Hampir empat bulan gue nganggur. Dimana tabungan hampir habis, disitu terpikir cari uang lagi. Tapi gue masih gak mau kerja kantoran yang mana berangkat pagi pulang malam, dan seharian cuma duduk di depan monitor komputer. Keinginan gue tuh bisa kerja yang meaningful, minimal buat diri sendiri. Ih gue emosional banget ya. Mungkin karena tadi abis berantem mulut sama adek gue gara-gara keran air doang. Takut banget kalo misalnya sering-sering berantem nanti gak akur, secara orang tua udah meninggal. Tapi bener lho tentang omongan gue soal kerja tadi. Kepingin yang meaningful dan bermanfaat bagi orang lain. Belum kepikiran sih mau kerja apaan..

Lebih dari keinginan mau kerja ini itu, yang lebih dalam lagi yang gue inginkan adalah memahami diri sendiri. Bisa kompak sama jiwa aja udah seneng banget. Bayangin jika yang gue kerjakan adalah impian dari jaman dulu, atau ternyata yang gue kerjakan adalah kecintaan gue terhadap sesuatu. Masalahnya gue sering mempertahankan ekspektasi jauh ke atas. Mustinya kan baby step dulu yah. Nah ini gue sendiri sadar, terus gimana?  Kadang di dalam pikiran ada perdebatan tentang sosok gue ini seharusnya jadi kayak apa. Apa karena terlalu banyak keinginan namun minim pewujudan..

Gue pernah dengar dari seseorang yang gue gak tau namanya. Beliau bilang, “menua adalah saat engkau berhenti”. So if I keep moving, then something good will happen, right? Miracle does exist, alright? But which direction should I go? What if all my work in the past has nothing to do with my future? Which means all I did is useless.. What should I do? Seseorang juga pernah berkata (yang juga gak tau namanya), “semua yang kalian pelajari di masa lalu tidak akan sia-sia”. Oke kalimat ini menenangkan..

Akhir-akhir ini, gue melakukan baby step tentang apa yang seharusnya gue mulai lakukan 10 tahun lalu. This year my age will be twenty nine. Baby step gue adalah (please jangan diketawain) mewujudkan keinginan. Mewujudkan impian gue sendiri. Melakukan yang ingin gue lakukan. Hal-hal kecil nan sederhana. Misalnya gue pingin coba bikin kue bolu, gue niat beli mixer dan bahan-bahannya. Hasilnya? kuenya bantet! Setidaknya gue mencoba. Dari kecil emang gak pernah bikin kue. Hal lain misalnya gue pingin masak makanan sederhana. Rasanya sih amburadul, tapi setidaknya gue gak muntah atau keracunan. Dari kecil juga gak pernah masak. Gue pingin jogging di car free day jakarta, maka gue mengajak (baca: memaksa) si Mas untuk nemenin sekaligus anterin. Mumpung tracknya sampai Monas, terus sekalian masuk halamannya.

Yah kira-kira itu yang gue lakukan selama hampir empat bulan menganggur. Baru sedikit sih, makanya gue sebut ini baby step..

That is my very little baby steps. Hopefully in the future I am able to do more things. Aamiin. 🙂

Advertisements

2 thoughts on “My Very Little Baby Steps

Leave a Comment ~~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s