April 2011 lalu, ada suatu ketika dimana kepala gue hampir pecah. Bukan dalam arti yang sebenarnya, tapi rasanya suntuk luar biasa. I have to escape now!! Terus gue memutuskan akan mengunjungi teman sejak SMP, Nur Widiya, yang sedang melanjutkan kuliah di Solo. Niatnya sih sudah dari lama mau main kesana, hanya momen yang pas belum datang.

Sebelum berangkat gue cari-cari informasi ke teman gue itu. Setelah dipikir-pikir, karena gue berangkat sendiri, maka moda perjalanan gue ke Solo mencontek apa yang biasa digunakan oleh dia. Jadilah gue memesan tiket bus malam Rosalia Indah, di pool daerah Ciputat karena dekat rumah, tipenya super eksekutif. Pertama kali keluar kota naik bus sendirian, yeaayy..

Ini pertama kali gue naik bus super eksekutif. Alasan teman gue, kalau kita jalan sendirian transportasinya musti yang nyaman. Harganya emang mahal namun interior busnya oke. Hanya satu yang gue kurang suka, AC-nya dingin banget. Disarankan memakai kaos kaki walau nanti diberikan selimut. 

Sedikit cerita tentang bus super eksekutif yang gue naikin ini. Baris kursinya berpola 2-1, yaitu deretan sebelah kiri lorong itu untuk satu penumpang, dan yang sebelah kanannya untuk dua penumpang. Jadi sepenuh-penuhnya bis ini tetap sedikit orangnya. Lalu masing-masing kursi ada bantal, hand rest (biar gak rebutan naruh siku sama orang sebelahnya), leg rest alias bisa semi selonjoran, dan terakhir pijakan kaki yang nempel ke kursi depannya. Pantesan temen gue demen naik bis ini. Biar perjalanan malam, soal tidur mah bisa pulas. Gak ada tv sih di masing-masing tempat duduk, adanya tv sentral di bagian depan dekat supir yang menyetel lagu keroncong jawa.

Katanya sih berangkat dari Ciputat jam tiga sore, tapi kenyataannya molor. Bus ini ambil penumpang dulu di berbagai pool baru jalan keluar Jakarta. Untungnya gue duduk bukan di paling depan, reputasi bus malam yang suka ugal-ugalan bikin gue takut. Alhamdulillah gue sampai di tempat tujuan sekitar jam enam pagi. Turun dari bus hal pertama yang gue cari adalah toilet. Iya, gue sering minum jadi sering pipis hehehe. Lalu teman gue datang menjemput naik motor.

Kita muter-muter pakai motor honda beat dia. Termasuk saat kita jalan ke Grojogan Sewu dan Tawangmangu. Perjalanan kesana itu banyak menanjak bukit kayak ke Puncak, pemandangannya bagus deh. Waktu tempuhnya ini yang gak sebentar, sampai pantat gue sakit duduk di motor. Tapi masih seru sih soalnya temen gue yang nyetir hahaha. Di dekat air terjun hati-hati licin dan sering gerimis. Atau ini cipratan dari air terjunnya ya..?

Di Tawangmangu kita menaiki anak tangga sebanyak 1.250. Kuat? Alhamdulillah iya. Cuma napasnya saja yang habis. Gak sedikit orang yang berhenti sejenak di gazebo, di tengah-tengah perjalanan menaiki anak tangga.

Besoknya kita sempat masuk ke Keraton Solo, juga ke pasar tradisional (yang namanya gue lupa)  Sempat juga ke Pusat Grosir Solo.

Dan malamnya makan di angkringan rame-rame. Ini pertama kalinya gue makan di angkringan langsung di tempatnya. Dulu paling beli bungkus bawa pulang.

Di tempat ini gue dikenalin sama makanan murah meriah yang enak banget (menurut gue sih). Namanya soto daging. Makannya pas panas-panas terus pake kerupuk karak.

Selama trip gue tidurnya di kamar kost Widiya, yang sebetulnya gak boleh menerima tamu menginap. Jadi kalau ada bapak kost, gue disuruh ngumpet hahaha. Karena tinggal di kost jadi dapat teman-teman baru. Kita sempat foto-foto sebelum gue balik ke Jakarta.

Advertisements

Leave a Comment ~~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s