Hai para capeng alias calon penganten. Bagian terakhir dari cerita nikahan nih. (Bagian sebelumnya ada di blogpost pertama dan kedua)

Blog post ini akan singkat syekali karena gue gak ikutan dalan proses planning maupun eksekusi. Iya, ini tuh acara resepsi nikah di kampung suami. Ada yang pakai istilah ngunduh mantu, tapi kalau kami niatnya perkenalan ke para keluarga dan tetangga yang kemarin gak hadir pas akad nikah.

Request gue kepada keluarga suami cuma sedikit. Kepingin pakai adat Jawa Tengah dan gak usah manggil biduan dangdut. Kenapa? Pengen ngerasain dirias dan prosesi adat, supaya gak penasaran hihihi. Nyokap gue pun dulu nikahnya pakai adat Jawa Tengah.

Acara adat yang direquest ke pengurus sanggar nikahan pun yang inti-intinya saja. Bukan yang komplit apalagi full pakem Jawa. Walaupun acara nikahan diadakan seharian tapi bagian adatnya cuma sebentar.

Maaf gak tahu nama-namanya, tapi kalau gak salah ingat urutannya berawal dari teras rumah gue keluar duluan kemudian menunggu di depan pelaminan, lalu disusul suami. Masing-masing dari kami diapit oleh wali orang tua.

Kami diminta berhadapan lalu melempar daun ke dada. Dilanjut dengan injak telur mentah (yaa masa mateng), terus gue basuh kaki suami yang bekas menginjak telur tadi pakai air kembang.

Lalu pengantin berdampingan di pakai selendang yang ujungnya ditarik oleh adik gue, sebagai wali bapak. Sampai pelaminan disuruh suap-suapan nasi telur rebus. Bohongan aja gak dikunyah beneran, biar afdol gituh.

Terakhir sungkeman, dan ditutup dengan foto-foto. Oh iya, pakaian kami pakai baju jawa yang beludru warna hitam dihiasi bordiran benang emas. Khas penganten Jawa.

Oh iya ke semua runtutan acara tadi diarahkan oleh penata acara ya. Termasuk MC yang pakai bahasa jawa itu.

Pas maghrib kami pamit mandi dan istirahat. Oh you think ada waktu rebahan nonton yutub begitu.. tidak saudaraku. Abis antri mandi gue ngebut ganti baju dan kerudung, makeup sendiri semampunya lalu ke tempat acara lagi.

Malamnya diisi dengan mendengarkan ceramah dari pak kyai, doa, dan ditutup dengan ramah tamah.

Sekitar jam sembilan malam acara selesai deh..

Demikian yaa para capeng. Gak perlu pusing bin spaneng. Karena menikah itu mudah dan murah. Yang bikin ribet adalah keinginan-keinginan itu.

Leave a Comment ~~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.