Kasih Sayang Ke Diri Sendiri Dulu

Tanggal 14 Februari, sejak tahun 496 masehi, diperingati sebagai hari kasih sayang sedunia. Menunjukan kasih sayang ke teman, saudara, atau orang tua dengan cara kasih cokelat.. banyak yang pernah kan. Gue pribadi sih gak pernah merayakan valentine, tapi beberapa teman gue ikut-ikutan ngerayain. Sekarang ini gue pengen ngobrolin tentang kasih sayang, di hari kasih sayang, kepada manusia yang paling sering disakiti dan dibohongi. Siapa? Ya diri sendiri.

Udah berapa banyak air mata penyesalan, air mata amarah terpendam, dan air mata-air mata lainnya yang menetes karena berbagai alasan. Mulai dari hati yang sakit, ujung-ujungnya jadi sakit badan. Mulai dari gak sayang sama diri sendiri, akhirnya jadi putus asa. Jangan ya. Gak boleh.

Continue reading “Kasih Sayang Ke Diri Sendiri Dulu”

Mau Nikah – Bagian 3

Hai para capeng alias calon penganten. Bagian terakhir dari cerita nikahan nih. (Bagian sebelumnya ada di blogpost pertama dan kedua)

Blog post ini akan singkat syekali karena gue gak ikutan dalan proses planning maupun eksekusi. Iya, ini tuh acara resepsi nikah di kampung suami. Ada yang pakai istilah ngunduh mantu, tapi kalau kami niatnya perkenalan ke para keluarga dan tetangga yang kemarin gak hadir pas akad nikah.

Request gue kepada keluarga suami cuma sedikit. Kepingin pakai adat Jawa Tengah dan gak usah manggil biduan dangdut. Kenapa? Pengen ngerasain dirias dan prosesi adat, supaya gak penasaran hihihi. Nyokap gue pun dulu nikahnya pakai adat Jawa Tengah.

Continue reading “Mau Nikah – Bagian 3”

My Kind of Playlist (2019)

Tahun lalu Spotify merekap lagu kesukaan gue disini

Yang 2019 udah keluar dongs dan ini nih daftarnya

Pas buka listnya, terus lihat lagu Labirin dari Tulus ada di nomor satu.. Ya iyalah aing ngefans sama lagu ituuu! Sesuka itu sampai repeat lagunya berulang-ulang.

Lagu fav kita samaan gak gaes?

Teruntuk

Dear hatiku,

Kita sudah melewati banyak kejadian

Mulai dari sekolah menengah pertama hingga usiaku kini, tiga puluh dua

Jalannya berlika-liku dan naik turun

Ada masa penuh tawa tapi juga banyak murung

Ku hanya ingin bilang..

TERIMA KASIH

Atas segala dayamu untuk terus bertahan

Aku tahu dan sadar, banyak instruksimu yang aku acuhkan

Tapi TERIMA KASIH ya

Sampai kini pun kamu masih mampu merasa dan mengira

Bersedia diajak susah dan mau bercengkrama

Ku mohon hatiku, bersabarlah denganku

Aku baru mulai belajar melepas beban

Supaya jalan kita kedepan.. lebih bahagia

Tipe Pemikir

Setelah 10 tahun usia dewasa gue, gue baru tahu dan sedikit mengerti karakter kepribadian diri sendiri. Kalau pernah baca blogpost gue di masa lalu yang galau nan menggelikan, berarti gue belum ketemu informasinya aja. Atau mungkin lagi masa atau fase peralihan, atau pencarian jati diri. Toh setiap manusia tidak pernah ajeg. Kita semua bisa (banget) berubah seiring dengan lingkungan dan waktu.

Beberapa malam yang lalu, saat gue menganggur dan bingung mau ngapain, gue menemukan sebuah keyword yang membawa gue kepada website psikologi namanya.. lupa. (Update: https://my-personality-test.com/). Disitu gue menjawab banyak pertanyaan tentang kebiasaan dan sifat gue. Yaa kayak website-website psikologi apa-karakter-kamu gitu. Dan hasilnya gue adalah INTP. Introvert Intuitive Thinking Perceiving. Hmm!

Continue reading “Tipe Pemikir”

Radio atau Podcast, Lebih Suka Mana?

