Gue pernah hidup dalam kebencian, beberapa tahun yang lalu, selama satu tahun penuh. Sampai gue memutuskan untuk berubah, hidup dengan melupakan rasa sakit dan dendam, sehingga hati lebih tenang dan tidur lebih nyaman. Kebayang gak sih selama setahun tidur gelisah, tiap hari rasanya marah-marah.. capek! Makanya di tahun 2012 (atau 2013 yah), resolusi tahun baru gue adalah i want to change, because this hatred I’ve maintained inside my heart and brain, slowly killing me. Its enough for the one f**king whole year. After I set my own resolution, I started to change. The way I feel and react towards everything, has changed. Then on that year I feel less anxious and more happy. Of course, the pain is still there but I tried to ignore.

Sampai tadi malam gue nonton podcast di channel youtube Raditya Dika. Membahas mental illness bersama Vidi Aldiano. Dang! I’m not alone. Rasa-rasanya.. sedikit banyak gue bisa relate walaupun gak persis sama kejadiannya. Pada intinya adalah wajib speak up to any person you feel comfortable. Yang sayangnya gue jaraaang punya. Teman sahabat sih pasti ada. Pengganti orang tua juga ada. Tapi yang gue nyaman dan aman berbicara hmm kok gak ada yah. Bener kata Bang Radit, orang yang punya perasaan begini mesti feels distant sama dirinya sendiri dan juga kepada orang lain. Belum tentu orang-orang diluar sana merasakan hal yang serupa. Diri sendiri aja yang overthinking. Udah bikin pusing tapi susahnya punya perasaan begini gak gampang curhat ke orang lain. Ribet gak sih.. hahaha

Hidup gue akhir-akhir ini dilanda kesepian di tengah keramaian. Tssaaahhh.. My job are pushing me to connected to any kind of people. Sad thing is, I never feel save enough to fail. To whom not know yet, ‘save to fail’ is circumstances that needed in every solid team in any kind working environment. I have a team, of course, but it feels like I’m alone. Ditambah anxiety menahun yang terpendam dalam hati, jadilah stres-stres yang gue rasakan sampai sekarang. Stress is good, in a good way. But you know when its not good anymore. And my job is only one of them.

So I decided to quit my job. Gue tahu bahwa gue sedang melarikan diri, but wish me luck someday I can cure my own problem. Gue perlu menjauh sebentar dari hingar bingar yang bikin gue kesepian ini. Seperti yang Vidi Aldiano bilang, the way we handle our problem inherit from our parents. Well I’m not trying to say my parents like to runaway sih. Maksudnya komunikasi dan solving problem skill yang diajarkan orang tua gue rasanya kurang mempan untuk saat ini. I’m not blaming my parents (dulu pernah tapi sekarang udah enggak) karena bertambah usia juga yah.. gak bisa seenak udel nyalahin orang lain terus merasa lebih baik.

The new issue is gue belum dapat kerjaan baru dan belum berniat mencari lagi. I knew money will be my new problem hehehe but.. ada satu tujuan yang mau gue capai karena penasaran hehehe. Wacana lama yang ingin gue wujudkan di tahun ini. Sebelum gue tambah tua lagi dan mulai terlihat aneh. Semoga ini bisa menjadi perjalanan healing gue. Apa itu.. nanti aja ceritanya.

<

p style=”text-align:justify;”>After all the mask I had to wear everyday, in my adult life, I’m tired. Did you ever feel the same? Or its just me

Leave a Comment ~~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s