Kekasihku Pergi

Berharaplah hanya pada Tuhan.
Katanya sambil melenggang melambaikan tangan.

Tuhan yang mana.
Aku berseru bertanya.

Dia berbalik dan tersenyum tipis.
Aku menunggu penjelasannya yang terbiasa logis.

Bibirnya mulai mengeluarkan kata-kata.
Tuhan manapun yang kau yakini, karena disitulah kau akan kembali.

Aku terisak mengharap lebih.
Lalu bagaimana dengan rajutan kasih, yang katamu menutupi pedih.

Kakinya melangkah mundur.
Maaf, terkadang usaha keras pun hasilnya kurang mujur.
Dan akhirnya kita akan munculkan tanya.
Seperti katamu tadi, Tuhan yang mana.

Pesan Dari Masa Kini

Untuk aku yg pernah kecewa
Ketahuilah itu hanya sebagian mata-mata
Mengintai dari kejauhan
Lalu menerkam tepat di pelukan
Bukan, ini bukan cerita canda
Ini adalah pesan dari aku untuk diriku
Karena dahulu adalah sosok yang lugu
Sampai diriku terbentur ini dan itu
Bersiaplah.. Tapi kuat
Cerdaslah.. Tapi cermat
Sabarlah.. Lalu berserah
Aku, kamu, siapapun yang berdiri di cermin ini
Ketahuilah itu hanya sebagian, hanya sebagian

Tahun 2021: Yok Bisa Yok

Resolusi tahun 2021!

Bosen gak sih bikin resolusi tahun baru mulu, tapi gak semuanya tercapai..? Jawabannya: soalnya kamu ngarepnya muluk-muluk. Realistis aja fren. Supaya action plannya gak menyiksa. Sotoy ya? Emang ahaha.

Oke, resolusi gue untuk tahun 2021 adalah.. Aging gracefully. Sebab setelah melihat-lihat akun IG Andien Aisyah, gue tuh kayak woowww.. Ni emak-emak gak malu soal umur tapi cuantiik masyaallah.

Ya memang level gue dan dia itu jauh sekali ya, bund. Tak bisa dibandingkan, bund. Mbak Andien di khayangan, gue di dasar panci mejikom. Tapi minimal gue bisa lah mengikuti beberapa gaya, yang dishare di medsos aja tentunya. Coz I’m no stalker hehe.

Continue reading “Tahun 2021: Yok Bisa Yok”

Selamat Pagi! Pak, Bu..

Siapa yang masih nostalgia sama sekolahnya? Sama sesama alumninya? Sama guru-gurunya? Atau sekedar mengingat membayangkan betapa bahagianya sekolah dulu..? Acung tangan!

Jaman gue sekolah sih bahagia-bahagia aja. Gak punya beban hidup. Gak perlu bayar cicilan. Gak ada pengeluaran rumah tangga. Gak ditanya kapan nikah kapan punya anak. Masalah yang gue hadapi saat itu hanyalah menghadapi gebetan, nilai rapot dan pergaulan yang kadang jahat.

Terlepas dari masalah-masalah itu, gue bahagia kok. Jaman sekolah gue bisa bercanda sejayus-jayusnya. Nongkrong dan ngadem lama di perpustakaan. Bisa main sampai sore, selama belum dicariin sama nyokap. Ketemu teman setiap hari. Bahkan kalau libur panjang kenaikan kelas, yang gue kangenin cuma ketemu teman hahaha.

Continue reading “Selamat Pagi! Pak, Bu..”

Mencoba Mindful

Mindfulness. Apaan sih itu..??

Ini pemahaman cupu gue. Mindful artinya secara sadar. Artinya apapun yang lagi dikerjakan at the moment, maka otak dan hati setuju bahwa emang itu yang dikerjain. Berkegiatan secara sadar, gak pake mikirin hal-hal lain. Kelarin aja pekerjaannya. Baru nanti mikir lagi mau ngapain.

Sebenernya gak perlu gue jelasin panjang lebar, kalian bisa googling untuk mencari penjelasan yang lebih komplit dan konkrit. Nyoh! tinggal klik.

Karena gue sendiri adalah pemula dalam hal mindfulness ini. Masih ngeraba-raba dan dan terkadang masih sok multitsaking. Dulu gue merasa bahwa multitasking adalah kelebihan. Hahaha betapa terperangkapnya gue. Bahkan gue mencoba menerapkannya di kantor. Supaya apa? Supaya pekerjaan kelar dalam waktu bersamaan. Ckckck.

