Kalau Introvert dengan Pasangan

(sekali lagi deh ya biar seolah trilogi blogpost hasil copy paste, yang ini dari https://www.lifehack.org/529580/7-things-remember-when-dating-infj agar supaya kalian yang punya pasangan introvert bisa lebih memahami lagi) 

There are a number of things one should know before jumping head first into a relationship with an INFJ – not all of them necessarily negative, but needed to know before you can move into a more serious phase and a deeper understanding of the relationship:

1. No hook ups

INFJs do not want something temporary that can dwindle away with the first indication of a strong, potentially stormy wind that blows in its direction. We seek soul mates, those with whom we can connect on a spiritual, emotional and intellectual level.
We do not do casual or friends with benefits; it only frustrates us and makes us feel guilty for compromising our ideals and our value systems. This by no means make us judgmental towards others who prefer to explore and experiment; it is just not something we wish to pursue. Continue reading “Kalau Introvert dengan Pasangan”

Kalau Introvert di Pertemanan

(masih dengan konsep blogpost hasil copy paste artikel orang lain, kali ini dari https://www.lifehack.org/297304/19-real-life-examples-extroverted-introvert-you-dont-get-confused yha.. kami para introvert ternyata bisa dijabarkan panjang lebar)

Let me tell you what happened a few weekends ago.
I spent Saturday alone, reading, writing, getting errands done. At 8:54 pm, I got a text from a friend, asking what I was up to. He was making plans to go out. I responded, “Nothing. What’s up?”
Fifteen minutes passed and he didn’t respond. I wanted to go out and considered calling him to see what was happening, but also wanted to sit in bed and read a book before going to bed at 10 pm. So I didn’t call.
Another fifteen minutes passed and I finally made the call. It took half an hour and a significant amount of energy for me to put down my book, pick up my phone, and call him to figure out the plan for that night.
So instead of staying in and reading myself to sleep, I left my apartment at 9:30 pm to go out for drinks.

And you know what I did? I danced. And I was obnoxious. And I had tons of fun.
But the next day? I sat at a coffee shop and read a book. I did some grocery shopping, cooked, and ate alone while watching Netflix. I spoke to almost no one. I only texted my friend who I went out with the night before to see how he was doing. I didn’t want to talk to anyone. And I loved it.
So yes I’m outgoing. But not all the time.

To relieve you of some confusion, here are a few things we’d like you to know about extroverted introverts. Continue reading “Kalau Introvert di Pertemanan”

Kalau Introvert di Kantor

(konten blogpost ini hasil copy paste dari https://www.lifehack.org/articles/work/15-things-introverts-dont-work-that-makes-them-excel.html dan gue gak translate khawatir salah pilih kata alias gak pinter english, tapi isi artikel ini asli bener banget)

Raise your hand if you’re an introvert.

Introverts are everywhere (one out of every two or three people you know). And they are like icebergs. What you see on the surface is only a small percentage of their entire selves. It’s just that they don’t usually help people to see the rest of them or the strengths they bring to the work environment.

Here are fifteen things introverts don’t do at work that gives them a marked edge to excel in the workplace.

1. They don’t speak before they think.

While most extroverts will interrupt you when you are trying to say something because they can’t wait for their turn to speak, introverts will take their time before opening their mouth, quietly listening and reflecting in their head instead of thinking out loud.
Joe McHugh, vice president of executive services for the Edina, Minnesota, office of Right Management Consultants explains: “Colleagues and bosses need to realize that introverts often don’t know what they think immediately, and that they need time to think things through before coming to a conclusion.” It’s critical, Joe stresses, that you “circle back to introverts after they’ve had some time to consider things.” Continue reading “Kalau Introvert di Kantor”

Mau Nikah – Bagian 2

Ada kelanjutannya gaesss..

Nikah itu mudah dan murah, suwer! Asalkan kamu cuma mau sah di KUA dan gak ada keinginan lain-lain. Mudahnya itu kamu cuma datang ke KUA, terus nikah di ruangan yang disediakan. Murah? Gratis woy!! Asal di kantor KUA dan di jam kerja.

Walopun gue kemarin hanya nikah sederhana aja, tapi ternyata ada aja keperluannya. Nyatanya menyenangkan semua pihak itu juga tak mudah, tapi bukan berarti tak mungkin. Kompromi yes.. Untuk segala hal yang kiranya bisa dikompromikan.

