Maybe.. l am the childish adult. That if  i am considered as an adult.

Karena becauseee..

Saya kepingin bangeeeet kembali ke masa anak-anak. I miss being a kid.

Kenapa? Why?

Saat anak-anak semuanya begitu mudah, begitu indah, dan tidak berkejaran dengan waktu. Saat remaja walaupun gak terlalu mudah tapi masih sungguh indah. Saat diakhir masa remaja juga.. saat itu masa depan masih menjadi sesuatu yang diperjuangkan. 

Saya kangen dikasih THR (masih edisi lebaran) walaupun tradisi ini gak pernah dibiasakan di keluarga besar. Saya kangen dikasih hadiah pas ultah (ehem! kode nih).

Saya kangen diperhatiin orang tua, bukan cuma dituntut.

Saya kangen ketemu temen-temen setiap hari, iya setiap hari kecuali mungkin hari libur.

Saya kangen bisa bermimpi tanpa beban harus diwujudkan.

Saya kangen tertawa terbahak-bahak atas suatu kekonyolan, tanpa merasa mesti simpati.

Saya kangen ngemil sepuasnya, gak pake khawatir penyakit apa yg bakal menumpuk di hari tua.

Saya kangen study tour yang diadakan tiap tahun oleh sekolah. Saya kangen be on vacation with my friends. Dan teman-teman tersebut sebagian besar sudah menikah.

Saya kangen sharing dari yang penting sampe gak penting sama buku diary yang saya hias begitu remaja dan girly.

Saya kangen masakan yang niat banget dari nyokap misalnya bikin wajik, bikin bakwan goreng, bikin ayam brongkos, bikin macem-macem yang perlu usaha lebih. Sekarang semuanya serba beli bahkan sayur sop dan sayur asem. Mungkin faktor dulu ada pembantu. Mungkin faktor selera yang gak sama antara saya dan adik, dan nyokap lebih mementingkan selera adik, dengan alasan “kalau adik kamu makan, kamu pasti makan juga. Kalo kamu yang suka, belum tentu adik kamu ikutan makan”. Saya kangen bisa egois dan orang lainnya yg mengalah.

Saya kangen menjadi norak tanpa dihakimi.

Saya kangen menjelajah tempat-tempat baru, jalanan-jalanan baru, hobi-hobi baru.

Saya kangen berbicara dengan orang yang sejalan pikirannya dengan saya. Ternyata sulit juga nyari yang nyambung.

Saya kangen dimanja. Saya kangen dimengerti, karena wanita tidak butuh dicintai, kami sangat butuh dimengerti.

Saya kangen berkreatifitas bareng temen-temen. Saya kangen berkreatifitas dan dihargai, dan diakui.

Saya kangen nabung, karena 2 tahun terakhir ini tabungan saya mengalami kebocoran dahsyat. Gak tau bocorannya lari kemana.

Saya kangen bisa menjadi kuat atas diri saya sendiri.

Saya kangen berada di jalanan, saat lebaran, bareng papa mama dan adik. Saya kangen keluarga yang utuh dan saling menyayangi.

Saya kangen saat dimana hati saya belum remuk redam dan kemudian menjadi apatis.

Saya kangen hati saya saat masih kanak-kanak.

Posted from WordPress for Android

Advertisements

One thought on “Kangen Jadi Anak-Anak

Leave a Comment ~~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s