Continue reading “Mencoba Mindful”

Aduh Aduh Aduh

Gue pernah burnout parah sampai-sampai gue membenci gedung kantor tempat gue bekerja. Padahal apa salah bangunan itu ya. Hahaha. Pokoknya sebel. Sebel banget malah. Eh udah pada ngerti kan arti dari burnout. Intinya lelah level muak, begitu.

Untuk kasus gue.. Sejujurnya gue gak tahu sih akar masalahnya apa. Cuman gue bisa merunut dan mengira-ngira penyebab terjadinya burnout pada diri gue. Tiap orang pasti berbeda yaa.. Tapi kalau ada yang sama mungkin kita ditakdirkan curhat bareng. Hahaha.

Jauh sebelum terjadinya burnout, gue punya trauma yang terpupuk semenjak gue masih cilik. Mungkin istilahnya unfinished inner child problem. Aelah sok enggres nih gue. Ada kekecewaan kecil, berkali-kali, berulang-ulang, dan bukannya ngomong atau protes atau kompromi, malah gue pendam. Teruuss gue pendam bertahun-tahun. Tanpa sadar gue bawa sampai usia dewasa.

Continue reading “Aduh Aduh Aduh”

Hari Ayah

Kepada pria yang telah berkontribusi pada pembentukan gen dalam diri gue, terima kasih atas segalanya!

Curhat sedikit ah..

Bapak gue itu orangnya cerewet dan galak. Selain itu beliau juga mengidap darah tinggi, yang bikin dia rutin minum vitamin atau obat. Kombinasi yang lumayan bikin anak-anaknya takut. Hehe.

Sebagai anak pertama, perempuan pula, gue ngerasain berbagai ketakutan dan sakit hati ala anak kecil. Bisa jadi gue yang ngeyel gak nurut, bisa juga dia yang lagi senewen akibat kerjaan kantor. Iya, bapak gue karyawan biasa.

Tapi dibalik itu rasa sayang dia ke anak-anaknya terbukti dengan penyediaan fasilitas pendidikan. Masing-masing anaknya bisa sampai sarjana, walaupun dia sendiri gak ngeliat anak-anaknya wisuda. Fasilitas lainnya sih biasa aja. Bukan turunan orang kaya soalnya.

Yah gitu lah.. Sedikit cerita tentang bapak. Bagaimanapun cerewetnya dan galaknya, dia sudah memberikan yang terbaik.

Terima kasih, Pah!

Sampai ketemu lagi nanti di surga.

Makanan Lokal yang Kudu Banget Populer

(Awas blogpost ini mengandung jualan)

“Enak!” ujar paksu meyakinkan.

Gue masih bingung sambil merasa aneh. Masa jagung bisa dijadikan nasi sih. Gimana caranya..? Pasti aneh deh rasanya. Gue ngebatin sambil mengernyit dahi.

“…” gue diam karena masih ragu.

Tapi secara gestur gue menunjukan bahwa gue ingin mencobanya. Yah leo memang nalurinya selalu penasaran dan menyukai tantangan. Walaupun cepet bosen dan kapok juga.

“Oh emang kayak apa sih? Yaudah cobain aja” kata gue setengah kepo setengah sangsi.

Continue reading “Makanan Lokal yang Kudu Banget Populer”

Terbayangi Sepi

Halo sepi ini saya lagi
Apa kabar kamu yang setia menanti
Saya sempat pergi eh ketemu kamu lagi
Yah akhirnya kita bergumul resah disini
Hanya saya dan kamu, sepi

Kali ini saya mencoba lebih waras
Tidak seperti dulu yang.. ah sudahlah
Saat itu saya sedang kalut
Dirubung pikiran dan kondisi kemelut
Banyak faktor eksternal ikut mencarut
Berkat pergulatan batin berlarut-larut

Continue reading “Terbayangi Sepi”

Bagi yang Menghadiri Acara di Luar Rumah

Poster ini gue ambil dari internet. Sebagai informasi dan pengingat. Karena setelah enam bulan dikurung dalam rumah, rasanya gak mungkin kalau gak punya acara di luar rumah. Baik outdoor atau indoor.

Setelah menghadiri acara tersebut dan kembali pulang ke rumah, please practicing on what the posters said. Minimal jaga-jaga supaya gak nularin orang serumah.

Stay safe, stay healthy! :*