Continue reading “Mau Nikah – Bagian 2”

Mau Nikah – Bagian 1

Buat yang mau mengurus administrasi pernikahan, berikut pengalaman gue yang mudah-mudahan bisa menjadi pencerahan buat kamu-kamu calon pengantin..

Pertama. Minta blanko surat pernyataan belum pernah menikah. Bisa ke KUA atau RT RW kalau ada. Karena pada surat pernyataan ini, perlu cap dari RT dan RW tempat tinggal kamu.

Kedua. Minta surat pernyataan mau menikah ke RT, dan di tanda tangani oleh ketua RT dan ketua RW.

Ketiga. Lengkapi semua persyaratan, termasuk fotokopi KTP, ijazah terakhir, akte lahir, kartu keluarga dan foto background biru ukuran 2×3 sebanyak 4 lembar dan 4×6 sebanyak 2 lembar.

Keempat. Kumpulkan semua berkas itu ke kelurahan. Nanti kelurahan akan mengeluarkan surat pernyataan.

Kelima. Pengecekan kesehatan di puskesmas atau klinik swasta juga bisa. Demi pengiritan biaya, gue ke puskesmas sesuai domisili KTP biar grratisss. Minta sertifikat kesehatan calon pengantin jangan lupa. Perempuan sih cuma cek tensi, cek darah untuk HIV, dan suntik TT.

Keenam. Kalo kamu yang numpang nikah, kayaknya harus ke kecamatan. Kalo gue, engga. Karena gak numpang nikah.

Ketujuh. Ajukan seluruh berkas ke KUA. Tapi.. Udah rembukan sama keluarga yak! Mau nikah di tanggal dan jam berapa.

Sekian. Semoga bermanfaat.

#mudahbukan #alasiscasoewitomo

Me, Myself, and I

Gue pernah hidup dalam kebencian, beberapa tahun yang lalu, selama satu tahun penuh. Sampai gue memutuskan untuk berubah, hidup dengan melupakan rasa sakit dan dendam, sehingga hati lebih tenang dan tidur lebih nyaman. Kebayang gak sih selama setahun tidur gelisah, tiap hari rasanya marah-marah.. capek! Makanya di tahun 2012 (atau 2013 yah), resolusi tahun baru gue adalah i want to change, because this hatred I’ve maintained inside my heart and brain, slowly killing me. Its enough for the one f**king whole year. After I set my own resolution, I started to change. The way I feel and react towards everything, has changed. Then on that year I feel less anxious and more happy. Of course, the pain is still there but I tried to ignore.

Continue reading “Me, Myself, and I”

Bukber Rame-Rame

Sekedar sharing pengalaman buka puasa bersama di masjid Jogokariyan. Di Jogja banyak masjid mengadakan buka puasa bersama dan terbuka umum. Dalam istilah masyarakat misqueen seperti gue bacanya makan gratis di tiap hari selama bulan Ramadhan. Selama sebulan penuh kita bisa nyobain bukber di banyak masjid nih.

Yah namanya gratis, antusiasnya jadi meningkat. Ruamee poll. Nih foto-fotonya..

Di hari itu makanan yang dibagikan adalah sepiring nasi putih, kuah soto, beberapa potong daging sapi yang sudah dibumbui, dan kerupuk udang. Minumnya air putih aja. Sederhana tapi somehow enak!

Karena datang terlambat, gue gak kebagian tempat duduk akhirnya jongkok di gang samping masjid bareng anak-anak muda lainnya. (iya anggap gue masih muda hahaha).

Magis Magelang: Waisak 2019

One of my bucket list, ticked! yeay.. #lightofpeace2019

Pagi hari di tanggal 18 Mei, dari terminal Jombor Yogyakarta naik bis Cemara Tunggal turun di candi Mendut, bayarnya 15ribu. Memang bis ini trayeknya terminal Jombor sampai Borobudur. Gue turun di depan Mendut persis, terus kaget kedinginan. Ternyata Magelang pagi-pagi masih berkabut ya bok. Di Mendut ini kita beli tiket untuk menghadiri kegiatan Waisak baik sebagai umat Budha maupun sebagai wisatawan. Untuk wisatawan loket dibuka jam 10:00, sementara menunggu muter-muter aja liat souvenir yang dijual sekitaran candi Mendut. Jangan lupa nawar ya. Biasa kan tempat wisata gitu suka naikin harga.

