Pekanbaru, jarak terjauh gue dari rumah yang masih dalam negeri. Pertama kali menginjak pulau Sumatera nih. Akhirnya keluar pulau Jawa juga. Kasian yah hahaha.. Akibat jarang piknik, eksplorasi gue di Indonesia jadi belum banyak bahkan di pulau Jawa ini sendiri. Pengennya semua provinsi didatangin gitu, biar banyak pengalaman.

Bukan ke Pekanbaru yang jadi spotlight, karena alasan gue kesana adalah menemani teman kondangan ke temannya yang akan menikah. Gue rada gampangan soal jalan-jalan sih. Jadi gue gak kenal siapapun disana. Gue di kota Pekanbaru hanya satu hari terakhir sebelum flight pulang jam setengah tujuh sore ke Jakarta. Dua hari sebelumnya gue ke rumah si calon pengantin, juga ke acara pernikahan. Berangkat dari bandara Soekarno Hatta jam 08.30 pagi, asalnya jam 06.00 cuma kena reschedule.

image
penerbangan-berangkat-sepi-penumpang

Sampai di bandara Sultan Syarif Kasim (yang baru gue ketahui ternyata sudah bandara internasional) jam setengah sebelas. Dijemput adik laki-laki sang pengantin naik mobil lalu menuju rumah orang tuanya. Nama daerahnya kalau gak salah Siak Hulu. Disana kenalan dengan teman-teman si pengantin yang lain yang sudah lebih dulu sampai, juga kenalan dengan adik perempuannya. Kumpul-kumpul di kamar sampai jam empat sore. Awalnya bingung kok bayar tiket pesawat mahal cuma ngedon di kamar orang begini, tapi diambil sisi positifnya gue bisa dapat teman baru.

Kita jalan ke lokasi acara pernikahan untuk esok hari jam empat sore. Iring-iringan sekitar lima sampai enam mobil berjalan ngebut ke lokasi yang namanya Ujungbatu. Sempat berhenti dua kali untuk beli cemilan dan air minum aq*a juga bungkusan nasi padang buat supir mobil lain. Perjalanan ditempuh selama tiga atau empat jam, ingat itu sudah ngebut. Gue gak inget durasi pastinya karena gak lihat jam. Melewati perkebunan sawit, jalanannya aduhai buat first timer kayak saya. Bikin gak bisa tidur di mobil, deg-degan. Naik turun kelak kelok, kadang rem mendadak kalau ada lubang menganga di jalan. Salip menyalip mobil dan truk hal biasa. Sayang gak ada babi hutan yang muncul, kan kepingin lihat aslinya.

Sampai di Ujungbatu, rombongan dibagi dua. Keluarga inti menginap di rumah calon besan. Keluarga yang gak inti sama kolega-kolega, menginap di Hotel Netra. Feeling gue sih ini hotel bintang dua. Eh malam-malam ada teman yang mau makan bakso. Akhirnya dia bareng suaminya cari bakso sampai ke kota Ujungbatu, lalu kita makan ramai-ramai di meja makan hotel. Alhamdulillah hotel mau meminjamkan mangkok. Selesai obrol sana obrol sini, bobok.

Esok pagi, yang mau dirias oleh tukang salon berangkat lebih dulu ke tempat acara. Gue sama teman-teman baru ini memilih rias sendiri. Biar gak ngerepotin. Acara rias merias jadi heboh karena cewek-cewek saling membantu dan meminjamkan alat riasnya. Banyak juga yang teriak gak bisa dandan, jadi gue bantu seadanya. Terus outfit paling santai yaa gue. Dari rumah udah niat nanti gue bakal berdiri paling belakang, soalnya keluarga bukan teman juga baru kenal. Pakai sandal gunung aja dong haha.. mana pernah di Jakarta atau Tangsel datang kondangan pakai sandal gunung. Abis malas bawa sandal cantik.

image
Selesai-dandan-mejeng-dulu

Acara pemberkatan di gereja berlangsung dari jam sepuluh pagi sampai jam duabelas siang. Waktu pengantin masuk ke altar, gue ada di barisan belakang gereja. Bersama teman-teman dan gadis-gadis lainnya. Setelah pengantin sampai depan mimbar, di pintu gereja banyak mamak-mamak yang gak kebagian tempat duduk. Gue keluar aja, toh di dalam juga mau ngapain mending bangkunya buat mamak-mamak itu. Menunggu upacara selama dua jam bikin ngantuk juga, mana panas cuacanya. Untuk mengusir bosan gue menelpon si Mas.

