Di Jumat yang cerah, perjalanan menuju daerah Sudirman terasa berat. Terlalu kontras dengan keceriaan langit. Biasanya gue bahagia saat ngantor di akhir weekdays ini. Suasana yang menyenangkan dan cenderung santai, sejalur dengan diperbolehkannya pakai celana jeans. Yah itu dulu. Ngantor versi sekarang mah gak bisa merasakan itu. Malah seringnya sedih. Gue pikir karena faktor ‘suasana menyenangkan’ yang hampir gak terasa. Gue gak terbiasa dengan kerja kaku begini. Gue terbiasanya tuh ada waktu jeda istirahat di tengah minggu, supaya otak gak di forsir. Dan yang bagian sedihnya adalah saat melihat transferan gaji tiap akhir bulan. Menurut gue ini gak seimbang dengan beban kerja saat ini.

Kemudian gue gak sengaja nonton video lama dari Merry Riana. Cekidot deh..

Jadi mikir…..

Kok kesannya malah gue yang kurang bersyukur. Padahal itu kan hak gue untuk menilai sumber kebahagiaan. Apakah sumber kebahagiaan gue hanyalah hitungan uang? Tapi.. tapi.. dengan uang kan kita bisa membeli sesuatu, dengan uang kita bisa menolong yang membutuhkan. Hmm.. iya kan?

… atau bukan..?

 

Leave a Comment ~~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.