Tanggal 14 Februari, sejak tahun 496 masehi, diperingati sebagai hari kasih sayang sedunia. Menunjukan kasih sayang ke teman, saudara, atau orang tua dengan cara kasih cokelat.. banyak yang pernah kan. Gue pribadi sih gak pernah merayakan valentine, tapi beberapa teman gue ikut-ikutan ngerayain. Sekarang ini gue pengen ngobrolin tentang kasih sayang, di hari kasih sayang, kepada manusia yang paling sering disakiti dan dibohongi. Siapa? Ya diri sendiri.

Udah berapa banyak air mata penyesalan, air mata amarah terpendam, dan air mata-air mata lainnya yang menetes karena berbagai alasan. Mulai dari hati yang sakit, ujung-ujungnya jadi sakit badan. Mulai dari gak sayang sama diri sendiri, akhirnya jadi putus asa. Jangan ya. Gak boleh.

Sebelum niat buat nyakitin diri sendiri, dipikir dulu. Oke, kalau hati lagi kacau biasanya sih (terutama cewek) daya berpikir panjang jadi menurun. Tapi masih bisa mikir kan? Kamu dikasih otak, otot dan perasaan oleh Tuhan lho. Juga waktu. Ada waktu yang disediakan Tuhan untuk masa penyembuhan luka batin kita.

Gak usah membuat orang lain bahagia, kalau orang lain itu adalah yang menyakiti kamu. Caranya cukup dengan tidak memberikan respon apapun, dan tidak membebani hati dengan emosi apapun.

20200120_084441_00004342940674685583805.png

Kalau contoh dari gue.. misalnya dulu gue rajin setoran arisan di perkumpulan teman-teman alumni sekolah. Entah gimana gue dapet yang paling terakhir. Sialnya gue dibebankan piutang arisan seluruh anggota, which is gue cuma terima cash lima puluh ribu sekian. Dikarenakan salah satu teman kita abis terima duit terus gak pernah setoran lagi. Ya kecewa dong. Respon gue saat itu adalan komplen langsung on the spot. Lalu di acara ketemuan yang lain, kejadian itu dibahas lagi. Gue sambil kesel dan berusaha kalem, jelasin bahwa gue kapok dan udah ikhlas. Dengan begitu sampai saat ini gue lega.

Perlu latihan kesabaran. Dan butuh kenal diri sendiri. Supaya gak makin tersakiti. Karena kita adalah manusia yang punya emosi. Iya, kita dianugrahi berbagai emosi yaitu amarah, sedih, takut, bahagia dan jijik. Kita punya itu semua. Tinggal gimana caranya mengenal dan mengelolanya.

Penting banget jaga kewarasan. Jangan sampai nih.. kita terlanjur mengeluar respon yang gak bagus apalagi negatif. Jangan ya.

Cari caranya. Please banget.. cari cara yang kamu banget, untuk melampiaskan emosi.  Kalo gue adalah dengan menulis. Jadi dulu punya buku diary, curhat sampai nangis-nangis di kamar. Sampai sekarang sih tetep berusaha journaling (nulis diary versi grown-up haha)

Gue sebetulnya nulis ini sambil setengah curcol maaf ya hehe. Gue kan manusia labil yang kebetulan punya beberapa masa lalu yang.. gak kelam-kelam amat sih, tapi lumayan bikin kepikiran.

20200118_084009_00002163175248476086394.png

Leave a Comment ~~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.