Radio itu cinta pertama. (nostalgic song backsound playing tssaahhh)

Seinget gue.. menikmati siaran radio dimulai dari jaman sekolah, SMP kalau gak salah. Yaitu radio Prambors dan Mustang. Yang seterusnya gue lebih sering jadi pendengarnya Mustang, saat penyiarnya Rico Ceper dan Bedu di jam siaran pagi. Ketawa-ketawa dengernya, sampai nyokap gue kadang-kadang ngintip curiga kenapa gue ketawa sendiri. Kemudian beralih ke radio Hardrock dengan penyiarnya Pandji Pragiwaksono dan Steny Agustav, kalau gak salah inget ini pas gue udah kuliah.

Mesti diakui bahwa jadi pendengar radio ada manfaatnya. Selera musik pop jelas gak ketinggalan jaman, narasumber yang diajak ngobrol juga nambah wawasan, selain juga menjadi alay bin receh pada masanya karena penyiarnya kocak. Yang paling penting adalah, menurut gue, dengerin radio gak ngebosenin. Kita tuh kayak ditemenin sama penyiar-penyiarnya yang cerdas bawain acara. Sesederhana dengerin mereka ngobrol aja udah menghilangkan jenuh dan kesepian.

Continue reading “Radio atau Podcast, Lebih Suka Mana?”

Ulang Hari

Saat ini gue sudah berhenti menghitung ulang tahun. Bukan karena berkepala tiga atau rambut putih mulai ramai bertumbuh, tapi diri ini sepertinya sudah tak terlalu relevan untuk merayakan ulang tahun. Walaupun pada setiap tanggalnya, gue masih berharap ada ucapan atau kado yang datang secara tak terduga hehe..

Apa yang seharusnya relevan bagi gue akhir-akhir ini adalah.. ulang hari.

Maksudnya merayakan setiap hari. Setiap shubuh bangun tidur dan menjelang tidur malam, mari merayakan apa yang terjadi di hari itu. Diawali semangat dan harapan, dan diakhiri rasa syukur dan keikhlasan tentang apa yang telah dikerjakan.

Daily achievement gitu. Ciamik kan ide gue.. 😀

(iya idenya bagus.. dikerjain apa engga tam?)

Kalau Introvert dengan Pasangan

(sekali lagi deh ya biar seolah trilogi blogpost hasil copy paste, yang ini dari https://www.lifehack.org/529580/7-things-remember-when-dating-infj agar supaya kalian yang punya pasangan introvert bisa lebih memahami lagi) 

There are a number of things one should know before jumping head first into a relationship with an INFJ – not all of them necessarily negative, but needed to know before you can move into a more serious phase and a deeper understanding of the relationship:

1. No hook ups

INFJs do not want something temporary that can dwindle away with the first indication of a strong, potentially stormy wind that blows in its direction. We seek soul mates, those with whom we can connect on a spiritual, emotional and intellectual level.
We do not do casual or friends with benefits; it only frustrates us and makes us feel guilty for compromising our ideals and our value systems. This by no means make us judgmental towards others who prefer to explore and experiment; it is just not something we wish to pursue. Continue reading “Kalau Introvert dengan Pasangan”

Kalau Introvert di Pertemanan

(masih dengan konsep blogpost hasil copy paste artikel orang lain, kali ini dari https://www.lifehack.org/297304/19-real-life-examples-extroverted-introvert-you-dont-get-confused yha.. kami para introvert ternyata bisa dijabarkan panjang lebar)

Let me tell you what happened a few weekends ago.
I spent Saturday alone, reading, writing, getting errands done. At 8:54 pm, I got a text from a friend, asking what I was up to. He was making plans to go out. I responded, “Nothing. What’s up?”
Fifteen minutes passed and he didn’t respond. I wanted to go out and considered calling him to see what was happening, but also wanted to sit in bed and read a book before going to bed at 10 pm. So I didn’t call.
Another fifteen minutes passed and I finally made the call. It took half an hour and a significant amount of energy for me to put down my book, pick up my phone, and call him to figure out the plan for that night.
So instead of staying in and reading myself to sleep, I left my apartment at 9:30 pm to go out for drinks.

And you know what I did? I danced. And I was obnoxious. And I had tons of fun.
But the next day? I sat at a coffee shop and read a book. I did some grocery shopping, cooked, and ate alone while watching Netflix. I spoke to almost no one. I only texted my friend who I went out with the night before to see how he was doing. I didn’t want to talk to anyone. And I loved it.
So yes I’m outgoing. But not all the time.

To relieve you of some confusion, here are a few things we’d like you to know about extroverted introverts. Continue reading “Kalau Introvert di Pertemanan”