Cerita (hampir) tiga tahun lalu..

September 2013 gue melakukan lasik mata di Klinik Mata Nusantara (seterusnya disebut KMN aja yah). Buat yang belum tahu apa itu lasik mata, bisa digoogling sendiri yaa. Kurang kompeten kalau jelasin medis soalnya. Kasarnya sih begini, bola mata yang sudah minus atau silinder bentuknya menjadi lonjong, jadi kalau mau normal maka bola mata tersebut harus dikembalikan bentuknya menjadi bulat, caranya gimana? Di amplas! Dengan lasik. Kalau gak salah lasik ini menurunkan sedikit ketebalan kornea, jadi korneamu musti oke.

Menurut dokter gue saat itu, lasik adalah cosmetic surgery. Karena tujuan operasi ini adalah menghilangkan minus dan silinder yang terdapat pada mata, bukan penyakit berat yang menggangu kesehatan. Minus dan silinder ini sebetulnya bisa diatasi dengan menggunakan kacamata. Gue waktu itu punya alasan sendiri. Alasan pertama, gue emang kepengen lasik mata sejak lama, rasanya bebas bisa mencoba berbagai macam eye makeup. Alasan kedua, mata gue gak kuat memakai lensa kacamata ukuran terakhir, terlalu tinggi minusnya. Sering pusing dan sakit di sekitar mata. Maka dengan bekal niat dan rajin browsing, Allah SWT mempertemukan gue dengan kesempatan lasik ini. Ceritanya akan membuat gue terlihat impulsive hehehe..

Hari-hari di tempat bekerja gue waktu itu, dilalui seperti biasanya. Buka program, handle error, support user. Lirik jam di komputer sudah mendekati pukul lima sore, jam pulang kerja karyawan tapi gue belum mau pulang. Browsing dulu aahh, iseng buka website klinik lasik. Setelah beberapa website, mata gue terbelalak melihat halaman promo di website KMN. Judul promonya ‘September Ceria’. Kurang fancy deh buat ukuran klinik gede. Promo tersebut menyebutkan harga yang dibayarkan hanya Rp. 15.000.000. Masih mahal? Gak juga. Hmm sebenernya mahal sih buat gue, maklum masih karyawan disuruh bayar sebanyak itu yaa mikir dulu. Tapi mari kita bandingkan benefitnya. Dengan harga segitu include tindakan operasi lasik, pemeriksaan pra-lasik, konsultasi dokter sebanyak empat kali, dan obat-obatan standar. Bandingkan dengan harga normal KMN saat itu.. Rp. 2.500.000 untuk pemeriksaan pra-lasik, Rp. 25.000.000 untuk tindakan lasik, belum termasuk harga konsultasi dokter dan obat-obatan.

Lihat promo september ceria ini bikin gue kelabakan karena batas akhir pendaftaran tinggal dua minggu lagi. Langsung gue baca semua tata cara dan persyaratan yang ada di website KMN. Lalu menelpon Mama, “Mah, di website KMN ada promo lasik bulan September!”. “Promo apa?” Gue jelasin semuanya sampai ke harganya. Respon nyokap gue cuma, “ya udah kalau kamu mau”. Alhamdulillah seneng banget. Magrib-magrib ketemu rejeki, semoga salah satu impian bakal terwujud. Pada hari itu pulang ke rumah dengan hati berbunga-bunga. Lima belas juta sekali belanja, impulsive gak menurut kalian?

hari-terakhir-pake-kacamata

Beberapa hari setelahnya, gue mengisi biodata calon pasien di website KMN, disana juga ada data dokter-dokter spesialis mata beserta jadwal masing-masing. Gue pilih dokter Annette, alhamdulillah orangnya asik. Syarat ikutan promo september ceria adalah pembayaran dilakukan terlebih dahulu. Kontan gak pake cicilan! Pertama commitment fee lima juta, setelahnya pelunasan sepuluh juta. Melalui online payment yang bekerja sama dengan KMN. Setelah ada bukti pembayaran maka kita diharapkan menghubungi pihak KMN buat bikin appointment pra-lasik. Tapi nanti jika kita tidak lolos dalam pemeriksaan pra-lasik, maka uang tersebut dikembalikan. Gue gak tahu apakah dipotong biaya pra-lasik yang sudah dilakukan.

Pemeriksaan pra-lasik ini melelahkan. Sehari sebelum pemeriksaan wajib banget istirahat mata! Karena kamu akan melewati tujuh tahap dan salah satunya bola matamu akan ditutul-tutul pakai alat untuk melihat apakah kelengkungan dan ketebalan kornea cukup untuk lasik. Apalagi gue bandel karena semalam sebelumnya masih main hape, jadi abis pra-lasik rasanya mata pegel banget. Kayak abis nangis sambil berantem. Nah ini agak lupa, tapi sepertinya hasil dapat diketahui hari itu juga. Gak semua lolos pemeriksaan pra-lasik, teman gue mendaftar tahun lalu di KMN juga dan gak lolos. Alasannya kornea mata dia terlalu tipis.