Selesai acara gereja rombongan pindah tempat ke gedung serbaguna (lupa namanya) yang udah buaanyakk buanget orang. Gokil nih nikahan orang batak mantap juga. Ada band dan mc yang khusus berbahasa batak. Membuat gue dan teman-teman baru ini roaming total. Hebatnya lagi band dan mc ini kayak minum kr*tingdeng sepuluh botol, energinya gak habis-habis. Oiya juga seksi dokumentasi yang mengikuti dari gereja. Nah disini keseruannya, ternyata acara resepsi nikah adat batak banyak lagu dan jogetnya. Serasa hiburan rakyat. Acara pertama sambutan kepada pengantin. Lalu sambutan kepada masing-masing keluarga yang setelah sambutan band ini memainkan musik yang berbeda.

Disini gue gak bisa menjelaskan banyak, pertama roaming bahasa, kedua acaranya panjang. Makan siang aja jam empat sore. Terus tempatnya gerah, untung bawa kipas lipat dari rumah. Pokoknya masing-masing keluarga pengantin berbaris memberi sambutan selamat datang lalu memberi seserahan berupa beras yang ditaruh di keranjang dan dibawa di atas kepala, minuman bir, terakhir adat kasih ulos. Mereka joget kayak tari tortor gitu. Terus yang disambut bakal diselipin uang di tangannya, nominal gak banyak sih paling sepuluh ribu rupiah tapi dikumpulin bisa sekian juta tuh. Iyalah orang sambutannya ganti-gantian terus dari masing-masing keluarga pengantin. Di meja belakang speaker ada beberapa mamak-mamak yang jadi bagian seksi audit dana seserahan. Uang yang diterima langsung dihitung dan dicatat. Keren. Gue jadi gak ingat lapar pas lihat hiburan rakyat begini.

Setelah akhirnya makan jam empat sore, acara adat dilanjutkan di dalam gedung serbaguna. Jam setengah enam sore kami udah gak kuat pengen pulang ke hotel. Resepsinya? Masih lanjut sampai jam sepuluh malam. Salut buat si pengantin.

IMG-20160528-WA0005
foto-bareng-penganten

Akhirnya jam setengah tujuh kita pulang ke kota Pekanbaru pakai mobil dan supir sewaan, lewat kebun sawit yang kemarin lagi. Karena kecapekan, para penumpang terlelap satu persatu. Di tengah perjalanan yang sudah ada penduduknya, salah satu teman minta mampir ke warung untuk makan sekalian si supir. Sampai di Pekanbaru sekitar jam setengah duabelas malam. Kita menuju hotel sabrina 81 yang sudah diincar dari kemarin, eh full book. Yasudah menginap di hotel zaira yang gak jauh dari situ dengan harga yang lebih mahal. Setelah checkin, keluar lagi makan duren fifa. Yang ternyata mengecewakan karena harganya yang super kemahalan. Pulang ke hotel sambil menggerutu terus mandi terus tidur.

Besok pagi, gue tidur lagi setelah sholat shubuh. Di kota Pekanbaru gue hanya sempat melihat daerah pemerintahan dekat perpustakaan Soeman HS yang ternyata besar pilarnya, lalu sholat di masjid An-Nur yang luas banget halamannya tapi interiornya biasa saja, mall Ska Pekanbaru yang isinya sama kayak mall di Jakarta dan pasar Bawah yang gerah tapi menggoda dompet. Gue pulang jam setengah tujuh sore dari Pekanbaru sampai Soetta jam setengah sembilan malam. Bisa diprediksi bandara Soetta rame dan macet karena ini hari minggu, hari terakhir long weekend.

image
Masjid-annur-pekanbaru

Eksplorasi disana menurut gue kurang banget, karena dua hari dihabiskan bareng pengantin. Tapi karena sudah berlalu dan teman gue seneng, jadi gak sia-sia deh. 🙂

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Comment ~~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s