Perjalanan dimulai dengan naik KRL dari stasiun Sudimara, karena rumah gue di daerah Tangerang Selatan. Turun di stasiun terakhir yaitu stasiun Tanah Abang. Mustinya bisa lanjut naik KRL namun sudah ditunggu lama eh kereta yang dimaksud gak datang juga. Maka order go-car deh sampai stasiun Pasar Senen, bayar sekitar Rp. 20.000. Daripada ketinggalan kereta.

Buat yang belum tahu, saat ini penumpang kereta api juga musti checkin lho. Self checkin malah. Kereta Matarmaja tujuan Malang yang kami tumpangi ternyata penuh sekali. Mungkin karena harga tiketnya yang murah. Masa Jakarta ke Malang cuma Rp. 109.000. Gak cuma orang dewasa yang naik, banyak anak muda juga. Bawa tas carrier yang gede-gede itu. Kayaknya mau naik gunung Semeru atau ke Banyuwangi. Keren ih.. jadi pengen..

Selama di dalam kereta dienak-enakin ajah duduknya, namanya juga tiket murah. No reclining seat dan bantalnya sewa seharga Rp. 5.000. Posisinya pun berhadapan dengan orang lain. Kalau kereta berhenti agak lama, sebagian penumpang berhamburan keluar untuk sekedar menghirup udara segar, peregangan kaki, pinggang dan leher, atau merokok. Baru sampai di stasiun Malang esok harinya alias 17 jam perjalanan. Lalu kami numpang sholat sekalian istirahat di Masjid Jami’ Malang. Lokasinya persis depan alun-alun kota.

Lalu perjalanan dilanjutkan ke Kota Batu, naik angkot kode LDG sampai terminal Landungsari. Bayar Rp. 5.000 per orang. Dari situ kami nyambung naik bis ukuran sedang jurusan Kediri, turun di perempatan Museum Angkut. Bayarnya juga Rp. 5.000.

Setelah dari Batu lanjut trip lokasi kedua di Malang. Sebetulnya bukan di kotanya sih, kami ikutan open trip ke gunung Bromo. Sudah pernah cerita disini.

Terus lanjut menuju kota Jember buat nonton JFC. Padahal telapak kaki sudah sakit tapi kan tanggung mumpung masih di Jawa Timur hehehe. Dari stasiun Malang kami naik kereta Tawangalun menuju stasiun Jember. Waktu yang ditempuh sekitar 5 jam dan harga tiketnya Rp. 62.000 aja.

Menginap dua malam di Jember, terus naik kereta Tawangalun arah balik ke Malang. Setibanya di Malang, jeda waktu antara tiba dengan jadwal berangkat kereta Matarmaja menuju Jakarta lumayan panjang. Akhirnya kami duduk bengong di taman depan stasiun sambil ngeliatin anak sekolah nenteng cemilan karena uang saku sudah habis hahaha.

Advertisements

Leave a Comment ~~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s