Lewat jalur biasa semua. Tapi seru sih, bisa ngeliat kehidupan di tiap kota yang kami lewati. Lihat ramenya masjid-masjid, pasar-pasar, tempat nongkrong anak muda setempat pas hari raya. Lihat orang-orang hilir mudik silaturahmi ke sesama keluarga, pakai baju baru. Naik motor, naik sepeda, becak juga ada.

Perjalanan jauh pasti ada istirahatnya. Bokap senengnya berhenti di masjid. Buat sholat dan rebahan. Khusus gue dan adik gue, muterin masjid setempat buat liat-liat pemandangan. Bahkan air wudhu aja bisa beda-beda rasanya. Kalo daerah dekat laut, seperti di Indramayu, rasa airnya asin kayak air payau.

Sampai di kampung halaman nyokap sekitar jam 5 sore. Alhamdulillah perjalanan lancar. Selama bertahun-tahun gue punya sesuatu yang dinanti setiap Ramadhan tiba. Tapi setelah bokap wafat, acara mudik pun tidak ada lagi. Kangen..

Leave a Comment ~~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.