Selamat hari anak nasional! \(^,^)/

Gue sebetulnya gak kompeten berkomentar tentang hak anak, karena gue sendiri belum mempunyai anak. Tetapi pertemuan dengan keponakan kemarin, membuat gue berpikir. Dan lagipula gue kan juga anak-anak. Anak-anak di masa lalu maksudnya.

Hmm.. anak-anak katanya tahap kehidupan paling bahagia. Alasannya gak perlu mikir berat soal masa depan, biaya hidup, nilai IPK dan sebagainya. Tugasnya cuma bermain dan belajar. Side jobnya, menyenangkan orang tua. Nah ini yang kadang bikin heran. Terutama gue yang belum beranak. Bukankah tugas orang tua yang harusnya menyenangkan anak? Eh tunggu. Orang tua pun juga manusia yang kepengin dibuat bahagia. Jadi yang ideal bagaimana?

Menurut khayalan gue, hubungan orang tua dan anak yang baik adalah layaknya sahabat. Dengan rasa saling percaya dan sayang tentunya, komunikasi bisa terjalin walaupun berbeda jauh jaman masa tumbuh kembang diantaranya. Referensi juga penting. Memadukan nilai luhur turun temurun dari orang-orang tua terdahulu dengan wawasan dan informasi di masa kini, bisa membantu kegiatan parenting.

Apa mudah? Yaa gue belum ada pengalaman sih, hanya membayangkan dari sudut pandang diri sendiri. Kok gue kebanyakan teori? Karena belum beranak, kan udah disebutin diatas.

Oh iya, keponakan gue yang menjadi inspirasi curhatan ini, waktu kehilangan gelang kesayangannya, dia menangis. Wajar kan. Yang bikin gue heran, ini bocah masih bisa diajak ngobrol kronologis hilangnya gelang tersebut, terus ikutan nyari bareng mamanya. Gak cuma mewek terus bikin heboh serumah. Terus nangisnya sesenggukan kayak orang dewasa bukan teriak-teriak bikin pusing. Kita yang udah gede malah jadi kasihan. Karena penasaran, gue nanya ke sepupu alias si mamanya. Kok bisa sih anak ini mau mengutarakan pikirannya. Jawabannya adalah karena sering diajak bicara. Si mamanya juga sering melontarkan pertanyaan mudah yang membuat si anak mengambil keputusan sendiri. Misalnya, “mau bawa cemilan keripik atau popcorn?”.

Entah apa yang diajarkan di sekolah keponakan gue ini. Tapi untuk ukuran anak dibawah tujuh tahun, dia cukup mudah diatur. Orang tuanya pun mau diajak main bersama anaknya. Kalau mereka kelelahan, maka para om dan tantenya dikerahkan. Gue gak menggambarkan keluarga kecil ini sebagai yang sempurna, hanya mengambil contoh bagian baiknya saja.

Menurut sumber, Konvensi Hak Anak (KHA) yang telah diratifikasi oleh Indonesia pada tanggal 25 Agustus 1990, yaitu:

1. Hak untuk hidup

Yang termasuk dalam hak ini adalah mendapatkan pelayanan kesehatan, air bersih, tempat berteduh dan aman, serta berhak untuk memiliki nama dan kebangsaan.

2. Hak untuk berkembang

Hak untuk berkembang sesuai potensinya, berhak mendapatkan pendidikan, istirahat dan rekreasi, ikut serta dalam semua kegiatan kebudayaan.

3. Hak untuk mendapatkan perlindungan

Anak berhak dilindungi dari eksploitasi ekonomi dan seks, diskriminasi, kekerasan, bahkan penelantaraan (termasuk cacat fisik maupun mental, pengungsi, anak yatim piatu).

4. Hak untuk berpartisipasi

Hak untuk berpatisipasi di dalam keluarga, dalam kehidupan dan sosial, bebas mengutarakan pendapat, hak untuk mendapatkan informasi dan hak untuk didengar pandangan dan pendapatnya.

    Gue sebagai anak (jaman dulu) merasa bahwa pendidikan masing-masing orang tua punya kelebihan dan kekurangan. Entah nilai-nilai apa yang sudah ditanamkan, tetap aja ada yang kurang di mata orang lain. Gak ada manusia yang sempurna. Kalau waktu bisa diputar gue mau minta hak nomor dua. Soalnya sampai sekarang pun masih mencari, sebenernya apa sih potensi diri ini..

    Jadul alert..!

    coba-tebak-gue-yang-mana
    Advertisements

    2 thoughts on “Hari Anak Nasional

    Leave a Comment ~~

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s