Besok Udah Senin.

Menakutkan gak sih.. Mbak-mbak kantoran mana suaranyaa..? Tiba-tiba kepingin curcol mengenai isu mingguan tersebut. Pliiss jangan muntah yaa dengan ke-sotoy-an gue..

Rutinitas.

Some people love routine job, some people easily tired of it. Salah sendiri ngelamar pekerjaan itu. Lagipula pas apply lowongan kan gak terbayang kerjanya, tapi lebih ke gajinya. Hahaha. Mau gimana lagi, wong butuh duitnya.. Kalau punya boss asik sebetulnya bisa tuh minta variasi kerja, supaya berkembang en gak suntuk. Atau karena kerjaan yang sudah benar-benar membosankan. No passion sama sekali. Istilah “ingatlah saat kau memulainya” udah gak mempan. Yah siap-siap update CV deh.

Continue reading “Besok Udah Senin.”

Seninya Maksi Sendirian

The art of maksi (makan siang) alone.. is.. 

  1. Tidak perlu memulai percakapan, dan menjaga percakapan tetap seru sepanjang jam maksi. 

  2. Jadi ansos tanpa beban. Dont care sama gosip kantor atau isu sosial. 

  3. Apdet blog tanpa ada yang kepo. Lumayan kan biar blog gak berdebu.

  4. Mengkhayal suka-suka, gak ada yang bully. 

  5. Gak ada yang komen makanan yang kita makan. Mau tampilannya amburadul atau komposisi di luar akal sehat, bodo amat.

  6. Bisa memperhatikan karakter orang lain. Atau teman-teman di seberang meja sana lagi ngomongin gue apa gak. Pingin banget cyin diomongin

  7. Kesepian sih memang tapi bisa lebih menikmati makanan. Karena fokusnya ga terpecah.

  8. Maksi sendirian gak dosa. 

Udah itu aja. Kenyang euy..

Meramaikan HUT TNI AU 71 Tahun

Ini ceritanya masa kecil kurang bahagia. Kepengin nonton pesawat terbang aja bela-belain berdiri di bawah matahari terik yang bikin kulit belang. Gak sarapan pula langsung cuss jalan. Jauh lagi tempatnya. Kalau naik mobil bisa telat tuh ke acaranya. Secara jalanan arah bandara Halim Perdanakusumah lagi macyet bingits. Biarin deh dibilang norak yang penting puas nonton pesawat.

Awalnya gak kepikiran mau dateng ke acara ini. Spontan aja gitu pas denger masuknya ehem gratis. Hehehe. Cuma ampun deh cari parkir. Akhirnya kami ngikutin beberapa orang yang parkir di depan sekolah negeri 42. Katanya ada jalan tembusan yang lebih deket. Ternyata jalan tembus itu melewati kebun dan sawah sodara-sodara. Berasa lagi lebaran di kampung.

Continue reading “Meramaikan HUT TNI AU 71 Tahun”

Life Update

Baru kali ini gue menyadari kehebatan perempuan yang gak punya pembantu dan harus beberes rumah, dan harus bekerja kantoran. Karena ternyata melelahkan. Kalau udah begini, ngarep ada suami yang bisa diajak sepenanggungan #eaaaa.

Satu tahun lebih berada di rumah alias nganggur, akhirnya bisa bekerja lagi. Syukur alhamdulillah. Punya penghasilan lagi, punya temen baru, punya wawasan baru.. banyak banget yang bisa disyukuri. Tapi tantangan baru muncul.. weekend gue habis dengan bersih-bersih. Biasanya leluasa ngerjain kapan aja, sekarang semua musti kelar di hari sabtu minggu. Pada kenyataannya sih gak kelar juga karena capek badan.

Continue reading “Life Update”

Warna Warni Selembar Kerudung

Siapa yang sangka gue bisa begitu semangat belanja kerudung. Dahulu jangankan niat membeli, gue paling males disuruh pakai jilbab. Hawanya kemrungsung.. ribet.. gerah..

Aneh. Sekarang malah happy, malah pede. Merasa aman dan nyaman. Merasa tambah caem..ย enelan.. Mungkin karena bagian yang gak sedap dipandang sudah ditutupi, lemak-lemak menjuntai atau rambut acakadut misalnya. Aneh banget rasanya.

Walaupun lagi bokek tapi keinginan mengoleksi kerudung begitu besar, so gue memaksakan untuk belanja. Dengan dalih, sebelumnya kan gak pernah beli beginian. Hahaha. Sebelum belanja, gue menjarah koleksi kerudung (alm.) nyokap. Lumayan masih banyak yang bagus. Tinggal melengkapi yang belum dipunya aja kan.

Continue reading “Warna Warni Selembar Kerudung”

Curhat di Interview Kerja

Sebagai orang miskin namun kelihatan kaya (padahal barang turunan orang tua), mencari pekerjaan harus ditekuni. Kalau enggak, mau bayar tagihan dan sekolah pakai apa. Daun? Gak laku lah yauw. Nah tiap melamar pekerjaan pasti melewati tahap mengisi biodata pribadi dan test interview. Khusus curhatan kali ini, mau cerita tentang orang-orang yang gak pernah ditemui sebelumnya, tapi kepo nanya-nanya bagaimana orang tua meninggal. Gak ada yang salah sih, lagipula itu sedang sesi interview. Cuma gue kok merasa gimanaa gituu yah.