Appointment untuk lasik bergantung pada kita dan lowongnya jadwal dokter. Karena hari pilihan gue gak cocok sama jadwal dokter, akhirnya gue yang mengikuti dokternya. Untung cuti kantor bisa dimajukan. Operasi dilakukan di cabang Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Waktu dulu harus di cabang ini gak bisa milih cabang lain. Hari itu gue datang, langsung naik ke lantai tempat operasi. Mendaftar kemudian nunggu dipanggil. Setelah dipanggil, masuk ke ruang pemeriksaan sebelum operasi. Lepas sepatu, pakai jubah pasien warna biru muda, duduk di sofa dalam bilik kecil. Suster memasangkan alat cek tensi otomatis yang baru pertama kali gue coba. Gak lama kemudian digiring masuk ke ruang operasi.

FYI, gue suka nonton serial Greys Anatomy, dan ruangan ini mirip di film itu. Ada dua benda elektronik besar yang ternyata alat lasik, kasur di tengah ruangan, monitor, kursi dokter, dll. Susternya mengajari gue, kalau ditanya nanti tidak boleh mengangguk atau menggelengkan kepala, tapi menjawab lewat mulut. Lalu dokter datang.. its show time.

Gue rebahan di kasur dan diselimuti. Oiya ruangannya dingin. Pertama yang dilakukan adalah pasang alat menyanggah kelopak mata supaya gak banyak ngedip, lalu ke alat pertama yang fungsinya membuka/mengiris kornea menggunakan laser, kan ini laser eye surgery. Lalu kasur digeser ke alat kedua yang fungsinya menembakkan laser ke bola mata yang sudah terbuka. Gue diminta melihat titik berwarna merah selama beberapa menit. Susah untuk terus menerus melihat titik merah ini, beberapa kali dokter mengajak ngobrol supaya gue tetap fokus dan gak terlelap tidur. Pada proses ini gue mencium sedikit bau hangus, tapi gue pasrah. Gue percaya aja sama dokternya. Akhirnya selesai dan dokter melakukan sesuatu supaya kornea gue tertutup. Terakhir dipasangkan softlens bening supaya kornea tadi tidak bergeser atau luka.

Keluar ruang operasi gue diminta duduk di sofa dalam bilik kecil tadi. Diberi minum dan roti. Selesai makan dan minum gue digiring keluar, bertemu nyokap yang menunggu. Mata gue gimana? Rasanya mengganjal dan agak perih. Bisa melihat tanpa kacamata tapi masih samar. Lalu kami dibekali perlengkapan dan obat yang ditebus di farmasi klinik. Dilarang keras kucek mata, terkena air, tidur tengkurap, dan tak boleh pakai makeup di bagian mata. Menurut gue, lasik adalah operasi ringan tapi alatnya yang mahal. Karena operasi berlangsung hanya kurang lebih setengah jam.

Pada perjalanan pulang mata gue bertambah perih, ingat kata dokter tadi, dibawa tidur aja. Sampai esok pagi, sakit itu hilang. Selama beberapa hari penglihatan gue seperti gambar yang brightness-nya ketinggian. Agak silau tapi masih dapat melihat. Lambat laun akan normal seperti saat pakai kacamata. Seterusnya konsultasi dilakukan di cabang Lebak bulus. Promo yang gue ambil jadwal konsultasinya adalah satu hari setelah operasi, satu minggu, satu bulan, terakhir tiga bulan setelah operasi. Konsultasi akan mengecek apakah minus dan silinder kita hilang total atau tidak. Iya, lasik bisa menyisakan minus silinder tapi kecil banget. Alhamdulillah mata gue normal. Langsung deh sok baca tulisan jarak jauh hahaha. Gue sempat dirujuk ke dokter Upik spesialis kornea, supaya dicek kornea gue masih bagus atau enggak.

IMG0926A
lagi-cek-mata

Dan pas masuk kantor, anak-anak pada heboh nanya tentang lasik. Karena mungkin di lantai ini belum ada yang melakukan lasik sebelumnya. Namun efek berkepanjangan setelah lasik adalah mata kering. Musti siap sedia obat tetes mata. Bokek tapi puas!

Advertisements

5 thoughts on “Lasik Mata di Klinik Mata Nusantara

  1. Halo Mbak Utami, salam kenal
    Saya juga tertarik dengan prosedur Lasik karena saya pasien mata minus tinggi.
    Saya ingin bertanya, sampai sekarang apakah Mbak masih sering mengalami mata kering dan bagaimana solusinya?
    Terima kasih

    Like

    1. Salam kenal Mas Agustinus, karena sudah lumayan lama jadi mohon maaf kalau agak lupa 😀
      Seinget saya 8 bulan pertama, saya selalu ngantongin obat tetes mata kemanapun. Gak pakai obat lainnya. Setelah itu masalah mata kering berkurang, walaupun terkadang muncul. Apalagi bekerja di ruangan full ac dan berhadapan komputer setiap hari.
      Mudah-mudahan membantu.

      Like

Leave a Comment ~~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s