Inhale… exhale… uhuuy akhirnya nyampe di toraja…

Maafin sikap norak gue diatas. Abis gak disangka ini terwujud juga seperti previous blog post. Perjalanan 8 jam dari Makassar yang ditempuh menggunakan bus malam seperti tak berasa. Iyalah selama perjalanan pada molor. Maaf gak foto interior bus tersebut namun boleh dicoba nih bus Metro Permai.

Kami disambut hujan gerimis sesampainya di kota Rantepao sekitar jam 6 pagi. Karena travelmate gue, Dita, sudah booking mobil beserta supirnya jadi langsung deh dijemput. Dengan harga Rp. 500.000 per 12 jam dan sudah termasuk bensin kami muter-muter Toraja. Karena gue sudah terbiasa pulang kampung waktu kecil dulu jadi lihat pepohonan hijau gak terlalu wow. Tapi tetep excited kok lihat batu-batu karst yang keren.

Apa sih wisata di Toraja? Kuburan. Selama 12 jam kami diantar ke beberapa tempat wisata dan hampir seluruhnya adalah kuburan, baik yang masih dipakai atau sudah tidak dipakai lalu jadi tempat tujuan wisata. Pak supir untungnya orang lokal jadi tahu jalan belakang, kebetulan jalan rayanya sedang ada perbaikan jadi agak antri. Pagi-pagi kepingin sarapan, kita mampir di Tinombayo. Karena masih pagi jadi kabut masih tebal. Terus buka jendela pulak kan kabutnya masuk ke tempat makan. Mi instant hangat di mangkuk jika diangkat ke udara pakai garpu jadi dingin deh.

Gak terlalu ingat kami kemana saja, tapi kayaknya sih begini: Kalimbuang Bori, Tonga Riu, Batutumonga, Kambira, Lemo, Londa, patung Yesus raksasa, Sa’adan, dan Kete Kesu. Ada kejadian kurang enak waktu di Londa. Kita sewa pemandu supaya bisa menerangi isi gua, eh doi minta bayar Rp. 40.000 hanya untuk sewa lampu belum buat pengantar. Mahal beut. Ckckck gak nyangka uang tip Rp. 20.000 disana gak laku.

Jam enam sore pas akhir waktu sewa kami diantar ke desa Labo. Kami menginap satu malam di rumah teman baru yang jadi host couchsurfing, sekalian jadi tour guide kami esok hari menuju ke salah satu upacara kematian. Namanya Meyske dan biasanya nampung tamu bule. Dia tinggal bersama neneknya yang mau berbagi cerita tentang keluarganya. Di rumahnya ada banyak tongkonan (rumah adat Toraja), jadi kalau nginap disitu kayaknya gak perlu masuk Kete Kesu. Secara tiap tempat wisata disuruh bayar tiket Rp. 10.000.

Upacara kematian berlangsung beberapa hari, tapi gue cuma datang satu hari pada pertengahan. Itu juga paginya ke pasar hewan di kota Rantepao melihat kerbau, babi, dan makan kapurung (yaitu sayur kuah dan gumpalan sagu). Jadi gak mengikuti keseluruhan acara. Tapi lumayan jadi nyobain daging kerbau. Nah yang bikin seru tuh pas kita nebeng truk bak terbuka yang penuh orang mau ke acara kematian. Duh gue gak bisa angkat badan naik ke truk, keberatan (body) bok. Pertama kali seumur hidup naik truk. Lebih goyang-goyang dibanding naik kereta. Seru dan deg-degan.

Upacara kematian di Toraja mungkin termasuk yang termahal di Indonesia. Karena untuk pesta, keluarga yang ditinggalkan harus menyembelih sekian ekor kerbau. Apalagi yang meninggal itu ketua adat, bisa menyiapkan puluhan ekor kerbau. Dan harga kerbau itu gak murah, bisa puluhan juta. Khusus kerbau bule bisa ratusan juta hingga milyaran, tergantung pola di tubuhnya. Dengan biaya pesta adat sebesar ini jadi jangan heran kalau orang Toraja menyimpan jenazah keluarganya di rumah. Sementara keluarga yang ditinggalkan ngumpulin dana. Sang mayit diberi formalin kemudian dibungkus dengan kain atau pakaian yang ia gunakan semasa hidupnya, di beberapa daerah pakai kasur kapuk.

Kami diberi kenang-kenangan oleh host kami, Meyske, berbentuk gelang dari kain khas Toraja. Biar ingat terus sama trip ini. Jam tiga sore kita pulang ke rumah Mey buat mandi juga packing, dan jam lima sore kami sudah berdiri nunggu angkot ke Rantepao. Kabarnya setelah jam lima sore sudah gak ada angkot. Lalu bengong nunggu bis pulang ke Makassar di depan bank BRI dekat perwakilan bus Metro Permai.

Advertisements

One thought on “Tana Toraja, Mimpi Jadi Kenyataan (2)

Leave a Comment ~~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s