Continue reading “Curhat di Interview Kerja”

Kalimantan Timur, Kado Awal Tahun (2)

Cerita sebelumnya..

Pada hari Minggu, acaranya jalan-jalan ke desa budaya Pampang. Lokasinya jauh dari jalan raya, mblusuk-mblusuk ke perkampungan masyarakat dayak. Niatnya pengin lihat orang suku dayak yang kuping panjang. Karena belum keluar, maka kami berfoto sama anak-anak suku dayak. Tapi hati-hati.. disini orangnya gak segan minta uang. Setiap foto ada tarifnya. Sewa baju adat (+/-) Rp. 25.000. Foto bersama anak-anak suku dayak (+/-) Rp. 60.000 untuk tiga kali foto. Saat gue antri toilet pun anak-anak tadi minta uang jajan. Belanja aksesoris khas dayak juga harus nawar.

Sebetulnya setiap hari Minggu jam dua siang, ada performance dari anak-anak suku dayak. Hari itu kami datang cukup pagi. Mau nonton sih tapi nunggunya kelamaan. Juga karena jarak menuju Bontang itu jauh, jadinya kami melanjutkan perjalanan sebelum acara dimulai.

Continue reading “Kalimantan Timur, Kado Awal Tahun (2)”

Kalimantan Timur, Kado Awal Tahun (1)

Uhuuyy pertama kali nginjek pulau kalimantan nih. Sebagai jalan-jalan pertama di tahun 2017, aduh seneng banget alhamdulillah. Apalagi disponsori oleh sepupu baik hati yang sudah lama menetap disana, makin happy deh. Berangkat hari Jumat dengan penerbangan LionAir pukul 07.50 dari bandara Soekarno Hatta menuju bandara Sepinggan, Balikpapan. Karena Kaltim masuk zona waktu WITA, maka jam tangan buru-buru deh diupdate. Kalau handphone biasanya otomatis mengikuti waktu setempat.

Bandara Sepinggan memang gak sebesar Soetta, tetapi mengundang kekaguman. Bersih dan keren, cuy. Yah mungkin karena Sepinggan masih baru dan gak sesibuk Soetta, tapi tetep aja kalau dibandingin Terminal 1A mahh.. *oke-lanjut* Kota Balikpapan ternyata gak besar cuma rapiiih banget. Karena terletak daerah pesisir pantai, kita bisa lihat laut dari pinggir jalan raya. Kapal besar maupun kecil lalu lalang. Dan karena Balikpapan itu kota minyak, jadi banyak perusahaan migas juga batubara berkantor disekitarnya. Uniknya tidak ada angkot disana, yang ada taksi. Sebutan untuk angkot, ya taksi. Kalau taksi beneran, disebutnya taksi argo. Hehehe.

Continue reading “Kalimantan Timur, Kado Awal Tahun (1)”

Resolusi Tahun Baru?

Haai..!! First blogpost of the year nih. Apa kabarmu di tahun 2017? Punya resolusi?

Hmm sebetulnya gue merasa ini terlalu cepat diungkapkan. Tapi.. gue mulai belajar berjilbab. Bismillahirrohmaanirrohiim. Gue kepengen pakai jilbab. Niat ini sudah mengendap selama satu bulan terakhir, but I didn’t tell anybody. Sebulan terakhir sering bicara dalam hati, “lihat perempuan berjilbab kok rasanya adem yah. Cantik gituh..”

Then I made the first move. Gue belanja manset, ciput, dan jilbab instan secara online di Hijabenka. Ini kode referral supaya kalian dapat diskon Rp. 25.000 pada pembelian pertama. Promosi tak dibayar lhooh..

Continue reading “Resolusi Tahun Baru?”

New Year Eve, Six Years Ago

Time flies sooo fast!

Found this pictures on facebook. Oh My God, ini kan waktu merayakan tahun baru di rumah Nisa. Malam pergantian tahun 2009 ke 2010. Satu-satunya perayaan malam tahun baru di rumah teman, tanpa orang tua. Jadi kangen sama masa muda. Ternyata dulu gue lumayan cakep, hihihi.

Kami masih berempat, formasi awal genk.  Berlokasi di rumah Nisa, kita disana ngobrol-ngobrol, foto-foto, sampai malam tiba kita keluar rumah terus heboh sendiri di halaman.  Kayaknya waktu itu di sepanjang jalan cuma kita yang berisik. Untung gak dikomplain tetangga.

Melihat foto-foto ini membuat gue membayangkan jaman dulu. Rasanya menyenangkan, dan hidup belum ribet kayak sekarang. Sebetulnya gak ribet sih, cuma harus dipikirkan betul langkah yang harus diambil. So, ready for the next resolution?