Continue reading “Magis Magelang: Waisak 2019”

Itu Panu Yah? Bukan Ini Vitiligo

I’ve received a lot of questions like that..

Tapi gak apa.. Namanya gak tau, wajar nanya-nanya..

Iya ini namanya vitiligo. Iya, gue udah pernah cek ke dokter kulit. Kata dokternya ini sulit disembuhkan, dan dirujuk ke tempat prakteknya di Erha Clinic. Jujur dompetku tak mampu, jadi gak diterusin. Terus cari-cari info di internet, dan tahu bahwa vitiligo ini gak berbahaya tapi emang gak bisa sembuh. Dia akan menyebar secara perlahan.

Apa sih vitiligo? Berdasarkan pengetahuan awamku, ini penyakit kulit yang mematikan pigmen kulit. Perlindungan kulit jadi berkurang terhadap sinar matahari. Dan warnanya jadi lebih putih dari normalnya. Kayak panu hahaha. Oh gak cuma kulit, rambut-rambut yang kena efek vitiligo pun jadi warna putih. Pigmennya hilang juga.

Awalnya gue ngedumel dalem hati, kenapa musti di muka sih. Tapi lambat laun pasrah. Mau gimana lagi.. Lagian gue gak sendiri di dunia ini. Walaupun jarang ditemui, tapi ini umum di seluruh dunia.

Jadi jangan nanya lagi itu panu apa bukan yah.. 😀

Fyi, semenjak vitiligo jadi pake make up mata tiap keluar rumah. Karena alis sebagian rambutnya putih, jadi ditutupi pensil alis. Kulit kelopak mata putih sebelah, tutupi dengan eyeshadow. Yang paling mencolok, bulu mata di mata kiri gue udah putih semua warnanya hahaha, kudu pake mascara waterproof dah.

Gelisah

Di Jumat yang cerah, perjalanan menuju daerah Sudirman terasa berat. Terlalu kontras dengan keceriaan langit. Biasanya gue bahagia saat ngantor di akhir weekdays ini. Suasana yang menyenangkan dan cenderung santai, sejalur dengan diperbolehkannya pakai celana jeans. Yah itu dulu. Ngantor versi sekarang mah gak bisa merasakan itu. Malah seringnya sedih. Gue pikir karena faktor ‘suasana menyenangkan’ yang hampir gak terasa. Gue gak terbiasa dengan kerja kaku begini. Gue terbiasanya tuh ada waktu jeda istirahat di tengah minggu, supaya otak gak di forsir. Dan yang bagian sedihnya adalah saat melihat transferan gaji tiap akhir bulan. Menurut gue ini gak seimbang dengan beban kerja saat ini.

Kemudian gue gak sengaja nonton video lama dari Merry Riana. Cekidot deh..

Continue reading “Gelisah”

Meracau

Luamaa banget gak nulis di blog ini. Apakah gue sudah jadi generasi instan.. Yang senengnya nonton vlog ketimbang baca. Hmm tak tahu.. Tapi dengan alasan kesibukan bekerja, membuat hasrat untuk berkarya jadi terlupakan. Bekerja pun nyatanya tidak membuat hati gue bahagia. Sehingga kerinduan untuk nulis apapun, termasuk menumpahkan uneg-uneg, jadi kepikiran. Bicara tentang rasa kesal dalam dada, yang semakin menumpuk, mau gue tumpahin aja disini. Biarin dianggap labil, alay, katrok, tapi gue butuh pelampiasan. Hehehe. Eh tapi bukan biar dikomentari banyak orang ya, sekedar mencari wadah yang pasti menerima (iyalah ini aplikasi kan benda mati) juga biar gak sia-sia udah maintain blog ini dari lama. Mencari eksistensi? Hmm.. Iya juga, tapi bukan kepada manusia. Karena berharap pada manusia hanya menyebabkan kecewa. Berharaplah pada sang maha pencipta seluruh alam.

Continue reading “Meracau”