I’m growing old! Hmm sulit menentukan emosi, apakah harus senang atau sedih. Karena bercampur dikeduanya. Sebulan terakhir ini suasana hati beneran terbolak-balik.

Terlalu banyak yang dipikirkan serta dipertimbangkan. Dari paling penting sampai paling gak penting. Rasa khawatir yang begitu besar telah menyelubungi asa yang mustinya ada. Akankah gue bahagia? Pada akhirnya bagimana? Akhirnya sih kita semua menghadap Sang Maha Pencipta sih. Tapi bukan itu yang gue harapkan menjadi jawabannya. Maksud gue selama mengarungi kehidupan biasanya suka ada momentum, checkpoint, kejadian, atau apapun sebutannya, yang kerap hadir sebagai sebuah tanda perubahan. Dan ulang tahun adalah salah satunya. Nah di titik itu apakah gue berubah menjadi lebih baik, dewasa dan bahagia? Jadi mikir..

First of all, jika ada yang bertanya persoalan asmara.. sorry this I prefer to keep inside my head and my heart. Oh also my few best friend. I wont post anything about this. Lanjut.

Nah persoalan karir dan pekerjaan. Bikin gue jadi mikir banget. Apakah yang gue kerjakan setiap Senin hingga Jumat merupakan passion gue, atau hanya kecemplung kemudian menjadi rutinitas.. bingung deh.. gimana lagi dong.. udah menjadi kegiatan bertahun-tahun soalnya. Ketika berpikir lagi tentang banting setir, mengerjakan hal yang sama sekali berbeda, jadi ngeri sendiri.

Tambah lagi persoalan ekonomi. Yang kadang bikin berpikir, sebenernya gue yang kurang bersyukur atau emang mindset gue yang sempit. Ternyata betul kata pepatah, ada tiga life lesson yang mengajarkan manusia jadi lebih ‘melek’ yaitu a hungry stomach, an empty pocket, and a broken heart. Gue bisa dibilang sedang diuji dengan cara melewati itu semua. Semoga gak berkepanjangan, dan akan datang masa yang indah. Aamiin.

Kemudian persoalan kesendirian yang semakin menjadi ketika semakin menua. Iyes, semakin kecil deh inner circle gue. Orangnya itu-itu aja. Bukan gue gak suka berteman, tapi yang betul-betul nyambung sama gue itu sedikit. Kecocokan pikiran dan obrolan jadi hal penting. Gak bisa dipungkiri bahwa banyak dari teman-teman seangkatan gue sudah berkeluarga sedangkan gue belum, dan itu bikin gue mencari pertemanan baru yang butuh waktu untuk memperlihatkan true colorsnya.

Kalau lihat kebelakang, ada beberapa blogpost atau curhatan di buku diary yang menyebutkan impian-impian dari seorang gadis muda nan naif ini. Kalau diingat bikin senyum juga sedih. Lagi-lagi masalah terwujud apa engga hahaha. Jangan-jangan gue yang halu, kebanyakan keinginan tapi mager?! Wadaw.. Persoalan keinginan dan impian yang belum terwujud nih kadang membuat gue merasa tertinggal dibanding teman-teman seangkatan.

Dengan semua kegelisahan diatas, i am trying to be a happy person. Beneran. Berusaha selalu positif, walaupun sering downnya. Berusaha ngurangin self pity alias mengasihani diri sendiri. Berusaha tegar atas segala cobaan. Yah keseringan gak tegarnya sih, tapi minimal gue gak mau nyusahin orang lain.

Ketika melihat teman sudah mempunyai harta benda berlimpah, mampu travelling keliling negara orang, dan bermain sama bayi mereka yg lucu. Makin down gue. So, what should I do next..?

Stop scrolling instagram! Lebih proaktif untuk mengejar kebahagiaan. Dan terakhir, bersyukur.

Udah ya..

Happy birthday to me.

Leave a Comment ~~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s